Page 243 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 243

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Muhammadiyah dilahirkan di Jawa, atau lebih tepatnya di Kauman Yogyakarta
           yang lokasinya berada di dalam tembok Kesultanan Ngayogyakarta. Inilah
           diantara yang membuat Muhammadiyah hingga saat ini masih kental dengan
           budaya Jawa meskipun ia dikenal sebagai organisasi kelompok reformis. Meski
           Muhammadiyah lahir di Jawa, namun secara ideologi organisasi ini banyak
           dipengaruhi oleh pemikiran Haji Rasul dari Padang, Sumatra Barat. Selain
           memiliki pengaruh kuat dalam hal gerakan dan ideologi dari Muhammadiyah,
           Sumatra Barat dan Yogyakarta merupakan basis utama pendukung dari ormas
           ini. Kuatnya pengaruh Yogyakarta dalam Muhammadiyah berpengaruh dalam
           sikap kompromis ormas ini terhadap budaya sinkretik. Meski Muhammadiyah
           adalah ormas yang anti terhadap bid’ah, khurafat, dan takhayyul, namun di
           beberapa daerah di Jawa, terutama di Yogyakarta, ia tidak konfrontatif terhadap
           tradisi yang telah melekat di masyarakat.

           Dari  segi  pemikiran  keagamaan,  terutama  dalam  konteks  modernisasi,
           Muhammadiyah banyak mengikuti pemikiran Muhammad Abduh dari Mesir.
           Termasuk di dalamnya adalahnya dalam pengembangan sistem pendidikan
           modern, yakni menolak sistem yang ketika itu diterapkan di pesantren tradisional.
           Demikian pula halnya dalam mengadopsi sistem organisasi modern dan
           penggunaan penerbitan seperti majalah sebagai sarana penyebaran informasi.

           Selain Muhammadiyah, ormas reformis lain yang cukup berpengaruh di
           Indonesia adalah Persatuan Islam (Persis). Dari segi jumlah anggota dan amal
           usaha, Persis memang tak sebesar Muhammadiyah. Namun organisasi ini
           terkenal lebih agresif dalam melawan tradisi keagamaan yang mengandung
           unsur sinkretisme. Meminjam pernyataan dari Howar Federspiel, Persis itu

                                                                                       Pondok Pesantren Persis, MTS
                                                                                       Khalid bin Walid Kota Bima di
                                                                                       Kecamatan Asokota, Kota Bima.
                                                                                       Sumber: Direkorat Sejarah dan Nilai Budaya





























                                                                                                 227
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248