Page 556 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 556

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    mereka dan bantuan hukum lainnya. Untuk kasus non-materi, DD menjalin
                                    kerjasama dengan para psikiater atau relawan dalam memberikan training atau
                                    bina rohani bagi para pasien. Model ini pernah dilakukan dengan melibatkan
                                    Dr. Dadang Hawari untuk mendampingi pasien dan memberikan dorong moril
                                    mendekatkan diri pada Allah. 100

                                    Pengalokasian dana ZIS Dompet Dhuafa juga untuk bantuan musibah dan
              Wilayah konflik juga   bencana alam. Model bantuannya adalah pemberian donasi dan pengiriman
               dijadikan tempat
               penyaluran dana      relawan. Di samping  itu, wilayah konflik juga dijadikan tempat penyaluran dana
              ZIS, seperti pernah   ZIS, seperti pernah dilakukan di daerah Ambon dan Liwa. Bahkan bantuan ke
              dilakukan di daerah   luar negeri juga acapkali dikirimkan seperti ke Palestina, Irak dan Afghanistan.
               Ambon dan Liwa.
            Bahkan bantuan ke luar   Bantuan  kemanusiaan  ini  biasanya  bekerjasama  dengan  palang  merah  Islam
              negeri juga acapkali   bulan sabit. Ketika terjadi bencana Sunami di Aceh 26 Desember 2004, DD
             dikirimkan seperti ke   langsung  merespon  dengan  mendirikan  perwakilan  untuk  memudahkan
               Palestina, Irak dan
                 Afghanistan.       penyaluran bantuan langsung dan rehabilitasi tempat-tempat musibah. Untuk
                                    penghimpunan dana pada kasus-kasus insidental seperti ini, DD biasanya
                                    bekerjasama  dengan media masa seperti  surat kabar  dan elektronik untuk
                                    menghimpun dana. Di samping itu, penyebaran spanduk dan pamflet dengan
                                    slogan-slogan  yang  menggugah  untuk  bantuan  membantu  DD untuk  tidak
                                    menggunakan dana dari hasil ZIS rutin tahunan. Slogan seperti “Peduli Aceh”
                                    atau “Mari membantu Aceh” sangat sering digunakan dalam menarik simpati
                                    masyarakat. Dengan cara inilah penghimpunan dana di DD selalu berkembang
                                    dan bahkan bisa dialokasikan untuk kepentingan kegiatan sosial lainnya. 101

                                    Kepedulian pada penyakit sosial masyarakat, yaitu kebodohan dan sebagai
                                    upayanya untuk peningkatan tingkat pendidika, DD menyalurkan dana ZISnya
                                    untuk beasiswa studi anak-anak tidak mampu di tingkat SLTA. Tingkat SMU
                                    jadi pilihan utama, karena pada tingkat ini penduduk Indonesia dituntut lebih
                                    mandiri, sementara pemerintah hanya mencanangkan pendidikan wajar 9 tahun,
                                    yaitu dari tingkat SD hingga SMP. Diawali dari tahun 2003, biaya pendidikan
                                    ini disalurkan langsung ke sekolah sebagai bantuan biaya SPP dan bantuan
                                    bulanan sebesar Rp 75.000 setiap bulan untuk setiap siswa, dan ditambah dana
                                    pembinaan sebesar Rp 15.000. Sebanyak 71 siswa berhasil dibiyai dari dana ZIS
                                    saat itu.

                                    Pada tingkat pendidikan tinggi, bantuan DD diberikan pada calon mahasiswa
                                    yang telah lulus ujian PTN. Penguatan mahasiswa juga dilakukan dengan
                                    melakukan pembinaan intensif di asrama dan pemberadayaan SDM. Dan
                                    pada tahun  2003, sebanyak 668  mahasiswa  mendapatkan bantuan dari  DD
                                    dengan total dana Rp 1.589.001.600,-. Bersamaan dengan itu, bantuan dana
                                    untuk pengembangan kepemimpinan dan enterpreneurship dialokasikan bagi
                                    mahasiswa, agar mereka juga bisa mengembangkan dirinya sebagai pemimpin
                                    masyarakat dan pengusaha Muslim.








                    540
   551   552   553   554   555   556   557   558   559   560   561