Page 171 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 NOVEMBER 2020
P. 171
Judul Setneg Akui Salah Redaksional, UU Cipta Kerja Tetap Berlaku
Nama Media jawapos.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.jawapos.com/nasional/politik/04/11/2020/setneg-akui-
salah-redaksional-uu-cipta-kerja-tetap-berlaku/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-11-04 10:19:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Gita Putri Damayana (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK))
Kalau memantau, jangan-jangan akan lahir lagi dan ada temuan baru terus
negative - Gita Putri Damayana (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK))
Yang mengerikannya di UU Ciptaker ini baru yang ketahuan sekarang dari 1.187 pasal
neutral - Gita Putri Damayana (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK)) Ini
merupakan konsekuensi yang harus kita terima karena pembahasan yang ugal-ugalan tersebut
negative - Gita Putri Damayana (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK))
Ini kan ada lebih dari 400 peraturan pelaksana. Ditunda dulu sampai proses ini selesai di UU
pokok
negative - Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) Kekeliruan tersebut bersifat teknis administratif
sehingga tidak berpengaruh terhadap implementasi UU Cipta Kerja
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Setelah kami pelajari, isi undang-undang tersebut,
khususnya terkait dengan klaster ketenagakerjaan, hampir seluruhnya merugikan kaum buruh
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Penggunaan frasa dapat dalam penetapan upah minimum
kabupaten/kota (UMK) sangat merugikan buruh. Karena penetapan UMK bukan kewajiban, bisa
saja gubernur tidak menetapkan UMK
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Hal ini berarti tidak ada job security atau kepastian bekerja
neutral - Guntur Hamzah (Sekjen Mahkamah Konstitusi) Ada tiga permohonan yang sudah
diregistrasi
neutral - Arif Maulana (Direktur LBH Jakarta) Semestinya, presiden yang harus melakukan
executive review dengan menerbitkan perppu pembatalan UU Ciptaker
negative - Asfinawati (Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)) Kesalahan-
kesalahan fatal itu bukti pembuatan UU-nya memang ugal-ugalan
170

