Page 33 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 33
©mtz-paper-xvi-2016
Hanya draft, tdk utuk dikutip!
PEMIKIRAN PENDIDIKAN DAN PERADABAN BANGSA
Rethinking Education: Anomali Peradaban dalam
Dunia Pendidikan Guru Kita.
Mestika Zed
Jurusan Pendidikan Sejarah & Kepala Pusat Kajian
Sosial-Budaya & Ekonomi (PKSBE), Universitas Negeri Padang.
When all men think alike, no one thinks very much.
― Walter Lippmann (1889-1974).
ABSTRAK
KERTAS kerja ini berupaya membentangkan kritik peradaban terhadap pemikiran dan
praktek pendidikan bangsa yang kian jauh dan mungkin bertentangan dengan substansi
peradaban bangsa. Selama puluhan tahun kita [sebagai bangsa] telah menyesatkan diri
kita secara salah kaprah, tidak hanya dalam cara kita menafsirkan pemikiran pendidikan
yang sudah dirumuskan oleh para the founding fathers Indonesia Merdeka di masa lalu,
melainkan juga dalam merumuskan kebijakan dan praktek pendidikan itu sendiri, yang
semakin cenderung pragmatik dan dibajak oleh industrialis, politisi dan oleh “invisible
hand” yang mengontrol hampir setiap aspek kehidupan kita sebagai bangsa. Politik
pendidikan seharusnya meletakkan basis peradaban sebagai fondasi utamanya, sehingga
ia memiliki dampak yang ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ pada setiap lini pendidikan
dan para pemimpin bangsa. Justifikasi dari pandangan ini berangkat dari perspektif
sejarah tentang pendidikan, khususnya pendidikan guru dalam kerangka mencermati the
state of education yang berlaku di dekade abad ke-21 ini, dan sintesis pembelajaran untuk
bekerja dan untuk hidup, baik individual maupun sosial. Pertanyaan utama dalam kertas
kerja ini ialah: (i) di manakah letak peradaban dalam pendidikan nasional kita? (ii) jika
terdapat pengakuan terhadap adanya semacam ‘anomali’ peradaban di dalam pendidikan
kita selama ini, bagaimana ia harus dibaca dan dipahami sebagai isu kritis yang
memerlukan jawaban yang tepat dan konsisten dalam menyikapi dinamika peradaban
global dewasa ini; (iii) akhirnya bagaimana anomali dalam dunia pendidikan berdampak
berat terhadap degradasi peran sentral guru dalam dunia pendidikan. ***
2

