Page 201 - Perdana Menteri RI Final
P. 201
dari negara bagian. Pihak Republik Indonesia Untuk mencapai tujuan sebagai negara kesatuan, 1948 terkait hak-hak yang harus diberikan pada
73
80
diwakilkan oleh Mr. Susanto Tirtoprodjo. strategi utama yang dilakukan oleh Halim daerah-daerah otonom. Pendelegasian tersebut
74
Pasal 190 konstitusi RIS dianggap sebagai adalah dengan mengirimkan delegasi ke negara- tidak hanya membawa misi untuk mengatur
jalan konstitusional. Keberadaan RIS penting negara bagian. Beberapa tokoh yang dikirimkan wilayah teritorial Republik tetapi juga membawa
untuk menguntungkan posisi Indonesia dimata memiliki kedekatan emosional ataupun semangat pembentukan negara kesatuan pada
internasional. Sejak penyerahan kedaulatan pengetahuan yang mendalam akan wilayah masyarakat setempat.
pada 27 Desember 1949 RIS telah diakui oleh tersebut; seringkali merupakan pemuda asal
Tidak hanya para menteri yang melakukan
62 negara sedangkan pengakuan pada RI hanya dengan beretnis sama dengan mayoritas negara
75
dilakukan oleh 10 negara. RIS menjalankan bagian tersebut. Contoh adalah penempatan Ir. propaganda ke berbagai daerah, akan tetapi
juga Pemangku Jabatan presiden RI, Mr. Assaat
tugas termasuk lobbying untuk hubungan Putuhena dan Anak Agung Gde Agung di NIT
Perdana Menteri Abdul Halim didampingi Sri
internasional. 76 serta Mr. Assaat ke Negeri Pasundan. Halim yang berencana beberapa kunjungan ke daerah Paku Alam VIII menanti kedatangan Presiden
yang telah masuk dalam wilayah Republik Sukarno dan rombongannya di lapangan
sendiri bersama dengan Lukman Hakim dan
terbang Maguwo Yogyakarta untuk menghadiri
Pembentukan negara kesatuan tidak hanya pada bulan April. Di wilayah Jawa Timur, Mr.
Sitompul melakukan kunjungan ke wilayah penyerahan pemerintah dari Kabinet RI ke Kabinet
menjadi program kerja Kabinet dalam Assaat mengunjungi Pondok Gontor, Sumoroto, Negara Kesatuan.
Sumatera, khususnya Sumatera Selatan, Jambi,
pemerintah, akan tetapi juga menjadi bagian Ponorogo, Madiun, Dan Surabaya. Dalam
Lahat, Bengkulu dan Curup. Kunjungan Arsip Nasional Republik Indonesia
tugas bersama dari masyarakat untuk melibatkan kunjungannya, Mr. Assaat melakukan rapat
dimaksudkan untuk melihat respons dari
diri untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah umum mengadakan pertemuan dengan wakil-
masyarakat sekaligus propaganda mengenai
satu entitas dari gerakan swadaya masyarakat 78 wakil partai dan pegawai jawatan-jawatan. terbuka. Dalam rapat tersebut, Lukman Hakim
81
pembentukan negara kesatuan.
adalah gerakan penggalangan dana untuk Setelahnya, Mr. Assaat melakukan kunjungan ke menyampaikan propaganda agar masyarakat
Republik dilakukan oleh masyarakat Jakarta. Perwakilan Republik melakukan penyelidikan beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. mendukung kemerdekaan yang bertujuan untuk
Pengumpulan dana berasal dari komunitas di wilayah Sumatera untuk untuk menetapkan Perjalanannya dimulai dari Magelang pada awal meningkatkan taraf hidup rakyat. Hal yang sama
masyarakat Tionghoa, Belanda, Arab, India, batas-batas Provinsi Republik, lapangan disampaikan oleh Halim dengan menambahkan
April, kemudian meneruskan perjalanan ke
Pakistan, dan Indonesia. Bantuan yang mencapai pekerjaan dan sumber penghasilan yang akan pentingnya melanjutkan cita-cita para pejuang
Banyumas dan Purwokerto. Setelah melakukan
f 230.000 menunjukkan adanya semangat diserahkan daerah-daerah otonomi Sumatera. peninjauan selama tiga hari di Jawa Tengah untuk mengisi kemerdekaan demi tercapainya
84
persatuan rakyat untuk memberikan bantuan Panitia-panitia yang bertugas diantaranya, kemudian Mr. Assaat melanjutkan ke Jawa Barat kemakmuran.
77
pada Republik. Keterlibatan masyarakat secara Mr. Susanto Tirtoprodjo untuk Propinsi Aceh, dan Banten. 82
Halim melanjutkan kunjungannya ke daerah
aktif dalam penyatuan menunjukkan adanya Tapanuli dan Sumatera Timur dimpimpin oleh
sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ir. Sitompul, Sumatera Tengah dipimpin oleh Kunjungan daerah selanjutnya dilakukan oleh Sumatera lainnya pada akhir April 1950.
Proses selanjutnya akan ada lebih banyak terlihat Tandiono Manu, Sumatera Selatan dipimpin Halim ke kota Palembang pada pertengahan Dalam kunjungannya ke Jambi, Halim
sinergitas itu dalam upaya penggabungan dan oleh dr. Ma’as. komisi tersebut berangkat dari April 1950. Kedatangannya disambut menyatakan keprihatinannya atas kurangnya
propaganda demi mencapai tujuan menuju negara Jakarta ke wilayah Sumatera untuk melakukan oleh Residen Palembang, Sukardi. Dalam sumber daya manusia pemerintahan lokal
kesatuan. Di satu sisi pemerintah melakukan penyelidikan selama 10 hari lamanya. 79 kunjungannya kali ini Halim disertai oleh yang jarang berkualifikasi secara pendidikan.
propaganda untuk menyerukan negara kesatuan Pemerintah RI mendelegasikan Menteri Lukman Hakim. Halim membawa misi untuk Ia mengusulkan pengabdian wajib bagi para
83
dan di sisi lain masyarakat menyambutnya Perburuhan RI dr. Ma’as ke Sumatera Selatan mempererat hubungan antara pusat dan daerah. dokter di Jambi. Setelahnya, Halim kembali ke
dengan permintaan untuk bergabung dalam sebagai panitia 4 yang dikirim pemerintah pusat Dukungan rakyat Sumatera Selatan terlihat Palembang. Di kota itu, Halim membicarakan
wilayah RI. Dua upaya tersebut merupakan Republik ke Sumatera Utara, Tengah, Tapanuli dari banyaknya spanduk yang berisi tentang situasi politik RI dengan RIS dan posisi dan
bagian dari cita-cita untuk melepaskan diri dari untuk mengumpulkan bahan guna penetapan dukungan terhadap proklamasi di lapangan pandangan beragam negara bagian. Halim lalu
85
penjajahan Belanda. batas-batas pelaksanaan undang-undang No.22/ Hatta sebagai tempat penyelenggaraan rapat melanjutkan perjalanan ke Bangka. Bentuk
188 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 189

