Page 187 - Menabung_Ebook
P. 187

mengenai  hutang Indonesia--, maka Republik  Indonesia  Serikat
                              akan bermusjawarat  lebih  dahulu  dengan Nederland,  baik djika
                              bermaksud ia  hendak mengubah Undang-Undang  Mata  Uang
                              dan  Undnag-Undang  De  Javasche  Bank  jang  berlaku  pada  saat
                              penjerahan kedaulatan, baik djika bermaksud ia hendak membuat
                              Undang-Undang  Mata Uang baru dan  Undang-Undang  Bank
                              Sirkulasi  baru,  maupun  djika sekiranja bermaksud  ia hendak
                              mengubah pula kudian Undang-Undang tersebut. Lagi pula, selama
                              hutang-piutang tersebut di  atas belum selesai, maka Republik
                              Indonesia Serikat pada umumnja akan bermusjawarat lebih dahulu,
                              djika  dipertimbangkannja  tindakan  penting-penting  di  lapangan                  Menabung Membangun Bangsa
                              mata uang dan keuangan, sekadar tersangkut padanja kepentingan
                              Nederland.”


                              Ayat 3: “ Republik Indonesia Serikat akan bermusjawaratlah lebih
                              dahulu dengan pasal mengangkat dan memperhentikan president
                              dan direktur-direktur bank sirkulasi dan pasal bank sirkulasi memberi
                              kredit kepada Pemerintah ialah sampai saat Undang-Undang Bank
                              sirkulasi yang baru mulai berlaku.”


                              Berdasarkan persetujuan semacam itu, banyak yang berpendapat bahwa
                           penunjukan De Javasche Bank sebagai bank sirkulasi hanyalah langkah Belanda
                           untuk mengamankan piutang Pemerintah Belanda terhadap Indonesia. Oleh
                           karena itu, dalam keadaan semangat nasionalisme yang menggelora, terlebih
                           setelah bubarnya RIS hanya beberapa bulan setelah KMB, muncul desakan
                           untuk segera menasionalisasikan De Javasche Bank.




                           Perbankan dan Tabungan Masyarakat


                           Perkembangan bank dan tabungan di Indonesia secara praktis baru dapat
                           dilihat perkembangannya setelah  KMB tahun  1949. Sejak 1 Juli  1953 De
                           Javasche Bank berubah nama menjadi Bank Indonesia dan berfungsi sebagai
                           bank  sentral  Republik  Indonesia.  Setelah  itu, fungsi  perbankan  nasional
                           mulai pulih dan berkembang secara bertahap dalam suasana ekonomi politik
                           Indonesia  yang belum  kuat dan  stabil.  Pada awal  tahun 1950-an dalam               177
                           struktur perbankan nasional terdapat beberapa bank sebagai berikut:

                              1.  bank pemerintah, antara lain Bank Negara Indonesia  (BNI),  Bank
                                  Rakyat Indonesia (BRI), Bank  Tabungan Pos, dan  Bank  Industri
                                  Negara (BIN);
                              2.  bank swasta nasional,  antara lain  Bank Surakarta,  Bank Nasional,
                                  Bank Dagang Nasional Indonesia, dan beberapa belas bank lainnya
                                  yang terhimpun dalam Perhimpunan Bank-Bank Nasional Indonesia
                                  (Perbana) sejak 1952;
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192