Page 1294 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1294
Ringkasan
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani berpendapat
besaran upah minimum 2021 yang tidak dinaikkan akan membuat beban pembayaran gaji
pegawai oleh pelaku usaha lebih rasional.
Dengan demikian, iklim ketenagakerjaan di Indonesia bisa kompetitif dibandingkan dengan
negara Asean lain, yang sama-sama memiliki skema upah minimum tetapi memutuskan untuk
tidak menaikkannya pada tahun depan.
NORMALISASI INDUSTRI KIAN REALISTIS
Para pelaku industri diyakini bakal memiliki ruang longgar untuk menata ulang arus kas dan
menormalisasi pasar kerja pada 2021, setelah pemerintah memutuskan tidak menaikkan upah
minimum tahun depan dari besaran tahun ini.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani berpendapat
besaran upah minimum 2021 yang tidak dinaikkan akan membuat beban pembayaran gaji
pegawai oleh pelaku usaha lebih rasional.
Dengan demikian, iklim ketenagakerjaan di Indonesia bisa kompetitif dibandingkan dengan
negara Asean lain, yang sama-sama memiliki skema upah minimum tetapi memutuskan untuk
tidak menaikkannya pada tahun depan.
Melalui skema pengupahan yang lebih realistis di tengah tekanan ekonomi yang berat selama
pandemi, Hariyadi yakin pemulihan kinerja industri pada 2021 akan lebih cepat.
Selain itu, dia menilai kebijakan upah minimum 2021 bakal meringankan beban perusahaan
dalam menyerap kembali tenaga kerja yang dirumahkan atau cuti di luar tanggungan selama
pandemi.
"Tidak naiknya upah minimum kami harapkan juga diiringi dengan besarnya serapan tenaga
kerja. Dengan kata lain, mereka yang dirumahkan dan cuti di luar tanggungan akibat terdampak
pandemi Covid-19 bisa diserap kembali," kata Hariyadi, Selasa (27/10).
Pada Mei 2020, menurutnya, terdapat sekitar 6 juta tenaga kerja yang terdampak langsung oleh
pandemi Covid-19 dari beberapa sektor, di antaranya tekstil, pariwisata, dan transportasi.
Berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pada periode Juni---
Juli 2020 terdapat sebanyak 40% tenaga kerja sektor perhotelan dan restoran yang dirumahkan
akibat terdampak pandemi Covid-19.
Namun, Hariyadi melanjutkan jumlah riil tenaga kerja yang terdampak langsung dari keseluruhan
industri diperkirakan lebih banyak dari perhitungan tersebut.
"Dengan demikian, tidak naiknya upah minimum pada 2021 diharapkan dapat mempercepat
pemulihan kinerja dunia usaha dan serapan kembali tenaga kerja. Kecepatan pulihnya bisa di
rentang 6---9 bulan," lanjutnya.
Sepemahaman, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Indonesia Johnny Darmawan menilai besaran upah minimum yang lebih realistis tahun depan
memberi ruang leluasa bagi pelaku usaha untuk melakukan pembenahan struktural pada bisnis
mereka. Misalnya, dengan tidak menambah jumlah pegawai yang diputuskan hubungan
kerjanya.
1293

