Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 75

"Baja impor terutama dari China dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja
              nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam PHK massal," kata Presiden Konfederasi
              Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

              Said mengatakan hal itu bisa terjadi karena produksi baja dalam negeri terus menurun. Tentu
              ancaman itu akan membuat 100.000 pekerja merasa was-was karena mereka semakin menderita
              di tengah pandemi COVID-19.

              "Perekonomian semakin terpuruk. Tenaga kerja yang sebagian besar masyarakat menengah ke
              bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa," kata Said.

              Untuk menghindari PHK massal itu, Said berharap agar Kementerian Perdagangan (Kemendag)
              dalam  hal  ini  Komite  Pengamanan  Perdagangan  Indonesia  (KPPI)  melanjutkan  perlindungan
              safeguard untuk produk I-H section.

              "Safeguard sangat penting guna melindungi produk dalam negeri dari maraknya produk impor
              murah," imbuhnya.

              Jika safeguard kepada pabrik baja nasional tidak diperpanjang, dikhawatirkan perusahaan tidak
              bisa bersaing dengan produk impor murah. Akibatnya, Industri akan menutup beberapa unit
              usaha sehingga menyebabkan PHK massal.

              "Makanya, semua pihak harus membela industri dalam negeri," urainya.

              Said  yakin  pemerintah  akan  berpihak  pada  industri  baja  dalam  negeri,  termasuk  untuk
              menyelamatkan sekitar 100 ribu karyawan. Terlebih saat ini banyak regulasi yang dibuat sebagai
              relaksasi, khususnya saat pandemi COVID-19.

              "Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk membantu agar industri dalam
              negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap tenaga kerja yang akan menjerit
              jika di- PHK," lanjut dia.

              Mengenai maraknya baja impor, Said mengutip data BPS hingga akhir tahun 2019 besi dan baja
              menempati posisi ketiga komoditas impor nonmigas yang masuk ke Indonesia. Nilainya mencapai
              USD 7,63 Miliar atau senilai Rp106,8 Triliun.

































                                                           74
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80