Page 206 - Perdana Menteri RI Final
P. 206
makna psycologis-politis dan riwayat perjuangan Atas kondisi yang tidak kondusif karena adanya
nasional hal ini dibuktikan degan perjuangan gerakan separatis, pemerintah RIS berupaya
123
rakyat dalam mempertahankannya. campur tangan dengan melakukan pengiriman
tenaga militer atau pasukan bekas Republiken
Pada kenyataannya masyarakat lebih banyak
pada April 1950 ke Makassar. Pasukan bekas
bersimpati pada RI yang dianggapnya sebagai
Republiken tersebut mendapat perlawanan dari
pusat pemerintahan yang sesungguhnya,
pasukan bekas KNIL dibawah Pimpinan Kapten
dibandingkan dengan RIS yang dibayangkan
Andi Aziz yang kemudian justru ditangkap
sebagai pemerintahan pusat yang masih ada di
ketika datang ke Jakarta dengan tuduhan sebagai
bawah payung Belanda. Walaupun pemerintahan
pemberontak. Pemerintah RIS juga melakukan
RIS itu dipenuhi oleh tokoh-tokoh utama RI,
kontrol pada NIT dengan cara mendominasi
seperti Mohammad Hatta, romantisisme revolusi
ranah kabinet parlementer. Jadi, Kabinet lama
yang membayangkan perjuangan Republik
di NIT diganti dengan kabinet yang pro- Perdana Menteri Abdul Halim berdiri bersama
ketika berpusat di Yogyakarta tetap melekat 125 Mohammad Natsir dalam acara serah terima
Republiken yang diketuai oleh Mr. Putuhena.
kabinet pada tanggal 9 September 1950.
pada hati sanubari masyarakat Indonesia.
Dengan kata lain, Pemerintah RIS berusaha
Masyarakat untuk mendukung RI sebagai entitas Arsip Nasional Republik Indonesia
melakukan perimbangan kekuatan bahkan
kemerdekaan yang bebas dari kolonialisme,
mengganti dominasi orang yang menentang
kekacauan dan penderitaan dan digantikan
Republiken di Negara Indonesia Timur. tentara KNIL yang telah didemobilisasi dan masih kuat, sehingga menyulitkan penggabungan
dengan bayangan pusat yang merdeka melalui
merasa dirinya bukan bagian dari Republik yang Kalimantan Barat dan NIT. Hal ini jelas berbeda
kebebasan, keamanan, dan kemakmuran. Salah satu wilayah Indonesia Timur lainnya yang
telah dimusuhinya dalam peperangan revolusi dengan Kalimantan Timur yang dapat diterima
mendapatkan perlawanan militer dari RIS adalah
ketika mereka berjuang dibawah panji Hindia dengan baik oleh pemerintah Republik dan
MENCARI TITIK TEMU MEWUJUDKAN Ambon. Tidak sama dengan wilayah Sulawesi Belanda. 126 perwakilan daerah Kalimantan Timur. 127
NKRI pada umumnya yang telah mendeklarasikan
diri untuk menjadi bagian dari Republik, Halim banyak melakukan perundingan dengan Pada tanggal 3-5 Mei 1950 telah diadakan
Penggabungan negara bagian ke dalam Republik Ambon yang merupakan tempat pelarian ketua pemerintah RIS terkait dengan hambatan pertemuan antara Perdana Menteri RIS
bukan tanpa hambatan. Pihak oposisi dan Republik Maluku Selatan (RMS), Soumokil yang terjadi dalam proses penggabungan. Mohammad Hatta, Presiden Negara Indonesia
gerakan separatis menjadi momok yang harus dan pasukan KNIL yang sebagian besar direkrut Kepergian Halim ke Jakarta bertemu dengan Timur dan Wali Negara Sumatera Timur.
dihadapi oleh pemerintah RI-RIS. Jika tidak, dari wilayah ini tetap menentang Republik dan Menteri Pertahanan RIS, teman baiknya, Sri Pertemuan tersebut membahas tentang
penggabungan menjadi negara kesatuan akan menyatakan keinginannya sebagai bagian negara Sultan Hamengkubuwono IX, dan dr. Mansur peleburan antara RI dan RIS dalam satu negara
menyisakan permasalahan sosial. Sebagaimana yang merdeka. RIS berupaya meredam gerakan dari Negara Sumatera Timur (NST) untuk kesatuan baru dan mempunyai Undang-undang
yang diungkapkan oleh Rickleffs bahwa RMS dengan mengirimkan putra Ambon yang membahas tentang beberapa permasalahan Sementara yang berbeda dengan undang-
keberhasilan pembentukan Negara Kesatuan pro-Republik yaitu Johannes Leimena. Namun, terkait penggabungan beberapa daerah dalam undang RIS. Hatta mempunyai pemikiran
128
Republik Indonesia menyisakan beberapa gagalnya upaya ini mengakibatkan Jakarta wilayah Republik. PM Halim akan melakukan bahwa negara kesatuan yang terbentuk akan
pekerjaan rumah terkait dengan permasalahan menempuh jalan militer untuk menghadapi penyidikan dan peninjauan kembali mengenai memberikan otonomi seluas-luasnya pada setiap
sosial keagamaan, kemasyarakatan dan Ambon. Perlawanan RMS berlangsung sampai Asahan dan Labuhan Batu yang menghendaki daerah tanpa mengurangi esensi dari demokrasi.
kesukuan yang sewaktu-waktu dapat muncul pada November 1950 ketika mereka kalah bergabung dalam Republik karena pihak NST Pemikiran ini merupakan salah satu solusi
sebagai pemantik adanya gerakan separatis dan dalam serangan yang dilakukan oleh TNI. tidak sepakat dengan rencana penggabungan. ketika terjadi perpecahan akibat adanya aliran
124
129
pemberontakan pada pemerintah pusat. Beberapa dari tentara RMS merupakan bekas Lain lagi halnya dengan unsur feodalisme yang unitarianisme dan federalisme. Konsepsi
194 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 195

