Page 442 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 442

THR 2021 CAIR? JANGAN LUPA BAYAR UTANG, MENABUNG DAN INVESTASI

              JAKARTA, - Memasuki masa menjelang Lebaran seperti saat ini, pencairan Tunjangan Hari Raya
              (THR) menjadi hal yang paling ditunggu.

              Kapan THR 2021 cair menjadi pertanyaan yang kerap muncul baik untuk Pegawai Negeri Sipil
              (PNS) atau karyawan swasta. Terkait hal tersebut, pemerintah sudah mengatur jadwal pencairan
              THR yang harus dibayar kapan paling lambat ( peraturan THR 2021 ).

              Nah, jika THR 2021 sudah cair, jangan sampai uang THR langsung habis begitu saja setelah
              Lebaran atau bahkan sebelum Lebaran tiba. Karenanya, perlu bijak mengelola besaran THR 2021
              yang didapatkan pada hari raya.

              Perencana keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan, THR cair bukan untuk dihabiskan pada saat
              hari raya. THR juga dapat dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai.
              "Pola pikir kita mengenai THR perlu diubah. THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan
              semua pada saat hari raya," ucapnya pada sebuah acara Webinar dengan tema "Cerdas Kelola
              Tunjangan Hari Raya" yang diselengarakan oleh Kominfo dan KPCPEN belum lama ini.

              Dia menjabarkan THR perlu dikelola dengan bijak melalui pembagian besaran THR ke beberapa
              pos pengeluaran. Pos pengeluaran THR yang pertama adalah untuk alokasi prioritas.

              Alokasi prioritas ini bukanlah untuk kebutuhan sehari-hari seperti pengeluaran listrik.

              Jangan sampai THR langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari.

              Adapun prioritas yang dimaksud Mike adalah untuk menabung dana darurat, pelunasan utang,
              serta investasi untuk masa depan.

              "Dana darurat sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang tidak pasti. Proporsi untuk
              pos prioritas ini adalah 10-30 persen dari THR yang didapat," ucapnya.

              Mike  menjabarkan  lebih  lanjut,  pos  pengeluaran  THR  selanjutnya  adalah  zakat,  infak,  dan
              sedekah dengan proporsi 10 persen dari THR.

              Kemudian, pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar 5 - 15 persen dari THR. Sajian khas
              Lebaran memang sudah pasti dibutuhkan untuk merayakan hari raya Bersama keluarga dan para
              kerabat.

              Selanjutnya, pos pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5 -
              15 persen dari THR yang di dapat. Biasanya, masyarakat memang gemar membeli baju Lebaran
              setiap hari raya. Nah, kebiasaan tersebut bisa berujung pada pemborosan jika tak dibatasi secara
              bijak.

              "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru, upayakan belanja berdasarkan
              kebutuhan, bukan atas dasar keinginan," terangnya.

              Dia menambahkan, jika masih memungkinkan, boleh juga dana THR dapat digunakan untuk
              keperluan  lainnya  seperti  liburan,  halal  bihalal,  atau  renovasi  rumah.  "Keperluan  seperti  ini
              dialokasikan hanya sekitar 10-15 persen," tutupnya.

              Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani, mengatakan di tengah
              pademi Covid-19, THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya,
              baik perusahaan lama maupun baru.




                                                           441
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447