Page 186 - Perdana Menteri RI Final
P. 186

dan betapa dipengaruhinya proses ini oleh      menjadi dokter Ahli bagian THT. Dalam
                           sosok-sosok yang berperan di dalamnya.         tahun yang sama, Juli 1943, A. Halim diangkat

                                                                          sebagai wakil pimpinan RSUP oleh kementerian
                           DOKTER DUA JAMAN PENJAJAHAN                    kesehatan masa pendudukan. Perlu diketahui
                                                                          bahwa ketua RSUP pada saat itu adalah Dr.
                           Abdul Halim lahir pada 27 Desember 1911        Asikin Widjajakoesoema. Meskipun tergolong
                           di Bukittinggi. Lahir dari keluarga Minang.    sebagai dokter junior, tetapi dr. A. Halim
                           Ayahnya bekerja sebagai penyelia praktek di    mendapat kepercayaan untuk menjadi wakil
                           kantor pekerjaan umum. Posisi keluarganya      pimpinan rumah sakit oleh para dokter senior. 7
                           membuka kesempatan dirinya untuk menempuh
                                                                          Ketika menjabat sebagai wakil pimpinan RSUP,
                           pendidikan di sekolah Belanda. Umumnya,
                                                                          disamping menjalankan tugas sebagai dokter,
                           hanya kelompok masyarakat yang mempunyai
                                                                          ia mendapat giliran untuk mengisi kegiatan
                           status sosial tertentu, seperti bangsawan, yang
                           diperbolehkan untuk menempuh pendidikan        rapat yang dipergunakan untuk memperdalam
                                                                                                                                                                                                                               Dokter Halim bersama Sukarno dan Sutan Sjahrir
                                               4
                           di sekolah Belanda.  Setelah menamatkan        pengetahuan medis bergantian dengan Dr.
                                                                          Asikin. Namun, Halim mengakui bahwa                                                                                                                  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                           HIS, Mulo dan AMS B di Jakarta, Abdul
                                                                          ia seringkali menggunakan kesempatan itu
                           Halim melanjutkan pendidikannya ke sekolah
                                                                          tidak hanya untuk memberikan pengetahuan
                           kedokteran  Geneeskundige Hoge School di kota
                                                                                                                                                  Setelah Jepang mengambil alih pimpinan rumah   di  RSUP. Pada tanggal 15  September  1943,
                           yang sama. Halim termasuk pemuda yang          medis, tetapi juga memberikan informasi atau                            sakit, Halim dipindah-tugaskan ke Madiun.      Para dokter RSUP mengajukan permohonan
                           aktif dalam organisasi. Pada tahun 1927 Halim   ceramah tentang isu politik yang sedang menjadi                        Ia mengakui bahwa dirinya bukanlah orang       penangguhan kepada Prof. Itagaki selaku
                           turut berperan dalam mendirikan organisasi     tren. Informasi politik diperoleh Halim dari                            yang patuh terhadap perintah Jepang. Baginya   pimpinan baru agar Halim dipertahankan
                           keolahragaan, Voetbalbond Indonesia Jakarta (VIJ)   kegiatannya mendengarkan radio  Allied Forces                      perintah  kirei  pada semua orang Jepang       sebagai wakil pimpinan. Surat penangguhan
                                                                                                                                                               10
                           yang kemudian menjadi Persija. Halim turut     bersama Prof. Sutomo Tjokronegoro. Berbekal                             bertentangan dengan hati nuraninya. Terlebih,   pemindahan tersebut ditanda-tangani oleh

                           serta dalam mendirikan kepanduan, Indonesia    informasi politik inilah, Halim mempunyai                               ia  mengetahui bahwa sakura-sakura  Jepang     sebagian besar dokter RSUP. Meskipun Prof.
                                                                                                                                                                                    11
                           National Padvinders Organisatie (INPO) pada    keyakinan bahwa ketika perang berakhir pasukan                          bertindak sekehendak hatinya ketika ada di     Itagaki mampu mentolerir pilihan sikap dari
                                                                                                              8
                           tahun 1928. Dalam kepemimpinannya di INPO,     Barat akan datang kembali ke Indonesia.                                 Indonesia, khususnya di RSUP.  Disini terlihat   Halim yang anti-Jepang, tetapi Halim tidak
                                                                                                                                                                              12
                           Halim terlibat dalam bersatunya kepanduan                                                                              jiwa Halim yang mandiri dan tidak terlalu      diikutkan lagi dalam kepemimpinan Rumah
                                                                          Halim meneruskan aktivitasnya dalam kegiatan
                           Sumatera dan Pandu Kebangsaan yang kemudian                                                                            peduli dengan konsekuensi. Ia mengemban jiwa   Sakit. Tetap berada di RSUP, Halim lebih
                                                                          olahraga pada masa pendudukan Jepang dan
                           berubah menjadi Kepanduan Bangsa Indoenesia                                                                            pemuda yang kadang agak berbahaya dan pada     memilih untuk menarik diri dan menempati
                                                                          tergabung dalam organisasi keolahragaan
                           (KBI) pada 1932. Disamping itu, Halim juga                                                                             akhirnya menutup kesempatan karir politiknya   Laboratorium. 13
                                                                          Gelora bersama Otto Iskandar Dinata, aktivis
                           aktif dalam  Jong Indonesia yang kemudian                                                                              pasca posisi Perdana Menteri. Walaupun aktif
                                                                          Jong Sunda, dan Azis Saleh, salah satu pendiri                                                                         Meskipun demikian, Halim tetap menjalankan
                           menjadi Indonesia Muda. 5                                                                                              dalam berbagai organisasi, nasibnya berbeda
                                                                          dari gerakan Pramuka pada masa Orde Baru.                                                                              aktivitasnya untuk mendapatkan informasi politik
                                                                                                                                                  dengan Azis Saleh, yang akan menjadi Menteri
                           Pada akhir masa kolonial, Halim bertugas       Gelora dikoordinasikan di bawah organisasi                                                                             luar negeri melalui radio. Kedekatan Halim
                                                                                                                                                  Kesehatan dan Menteri Pertanian dimasa
                                                       6
                           sebagai dokter di RSUP (CBZ)  sebagai Asisten   bentukan Jepang lainnya, Putera, yang dipimpin                                                                        dengan  Prof.  Sutomo  kemudian  mengantarkan
                                                                                                                                                  mendatang.
                           Ahli bagian Telinga, Hidung, dan Tenggorokan.   oleh Sukarno. Organisasi keolahragaan tersebut                                                                        pada perkenalannya dengan Sjahrir, seorang
                           Abdul Halim tinggal di Jakarta di Jalan Muria   pada masa pendudukan disebut sebagai                                   Pemutasian Halim ke Madiun mendapatkan         tokoh politik gerakan bawah tanah yang
                           no. 19. Tiga tahun setelahnya, pada 1943, Halim   Takiikukai.  9                                                       respons dari sebagian besar dokter yang bertugas   memberi pengaruh besar dalam pemikiran





                           174   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  175
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191