Page 859 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 859

MENAKER: 18 PROVINSI SEPAKAT TAK NAIKKAN UMP 2021

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  menyatakan  bahwa  sudah  ada  18  provinsi  yang
              dilaporkan sepakat akan mengikuti Surat Edaran (SE) tentang Penetapan Upah Minimum tahun
              2021 ( UMP 2021 ) Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              "Terkait dengan upah minimum provinsi sudah ada laporan 18 provinsi yang akan mengikuti
              Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan," kata Menaker Ida di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

              Berdasarkan  pemantauan  sampai  hari  Selasa,  27  Oktober  2020,  pukul 16.35  WIB,  beberapa
              daerah  telah  melaksanakan  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  dalam  rangka  persiapan
              penetapan  UMP  2021  yang  telah  menghasilkan  kesepakatan  akan  melaksanakan  SE  Menteri
              Ketenagakerjaan Kedelapan belas provinsi yang dimaksud adalah Banten, Bali, Aceh, Lampung,
              Bengkulu,  Kepulauan  Riau,  Bangka  Belitung,  Nusa  Tenggara  Barat,  Nusa  Tenggara  Timur,
              Sulawesi  Tengah,  Sulawesi  Tenggara,  Sulawesi  Barat.  Lalu,  Maluku  Utara,  Kalimantan  Barat
              Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua.
              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020. Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kita
              harap  para  gubernur  menjadikan  ini  sebagai  referensi  dalam  menetapkan  upah  minimum,"
              katanya.

              Sebagaimana  diketahui,  Menaker  Ida  telah  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/11/HK.04/2020  yang  ditujukan  kepada  Gubernur  se-Indonesia.  SE  itu  mengatur  tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19).

              Penerbitan  SE  ini  dilakukan  dalam  rangka  memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan
              bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Penerbitan SE ini juga dilatarbelakangi keberadaan pandemi Covid-19 yang telah berdampak
              pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh
              termasuk dalam membayar upah.
              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai UMP 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020," kata Menaker Ida.

              Surat edaran penetapan upah minimum tersebut diteken oleh Menaker pada 26 Oktober 2020.
              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              "Melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.  Menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021
              pada tanggal 31 Oktober 2020," kata Menaker Ida.

              Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada Saudara untuk menindaklanjuti dan
              menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/Walikota serta pemangku kepentingan terkait di
              wilayah Saudara," sambungnya.

              Merdeka.com.




                                                           858
   854   855   856   857   858   859   860   861   862   863   864