Page 170 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 NOVEMBER 2020
P. 170

Penggunaan frasa "dapat" dalam penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) didalilkan
              sangat merugikan buruh karena UMK menjadi tidak wajib.
              Selanjutnya, UU Cipta Kerja disebut menghilangkan periode batas waktu kontrak yang terdapat
              di dalam Pasal 59 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sehingga dikhawatirkan
              pengusaha dapat mengontrak karyawan berulang-ulang tanpa kepastian pengangkatan sebagai
              pegawai tetap.

              Pemohon  kemudian  mempersoalkan  pengurangan  pesangon  karyawan  dari  32  bulan  upah
              menjadi 29 bulan upah yang diatur dalam UU Cipta Kerja sehingga merugikan buruh.

              Hal  lainnya  yang  disoroti  buruh  dari  UU  Nomor  11  Tahun  2020,  kata  Said  Iqbal,  adalah
              pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi mudah dengan hilangnya frasa "batal demi hukum"
              terhadap PHK yang belum memiliki penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan
              industrial.

              Pemohon  mengkhawatirkan  dampak  UU  Cipta  Kerja  yang  akan  mempermudah  tenaga  kerja
              asing, khususnya profesi buruh kasar, masuk ke Indonesia.

              Sebelum  KSPI,  sejumlah  kalangan  telah  mengajukan  pengujian  UU  Cipta  Kerja  meski  belum
              secara resmi diundangkan dan belum bernomor pada saat itu.

              Sumber : Antara.

















































                                                           169
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175