Page 132 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 132

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3




























           Kegiatan para  santri di Pondok
           Pesantren Daarut Tauhid
           Bandung.
           Mereka dibekali berdagang
           agar dapat mengembangkan
           keahliannya selepas dari
           pesantren.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.



                                    organisasi AII (Al Ittihadiyatul Islamiyah), bertindak sebagai penasihat pertanian
                                    dan perdagangan  bagi para  petani di  daerah itu.  Baik secara  lisan maupun
                                    tulisan mereka memberikan dorongan agar para petani mau meningkatkan
                                    kesejahteraannya dalam arti tidak melupakan masalah dunia di samping
                                    menekuni masalah akhirat. Para kiai ini bukan hanya pandai menasihati dan
                                    sekadar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadanya, melainkan
                                    juga memberikan informasi tentang harga-harga hasil bumi di pasaran, dan
                                    jenis-jenis tanaman apa saja yang menjadi monopoli perdagangan pemerintah.
                                    Informasi yang disebutkan terakhir memang penting karena seringkali para
                                    petani dan pedagang terjebak oleh ketidaktahuannya terhadap peraturan dan
                                    kebijakan pemerintah. Pada masa itu pemerintah atau tepatnya pengusaha
                                    Belanda sering mendapat monopoli perdagangan jenis tanaman tertentu,
                                    sehingga ada petani yang berani melanggarnya, maka semua tanamannya akan
                                    disita.

                                    Oleh karena keahliannya itu, ada kiai yang ditarik oleh organisasi pertanian
                                    tertentu untuk menjadi ketuanya. Sebagai contoh, Kiai Haji Muhammad
                                    Basyuni dari Pesantren Cipoho, duduk sebagai ketua Perkumpulan Pertanian
                                    Bumiputera  (PPB),  yang  banyak  memperjuangkan  nasib  para  petani  teh  di
                                    Sukabumi  dan  Cianjur.  Perkumpulan  ini  mempunyai  hubungan  erat  dengan
                                    organisasi Pasundan. Karena aktivitas seperti inilah yang membuat nama Kiai
                                    Haji Muhammad Basyuni sangat popular di kalangan petani di daerah Sukabumi










                    116
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137