Page 138 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 138

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    lebih menanamkan perspektif sangat sempit tentang berbagai aspek Islam—
                 Pengamatan         yang pada gilirannya dengan mudah memicu radikalisme.
               tentang madrasah
              di Afghanistan pada
              masa Taliban; atau    Tetapi di negara-negara Muslim lainnya situasinya sangat berbeda. Untuk
             madrasah di Pakistan   sekedar contoh, Presiden Mesir, Gamal Abdel  Nasser,  pada  awal 1960-an
             yang memang berada     menasionalisasi seluruh madrasah dari yang semula merupakan ‘sekolah
             di luar kontrol otoritas
             pendidikan di negara   agama’  menjadi  sepenuhnya  ‘sekolah  umum’—meski  tetap  disebut  sebagai
            masing-masing. Karena   ‘madrasah’, karena memang tidak ada istilah selain ‘sekolah’ untuk menyebut
               itulah madrasah-     lembaga pendidikan formal ini. Sejak masa itu, madrasah sepenuhnya menjadi
              madrasah di kedua     ‘sekolah umum’ yang berada di bawah kontrol pemerintah Mesir. Jika kalangan
               negara ini  hampir   orangtua ingin anaknya mendapat tambahan pendidikan agama, mereka harus
              sepenuhnya berada
              di bawah kekuasaan    mengirimnya ke lembaga pendidikan non-formal yang umumnya terkait dengan
             ulama yang cenderung   masjid atau lainnya.
              lebih menanamkan
               perspektif sangat    Contoh lain, pemerintah Arab Saudi berbarengan dengan meningkatnya
                sempit tentang      petro-dollar pada 1970-an juga menasionalisasi seluruh madrasah yang
            berbagai aspek Islam—
             yang pada gilirannya   umumnya dimiliki para ulama non-pemerintah untuk kemudian menjadikannya
            dengan mudah memicu     sebagai madrasah negeri (sekolah umum) dengan kurikulum yang ditetapkan
                 radikalisme.       pemerintah. Salah satu di antara madrasah yang mengalami nasib seperti itu
                                    adalah Madrasah Darul Ulum yang menampung banyak murid Indonesia dan
                                    pernah dipimpin Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Padani (wafat 1990).


                                    Transformasi madrasah di negara-negara dengan mayoritas penduduk memeluk
                                    Islam ini perlu diberikan untuk melihat perkembangan madrasah, pesantren dan
                                    lembaga pendidikan Islam tradisional lain, seperti ‘surau’ di Indonesia. Tidak
                                    kurang pentingnya adalah mengkaji lembaga pendidikan Islam moderen seperti
                                    Sekolah Islam,  yang juga merupakan  bagian tidak terpisahkan dari sistem
                                    pendidikan Islam Indonesia secara keseluruhan.

                                    Artikel ini membahas perkembangan, perubahan, dan dinamika pendidikan
                                    Islam Indonesia sejak dari pesantren, madrasah dan sekolah yang mencakup
                                    pendidikan  dasar  dan  menengah. Selain  itu,  pembahasan juga  diberikan
                                    untuk tingkat pendidikan tinggi Islam, baik negeri (Pendidikan Tinggi Agama
                                    Islam  Negeri/PTAIN),  maupun  Perguruan  Tinggi  Agama  Islam  Swasta  (PTAIS).
                                    Perkembangan dan perubahan itu terkait tidak hanya dengan dinamika umat
                                    Islam sendiri, tetapi juga lingkungan lebih luas menyangkut politik, ekonomi,
                                    sosial, dan agama. Semua perubahan itu membawa lembaga pendidikan Islam
                                    ke tahap yang tidak pernah ada sebelumnya baik dalam segi kuantitatif maupun
                                    kualitatif.















                    122
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143