Page 241 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 241
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
tradisionalis, misalnya, juga menggunakan sistem pendidikan berkelas dan
bahkan kini telah mendirikan beberapa perguruan tinggi. Kelompok modernis
kini juga mendirikan pesantren-pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan
tradisional seperti penggunaan kitab kuning.
Kalangan muda dari kedua organisasi itu bahkan kini memakai berbagai istilah
baru seperti post-tradisionalisme Islam dan post-puritanisme Islam. Istilah
post-tradisionalisme Islam dipakai oleh kalangan muda ormas tradisionalis
untuk menekankan bahwa mereka tidak taklid dengan sumber-sumber Islam
tradisional. Mereka menggunakan sumber-sumber Islam klasik yang banyak
tertulis dalam kitab kuning sekadar sebagai manhaj (metode). Kalangan muda
ormas Islam modernis menggunakan istilah post-puritanisme Islam untuk
menjelaskan bahwa mereka sudah melangkah dari persoalan TBC (Taklid,
Bid’ah, Churafat) kuno menuju TBC modern seperti kapitalisme global, sistem
sosial yang tidak adil dan sebagainya.
Ormas Reformis
Ada beberapa ormas Islam di Indonesia yang masuk kategori ormas reformis. KH. Ahmad Dahlan mendirikan
Diantara yang terbesar adalah Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis). Muammadiyah di Yogayakarta
Muhammadiyah adalah ormas reformis terbesar di Indonesia yang didirikan pada 18 November 1912.
oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912. Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia
Pada tahun-tahun awal pendiriannya, Muhammadiyah dikenal
sebagai gerakan pembaruan pemikiran keagamaan yang sangat
gigih dengan menentang TBC (Takhayul, Bid’ah, dan Churafat),
gerakan yang aktif melakukan perlawanan terhadap penetrasi misi
Kristen dan system ordonansi, dan gerakan yang bercorak modern
dengan memperkenalkan sistem pendidikan berkelas dan system
organisasi modern. Pendeknya, Muhammadiyah dikenal dengan
program purifikasi dan modernisasi keagamaan.
Saat ini, jumlah anggota dan simpatisan dari Muhammadiyah
mencapai lebih dari 20 juta orang dan mayoritas merupakan kelas
menengah perkotaan. Ormas ini memiliki dua kantor pusat, di
Yogyakarta dan di Jakarta. Kantor Yogyakarta merupakan kantor
pertama dari Muhammadiyah karena secara historis ormas ini
didirikan di kota ini dan menjadi salah satu basis terkuat dari ormas
ini sejak didirikan hingga sekarang. Keberadaaan kantor pusat di
Jakarta berkaitan dengan keberadaan ibukota Indonesia yang
terletak di kota ini.
225

