Page 207 - Perdana Menteri RI Final
P. 207

makna psycologis-politis dan riwayat perjuangan   Atas kondisi yang tidak kondusif karena adanya
 nasional  hal  ini  dibuktikan  degan  perjuangan   gerakan separatis, pemerintah RIS berupaya
 123
 rakyat dalam mempertahankannya.    campur tangan dengan melakukan pengiriman
 tenaga militer atau pasukan bekas Republiken
 Pada kenyataannya masyarakat lebih banyak
 pada April 1950 ke Makassar. Pasukan bekas
 bersimpati pada RI yang dianggapnya sebagai
 Republiken tersebut mendapat perlawanan dari
 pusat  pemerintahan  yang  sesungguhnya,
 pasukan bekas KNIL dibawah Pimpinan Kapten
 dibandingkan dengan RIS yang dibayangkan
 Andi Aziz yang kemudian justru ditangkap
 sebagai pemerintahan pusat yang masih ada di
 ketika datang ke Jakarta dengan tuduhan sebagai
 bawah payung Belanda. Walaupun pemerintahan
 pemberontak. Pemerintah RIS juga melakukan
 RIS  itu  dipenuhi  oleh  tokoh-tokoh  utama  RI,
 kontrol pada NIT dengan cara mendominasi
 seperti Mohammad Hatta, romantisisme revolusi
 ranah kabinet parlementer. Jadi, Kabinet lama
 yang membayangkan perjuangan Republik
 di NIT diganti dengan kabinet yang pro-                                                     Perdana Menteri Abdul Halim berdiri bersama
 ketika berpusat di Yogyakarta tetap melekat   125                                           Mohammad Natsir dalam acara serah terima
 Republiken yang diketuai oleh Mr. Putuhena.
                                                                                             kabinet pada tanggal 9 September 1950.
 pada hati sanubari masyarakat Indonesia.
 Dengan kata lain, Pemerintah RIS berusaha
 Masyarakat untuk mendukung RI sebagai entitas                                               Arsip Nasional Republik Indonesia
 melakukan perimbangan  kekuatan  bahkan
 kemerdekaan yang bebas dari kolonialisme,
 mengganti dominasi orang yang menentang
 kekacauan dan penderitaan dan digantikan
 Republiken di Negara Indonesia Timur.  tentara KNIL yang telah didemobilisasi dan   masih kuat, sehingga menyulitkan penggabungan
 dengan bayangan pusat yang merdeka melalui
               merasa dirinya bukan bagian dari Republik yang   Kalimantan Barat dan NIT. Hal ini jelas berbeda
 kebebasan, keamanan, dan kemakmuran.   Salah satu wilayah Indonesia Timur lainnya yang
               telah dimusuhinya dalam peperangan revolusi     dengan Kalimantan Timur yang dapat diterima
 mendapatkan perlawanan militer dari RIS adalah
               ketika mereka berjuang dibawah panji Hindia     dengan  baik  oleh  pemerintah  Republik  dan
 MENCARI TITIK TEMU MEWUJUDKAN   Ambon. Tidak sama dengan wilayah Sulawesi   Belanda. 126  perwakilan daerah Kalimantan Timur.  127
 NKRI  pada umumnya yang telah mendeklarasikan
 diri untuk menjadi bagian dari Republik,   Halim banyak melakukan perundingan dengan   Pada tanggal 3-5 Mei 1950 telah diadakan
 Penggabungan negara bagian ke dalam Republik   Ambon yang merupakan tempat pelarian ketua   pemerintah RIS terkait dengan hambatan   pertemuan antara Perdana Menteri RIS
 bukan  tanpa  hambatan.  Pihak  oposisi  dan   Republik Maluku Selatan (RMS), Soumokil   yang terjadi dalam proses penggabungan.   Mohammad Hatta, Presiden Negara Indonesia
 gerakan separatis menjadi momok yang harus   dan pasukan KNIL yang sebagian besar direkrut   Kepergian  Halim  ke  Jakarta  bertemu  dengan   Timur dan Wali Negara Sumatera Timur.
 dihadapi oleh pemerintah RI-RIS. Jika tidak,   dari wilayah ini tetap menentang Republik dan   Menteri Pertahanan RIS, teman baiknya, Sri   Pertemuan  tersebut  membahas  tentang
 penggabungan menjadi negara kesatuan akan   menyatakan keinginannya sebagai bagian negara   Sultan Hamengkubuwono IX, dan dr. Mansur   peleburan antara RI dan RIS dalam satu negara
 menyisakan permasalahan sosial. Sebagaimana   yang merdeka. RIS berupaya meredam gerakan   dari Negara Sumatera Timur (NST) untuk   kesatuan baru dan mempunyai Undang-undang

 yang diungkapkan oleh Rickleffs bahwa   RMS dengan mengirimkan putra Ambon yang   membahas tentang beberapa permasalahan   Sementara yang berbeda dengan undang-
 keberhasilan pembentukan Negara Kesatuan   pro-Republik yaitu Johannes Leimena. Namun,   terkait penggabungan beberapa daerah dalam   undang RIS.   Hatta  mempunyai  pemikiran
                                                                           128
 Republik Indonesia menyisakan beberapa   gagalnya  upaya  ini  mengakibatkan  Jakarta   wilayah Republik. PM Halim akan melakukan   bahwa negara kesatuan yang terbentuk akan
 pekerjaan rumah terkait dengan permasalahan   menempuh jalan militer untuk menghadapi   penyidikan dan peninjauan kembali mengenai   memberikan otonomi seluas-luasnya pada setiap
 sosial  keagamaan,  kemasyarakatan  dan  Ambon. Perlawanan RMS berlangsung sampai   Asahan dan Labuhan Batu yang menghendaki   daerah tanpa mengurangi esensi dari demokrasi.
 kesukuan yang sewaktu-waktu dapat muncul   pada November 1950 ketika mereka kalah   bergabung dalam Republik karena pihak NST   Pemikiran ini merupakan salah satu solusi
 sebagai pemantik adanya gerakan separatis dan   dalam serangan yang dilakukan oleh TNI.   tidak sepakat dengan rencana penggabungan.   ketika terjadi perpecahan akibat adanya aliran
 124
                                                                                              129
 pemberontakan pada pemerintah pusat.    Beberapa dari tentara RMS merupakan bekas   Lain lagi halnya dengan unsur feodalisme yang   unitarianisme dan federalisme.  Konsepsi



 194  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  195
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212