Page 195 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 195
Pangeran Mohammad Noor 181
1001, Mustafa Ideham dari Pasukan Hisbullah Kalimantan di Solo,
dan Organisasi Perjuangan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Pada 12 Januari 1946, Gubernur Pangeran Mohammad Noor
membuat surat perintah kepada Tjilik Riwut untuk berangkat lebih
awal ke Kalimantan. Dalam surat perintah itu disebutkan bahwa
Gubernur Provinsi Kalimantan memberi kuasa kepada Tjilik Riwut
untuk mengambil tindakan yang selaras demi pembelaan dan
pembangunan negara di daerah Kalimantan, dan kepada segenap
pegawai negeri dan penduduk setempat dapat membantunya. Surat
kuasa diberikan kepada Tjilik Riwut pada 16 Januari 1946.38 Untuk
melaksanakan tugas itu, Gubernur memberi dana sebesar Rp16.000
(enam belas ribu rupiah) dan satu pucuk senapan untuk keamanan.
39
Pada 4 Februari 1946, pasukan MN 1001, bersama pasukan
Pesindo pimpinan Husin Hamzah, bertolak dari Pelabuhan
Pekalongan menuju Kalimantan menyusuri pantai utara Jawa, terus
menyeberang ke daerah Pangkalan Bun dan Sampit. Akan tetapi di
tengah perjalanan, di pantai Tegal, rombongan bertemu dengan
pelayar yang baru datang dari Kalimantan yang menyatakan bahwa
daerah Pangakalan Bun, Sampit dan Kotawaringin diduduki oleh
NICA, sedangkan daerah yang masih bebas adalah Batakan di
Kalimatan Selatan. Berdasar informasi itu, pasukan MN 1001 kembali
ke Pekalongan, dan selanjutnya ke Yogyakarta untuk melapor kepada
Gubernur Pangeran Mohammad Noor.40 Ia mengusulkan agar
penyeberangan dipindahkan ke Batakan karena pangkalan Bun dan
Sampit sudah dikuasi NICA. Pertimbangan lain, daerah Batakan
memiliki sumber atau persediaan makanan yang cukup memadai.
Akan tetapi Gubenur Pangeran Mohammad Noor menolak usulan
Tjilik Riwut dan tetap menjadikan Pangkalan Bun dan Sampit sebagai
sararan, hanya saja siasat perjuangan yang diubah.
41
Akibat penundaan tersebut, pasukan MN 1001 baru tiba di
Sungai Tabuk pada 6 Maret 1946. Kedatangan pasukan MN 1001 di
Sungai Tabuk disambut oleh para pemuda dan rakyat setempat.
Sambutan pertama yang luar biasa itu disebabkan oleh pandangan
masyarakat setempat bahwa pasukan MN 1001 adalah representasi

