Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 78
Judul Pinjam Uang Rp 1,5 Miliar, Menaker Digugat di PN Jaksel
Nama Media beritasatu.com
Newstrend Gugatan Perdata Pinjaman Uang Kemnaker
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/nasional/722461/pinjam-uang-rp-15-
miliar-menaker-digugat-di-pn-jaksel
Jurnalis EHD
Tanggal 2021-01-21 14:33:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Joko Sutrisno Dawoed (Kuasa hukum) Harus bayar dengan bunganya
negative - Joko Sutrisno Dawoed (Kuasa hukum) Atas kerugian-kerugian berupa waktu, tenaga,
pikiran, perasaan tidak nyaman ( infliction of mental distress ) termasuk perasaan dipermainkan
oleh para tergugat lebih dari tiga tahun lamanya. Mengingat kerugian tersebut sangat sulit untuk
mengukurnya dalam bentuk uang, namun cukuplah kiranya apabila ditentukan setara dengan
jumlah Rp 300.000.000
negative - staf Biro Humas (None) Awal-awal Pak Soes menjabat sebagai Kepala Biro Humas
Kemnaker, seorang perempuan berjihab sering ke mari. Mungkin minta uangnya dilunasin
neutral - Joko Sutrisno Dawoed (Kuasa hukum) Kita lihat hari-hari ke depan
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah digugat perdata oleh rekanan Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sri Supriyati ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).
Gugatan itu terjadi karena tahun 2016 pihak Direktorat Pembinaan Pengawasan (Binawas)
Kemnaker, melalui seorang pejabat pembuat komitmen (PPK), Eko Daryanto waktu itu
meminjam uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Sri Supriyati namun tidak kunjung dikembalikan.
PINJAM UANG RP 1,5 MILIAR, MENAKER DIGUGAT DI PN JAKSEL
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah digugat perdata oleh rekanan Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sri Supriyati ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).
Gugatan itu terjadi karena tahun 2016 pihak Direktorat Pembinaan Pengawasan (Binawas)
Kemnaker, melalui seorang pejabat pembuat komitmen (PPK), Eko Daryanto waktu itu
meminjam uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Sri Supriyati namun tidak kunjung dikembalikan.
77

