Page 246 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 246
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
KH Abdul Wahab Hasbullah pendiri Pondok KH Hasyim Asy’ari pendiri Pondok Pesantren
Pesantren Tambakberas, Jombang adalah salah satu Tebuireng, Jombang adalah salah satu pendiri NU.
Sumber: Ensiklopedia Nahdatul ULama: Sejarah Tokoh dan Khasanah
pendiri NU. Pesantren.
Sumber: Ensiklopedia Nahdatul ULama: Sejarah Tokoh dan Khasanah
Pesantren.
Secara keorganisasian, kepengurusan NU dibagi dalam tiga lembaga, yaitu:
Syuriah (dewan penentu), Tanfidziyah (dewan pelaksana), dan Mustasyar (dewan
penasehat). Karena peran dominan dari kiai dalam ormas NU, maka struktur
organisasi ini juga mencerminkan peran itu. Peran syuriah dan tanfidziyah itu
seperti SC (Steering Committee) dan OC (Organizing Committee). Namun
peran syuriah lebih besar dari SC karena pada dasarnya Tanfidziyah itu hanya
membantu Syuriah. Perbedaan Syuriah dan Tanfidziyah itu kadang digambarkan
seperti perbedaan antara legislatif dan eksekutif, dimana Syuriah merupakan
legislatif, sedangkan Tanfidziyah seperti eksekutif (Bush 2002, 76). Namun peran
tersebut kadang berubah, semisal ketika KH Abdurrahman Wahid memimpin
NU, dimana peran Tanfidziyah menjadi sangat dominan.
Bersama berbagai ormas Islam di Indonesia, pada tahun 1937 NU bergabung
dalam MIAI (Majlis Islam A’laa Indonesia) yang setelah Jepang datang di Indonesia,
organisasi ini diubah menjadi Masjumi (Madjlis Sjuro Muslimin Indonesia). NU
terus terlibat dalam Masjumi setelah kemerdekaan ketika lembaga ini berubah
menjadi partai politik. Namun berbagai konflik yang terjadi antara pimpinan NU
dan pimpinan Masjumi membuat NU memutuskan untuk memisahkan diri dari
Masjumi dan membentuk partai sendiri pada tahun 1952. Partai NU inilah yang
pada Pemilu 1955 dan menjadi salah satu dari empat partai yang memenangkan
pemilu pertama yang diadakan di Indonesia itu.
230

