Page 143 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 143
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Kedua, berkaitan dengan masalah pertama di atas adalah persoalan identitas
diri pondok pesantren. Pada satu segi, pengakuan atas dan penyetaraan Potret paradigma
pendidikan yang berlangsung di pesantren telah membuka berbagai peluang baru pendidikan
nasional juga
bagi penyelenggaran berbagai jenis pendidikan di pesantren. Tetapi pengambilan sangat menekankan
pilihan-pilihan tadi sangat bisa jadi dapat mengorbankan identitas pesantren kenyataan pesantren
sebagaimana telah terpatri di dalam masyarakat. sebagai “pendidikan
berbasiskan
masyarakat”
Di sini terjadi perbenturan antara ‘social expectations’ dengan ‘academic (community-based
expectations’ yang disinggung di atas. Tidak hanya itu, keterlibatan pesantren education) selama
dalam program-program non-kependidikan seperti pengembangan pesantren berabad-abad. Pada
sebagai pusat koperasi, pusat pengembangan teknologi tepat guna bagi satu segi, pengakuan
pedesaan, pusat pengembangan pertanian dan peternakan, pusat penyelamatan ini merupakan
lingkungan hidup, pusat pengembangan HAM dan demokrasi, dan sebagainya perkembangan yang
positif, khususnya
juga dapat mengaburkan identitas pesantren. menyangkut eksistensi
pendidikan pesantren
Lebih jauh, paradigma baru pendidikan nasional juga sangat menekankan itu sendiri. Tetapi, pada
kenyataan pesantren sebagai “pendidikan berbasiskan masyarakat” segi lain, pengakuan
itu secara implisit
(community-based education) selama berabad-abad. Pada satu segi, pengakuan menuntut peran lebih
ini merupakan perkembangan yang positif, khususnya menyangkut eksistensi besar masyarakat
pendidikan pesantren itu sendiri. Tetapi, pada segi lain, pengakuan itu secara dalam pendidikan
implisit menuntut peran lebih besar masyarakat dalam pendidikan pesantren. pesantren.
Dalam kerangka itu, masyarakat kini dituntut tidak hanya mendirikan bangunan
fisik dan perangkat-perangkat pokok pesantren, tetapi lebih-lebih lagi dalam
mengembangkannya menjadi pendidikan berkualitas (quality education) untuk
menyiapkan peserta didik yang memiliki—setidak-tidaknya dasar-dasar—
Yayasan Pondok Pesantren
Cipasung, Tasikmalaya
merupakan salah satu pondok
pesantren modern yang memiliki
komplek pendidikan meliputi MI,
MTS, MA dan Institut Agama
Islam Cipasung. Pondok ini juga
memiliki fasilitas pendidikan yang
lengkap dan modern.
Sumber: Dokumen Pondok Pesantren
Cipasung, Tasikmalaya.
127

