Page 189 - Menabung_Ebook
P. 189
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah tabungan pada
masa pendudukan Jepang tidak tercatat oleh De Javasche Bank, yang pada
masa itu dilikuidasi dan peranannya diganti oleh bank sentral bentukan
pemerintah pendudukan Jepang. Meskipun pada masa kolonial hingga
zaman perang kemerdekaan 1945—1949 jumlah tabungan di Bank Tabungan
Pos terus bertambah dari tahun ke tahun, puncaknya pada 1949 mencapai
Rp85.337.000,00. Jumlah itu sempat menurun pada tahun 1950 menjadi
Rp50.030.000,00, tetapi terus bertambah pada tahun-tahun selanjutnya.
Tabel Menabung Membangun Bangsa
Jumlah Dana Tabungan Pada Bank-bank Tabungan (1950—1959)
dalam ribuan Rupiah
1950 50.030 11.918 61.948
1951 65.311 11.840 77.151
1952 91.034 13.001 104.035
1953 122.842 18.448 141.290
1954 158.910 21.227 180.137
1955 188.710 25.182 213.892
1956 225.035 34.180 259.215
1957 295.988 43.293 339.281
1958 375.180 48.239 423.419
1959 479.668 56.250 535.918
Sumber: De Javasche Bank: Laporan Tahun Pembukuan 1950 – 1959, Djakarta: G. Colff and Co
Meningkatnya jumlah tabungan pada Bank Tabungan Pos periode 1950-
an, antara lain, disebabkan oleh pembukaan kantor cabang bank tabungan
yang baru. Pada tahun 1953 Bank Tabungan Pos memiliki 739 kantor cabang 179
yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah itu terus bertambah menjadi 899
kantor cabang pada 1959. Adapun jumlah buku tabungan yang dikeluarkan
oleh Bank Tabungan Pos hingga akhir 1959 telah mencapai 1.627.787 buku.
Kenaikan jumlah tabungan itu, sebenarnya belum seberapa besar jika
diperhitungkan dengan jumlah rakyat Indonesia pada periode 1950-an.
Dapat dikatakan bahwa pada masa itu rakyat Indonesia belum ada keinginan
menabung. Semangat menabung yang cukup besar terlihat dalam lingkungan
tentara dan polisi juga kalangan pedagang yang terlihat memiliki jumlah
tabungan yang besar meski belum stabil posisinya.

