Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 AGUSTUS 2020
P. 245
Ringkasan
Proses penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh Pemerintah kepada pekerja peserta BPJS
Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) terus berjalan. Bertempat di Kantor Kementerian
Ketenagakerjaan RI, BPJAMSOSTEK memberikan data calon penerima BSU gelombang pertama
sebanyak 2,5 juta pekerja pada Senin (24/8).
BPJAMSOSTEK SERAHKAN DATA CALON PENERIMA BSU GELOMBANG PERTAMA
CILACAP - Proses penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh Pemerintah kepada pekerja
peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) terus berjalan. Bertempat di Kantor Kementerian
Ketenagakerjaan RI, BPJAMSOSTEK memberikan data calon penerima BSU gelombang pertama
sebanyak 2,5 juta pekerja pada Senin (24/8).
Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto kepada suaramerdeka.com, Selasa (25/8)
mengatakan, penyerahan dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan Kemenaker.
Hal ini untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip
kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU.
Selanjutnya Agus Susanto menjelaskan, dari target calon penerima BSU 15,7 juta, saat ini telah
terkumpul sebanyak 13,7 juta nomor rekening.
"Semua sudah kami validasi berlapis hingga tiga tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi
mencapai 10 juta. Dari jumlah tersebut kami serahkan pada tahap pertama sebanyak 2,5 juta
data peserta," katanya.
Gelombang penyerahan data berikutnya akan dilakukan secara bertahap (batch) hingga seluruh
rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.
"Saat ini masih terdapat sekitar 2 juta pekerja yang nomor rekeningnya belum diterima
BPJAMSOSTEK. Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk segera
menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja,
paling lambat tanggal 30 Agustus 2020. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid,
kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan
kami lakukan validasi ulang," tutur Agus.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah ketika menerima data yang disampaikan
BPJAMSOSTEK menyatakan, data batch pertama BSU sebanyak 2,5 juta ini akan di checklist
untuk mengecek kesesuaian data yang ada.
"Setelah itu baru akan kami serahkan kepada KPPN untuk nanti akan disalurkan ke bank
penyalur, dalam hal ini adalah bank-bank pemerintah. Dari bank pemerintah tersebut nanti akan
ditransfer ke penerima program Bantuan Subsidi Upah." Dia menambahkan bahwa Kemenaker
butuh waktu 4 hari untuk melakukan checklist pada data yang telah diberikan oleh
BPJAMSOSTEK demi mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dia juga memastikan pegawai non
ASN untuk mendapatkan BSU.
"Pegawai pemerintah non PNS sepanjang dia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maka dia
termasuk yang menerima program bantuan perintah ini," tutup Ida Kepala BPJAMSOSTEK
Cabang Cilacap, Jejen menambahkan, nomor rekening pekerja sudah terdata dengan baik di
BPJS Ketenagakerjaan. Meski demikian pihaknya tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian
dalam pelaksanaan program BSU mengingat nomor rekening pekerja adalah hal yang penting.
244

