Page 187 - Perdana Menteri RI Final
P. 187

dan betapa dipengaruhinya proses ini oleh   menjadi dokter Ahli bagian THT. Dalam
 sosok-sosok yang berperan di dalamnya.   tahun yang sama, Juli 1943, A. Halim diangkat

 sebagai wakil pimpinan RSUP oleh kementerian
 DOKTER DUA JAMAN PENJAJAHAN   kesehatan masa pendudukan. Perlu diketahui
 bahwa ketua RSUP pada saat itu adalah Dr.
 Abdul Halim lahir pada 27 Desember 1911   Asikin Widjajakoesoema. Meskipun tergolong
 di Bukittinggi. Lahir dari keluarga Minang.   sebagai dokter junior, tetapi dr. A. Halim
 Ayahnya bekerja sebagai penyelia praktek di   mendapat kepercayaan untuk menjadi wakil
 kantor pekerjaan umum. Posisi keluarganya   pimpinan rumah sakit oleh para dokter senior. 7
 membuka kesempatan dirinya untuk menempuh
 Ketika menjabat sebagai wakil pimpinan RSUP,
 pendidikan di sekolah Belanda. Umumnya,
 disamping menjalankan tugas sebagai dokter,
 hanya kelompok masyarakat yang mempunyai
 ia mendapat giliran untuk mengisi kegiatan
 status sosial tertentu, seperti bangsawan, yang
 diperbolehkan untuk menempuh pendidikan   rapat yang dipergunakan untuk memperdalam
                                                                                             Dokter Halim bersama Sukarno dan Sutan Sjahrir
 4
 di sekolah Belanda.  Setelah menamatkan   pengetahuan medis bergantian dengan Dr.
 Asikin. Namun, Halim mengakui bahwa                                                         Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
 HIS, Mulo dan AMS B di Jakarta, Abdul
 ia seringkali menggunakan kesempatan itu
 Halim melanjutkan pendidikannya ke sekolah
 tidak hanya untuk memberikan pengetahuan
 kedokteran  Geneeskundige Hoge School di kota
               Setelah Jepang mengambil alih pimpinan rumah    di  RSUP. Pada tanggal 15  September  1943,
 yang sama. Halim termasuk pemuda yang   medis, tetapi juga memberikan informasi atau   sakit, Halim dipindah-tugaskan ke Madiun.   Para dokter RSUP mengajukan permohonan
 aktif dalam organisasi. Pada tahun 1927 Halim   ceramah tentang isu politik yang sedang menjadi   Ia mengakui bahwa dirinya bukanlah orang   penangguhan kepada Prof. Itagaki selaku
 turut berperan dalam mendirikan organisasi   tren. Informasi politik diperoleh Halim dari   yang patuh terhadap perintah Jepang. Baginya   pimpinan baru agar Halim dipertahankan
 keolahragaan, Voetbalbond Indonesia Jakarta (VIJ)   kegiatannya mendengarkan radio  Allied Forces   perintah  kirei  pada semua orang Jepang   sebagai wakil pimpinan. Surat penangguhan
                            10
 yang kemudian menjadi Persija. Halim turut   bersama Prof. Sutomo Tjokronegoro. Berbekal   bertentangan dengan hati nuraninya. Terlebih,   pemindahan tersebut ditanda-tangani oleh

 serta dalam mendirikan kepanduan, Indonesia   informasi politik inilah, Halim mempunyai   ia  mengetahui bahwa sakura-sakura  Jepang   sebagian besar dokter RSUP. Meskipun Prof.
                                                  11
 National Padvinders Organisatie (INPO) pada   keyakinan bahwa ketika perang berakhir pasukan   bertindak sekehendak hatinya ketika ada di   Itagaki mampu mentolerir pilihan sikap dari
 8
 tahun 1928. Dalam kepemimpinannya di INPO,   Barat akan datang kembali ke Indonesia.    Indonesia, khususnya di RSUP.  Disini terlihat   Halim yang anti-Jepang, tetapi Halim tidak
                                            12
 Halim terlibat dalam bersatunya kepanduan   jiwa Halim yang mandiri dan tidak terlalu   diikutkan lagi dalam kepemimpinan Rumah
 Halim meneruskan aktivitasnya dalam kegiatan
 Sumatera dan Pandu Kebangsaan yang kemudian   peduli dengan konsekuensi. Ia mengemban jiwa   Sakit. Tetap berada di RSUP, Halim lebih
 olahraga pada masa pendudukan Jepang dan
 berubah menjadi Kepanduan Bangsa Indoenesia   pemuda yang kadang agak berbahaya dan pada   memilih untuk menarik diri dan menempati
 tergabung dalam organisasi keolahragaan
 (KBI) pada 1932. Disamping itu, Halim juga   akhirnya menutup kesempatan karir politiknya   Laboratorium. 13
 Gelora bersama Otto Iskandar Dinata, aktivis
 aktif dalam  Jong Indonesia yang kemudian   pasca posisi Perdana Menteri. Walaupun aktif
 Jong Sunda, dan Azis Saleh, salah satu pendiri                Meskipun demikian, Halim tetap menjalankan
 menjadi Indonesia Muda. 5  dalam berbagai organisasi, nasibnya berbeda
 dari gerakan Pramuka pada masa Orde Baru.                     aktivitasnya untuk mendapatkan informasi politik
               dengan Azis Saleh, yang akan menjadi Menteri
 Pada akhir masa kolonial, Halim bertugas   Gelora dikoordinasikan di bawah organisasi   luar negeri melalui radio. Kedekatan Halim
               Kesehatan dan Menteri Pertanian dimasa
 6
 sebagai dokter di RSUP (CBZ)  sebagai Asisten   bentukan Jepang lainnya, Putera, yang dipimpin   dengan  Prof.  Sutomo  kemudian  mengantarkan
               mendatang.
 Ahli bagian Telinga, Hidung, dan Tenggorokan.   oleh Sukarno. Organisasi keolahragaan tersebut   pada perkenalannya dengan Sjahrir, seorang
 Abdul Halim tinggal di Jakarta di Jalan Muria   pada masa pendudukan disebut sebagai   Pemutasian Halim ke Madiun mendapatkan   tokoh politik gerakan bawah tanah yang
 no. 19. Tiga tahun setelahnya, pada 1943, Halim   Takiikukai.  9  respons dari sebagian besar dokter yang bertugas   memberi pengaruh besar dalam pemikiran





 174  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  175
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192