Page 212 - Perdana Menteri RI Final
P. 212

menjalankan tugas berat sebagai Perdana        bangsa. Ia menginginkan kembali ke kehidupan                            pejabat non-partai yang netral, diharapkan     kabinet Perdana Menteri. Harian Merdeka
                           Menteri.   Namun,    ketika   pembentukan      normalnya di dalam bangsal rumah sakit dan                              Halim dalam diterima oleh semua pihak. Walau   mempublikasi artikel yang ditulis oleh BM Diah
                           kabinet  negara  kesatuan,  Halim  diminta     lapangan sepak-bola.                                                    begitu, banyak pihak yang menganggapnya        bahwa pengangkatan dr. Halim mirip dengan
                                                                    150
                           menjabat Menteri Pertahanan oleh Natsir.                                                                               sebagai wakil Sjahrir dalam  pemerintahan.     cara kerja fasisme Jepang dimana kabinet tidak
                                                                          Pemerintah membentuk  Panitya penyelenggara
                           Salah satu alasan mengapa Halim menyetujui                                                                             Bahkan terdapat suara yang mengkritik bahwa    bisa dibentuk tanpa partisipasi orang militer.
                                                                          upatjara pembentukan negara kesatuan dan upaya
                           mengambil posisi sebagai Perdana Menteri                                                                               seharusnya Sjahrir sekalian yang dijadikan     Mereka menyebutkan bahaya daripada posisi
                                                                          proklamasi kemerdekaan khusus untuk Djakarta’.
                           adalah karena hubungan baiknya dengan Sultan                                                                           menteri dan bukan ‘anak buahnya’. Tuduhan ini   dr. Halim sebagai anggota TNI karena ini satu
                                                                          Panitia tersebut bertugas untuk mengurus
                           Hamengkubuwono IX, yang merupakan Menteri                                                                              ditolak oleh Halim. Posisi Menteri Pertahanan   langkah lagi ketika TNI yang menentukan siapa
                                                                          perayaan 5 tahun kemerdekaan RI sekaligus
                           Pertahanan  sebelumnya  dibawah  Kabinet  RIS                                                                          merupakan posisi politik yang penuh luka-liku.   kementerian pertahanan.  Pengangkatan dr.
                                                                                                                                                                                                                        154
                                                                          perayaan pembentukan Negara Kesatuan
                           Mohammad Hatta. Hubungan persahabatan                                                                                  TNI cenderung curiga terhadap motivasi politisi   Halim ini bersifat interim, dan bertujuan untuk
                                                                          Republik Indonesia. Panitia tersebut terdiri dari
                           Halim dengan Sultanlah yang menyebabkannya                                                                             sipil dan merasa mampu untuk mengurus dirinya   mengisi jabatan semasa Natsir mencari Menteri
                                                                          beberapa pejabat pemerintah Jakarta, pejabat
                           menyetujui mengambil beban tugas ini. Hal                                                                                                                             yang lebih dapat diterima oleh TNI.  Pilihan
                                                                                                                                                                                                                                   155
                                                                                                                                                  sendiri. Perdana Menteri Mohammad Hatta
                                                                          kementerian dan juga aparat militer (mantan
                           yang  sama  ketika  Sjahrir  meyakinkannya                                                                                                                            dr. Halim dipengaruhi oleh kenyataan bahwa ia
                                                                                                                                                  mendapatkan banyak tentangan dari militer
                                                                                           151
                           untuk mengambil posisi dalam BP KNIP           gubernur militer).  Pada 17 Agustus 1950,                                                                              merupakan orang non-partai. Di Surabaya dalam
                                                                                                                                                  ketika melakukan reorganisasi dan rasionalisasi
                                                                          Mr. Putuhena selaku Perdana Menteri Negara
                           pada tahun 1945. Hubungan Halim dengan                                                                                                                                perjalanan ke Makassar, Halim mengatakan
                                                                                                                                                  (re dan ra). Kenyataan bahwa tentangan terhadap
                                                                          Indonesia Timur dan seluruh jajaran kabinet
                           Sultan Hamengkubuwono ini sangat dekat.                                                                                                                               bahwa  kebijakan pertahanan tidak bisa
                                                                                                                                                  Re dan Ra tidak menjatuhkan pemerintahannya
                           Ia berkenalan dengan Sultan pertama kalinya    beserta Badan Perwakilan Rakyat Negara                                                                                 dipengaruhi oleh kepentingan partai.  Walau
                                                                                                                                                                                                                                    156
                                                                                                                                                  hampir sepenuhnya diakibatkan karena rasa
                           ketika dalam perjalanan kereta dari Yogyakarta   Indonesia  Timur meletakkan jabatannya.  Pada
                                                                                                                                                  hormat kalangan militer terhadap Sri Sultan    begitu, kabinet Natsir mendapat kepercayaan
                           ke Jakarta pada waktu revolusi kemerdekaan.    hari yang sama, Presiden Sukarno  melantik
                                                                                                                                                  Hamengkubuwono IX. Rasa hormat ini tidak       dari pimpinan TNI karena pengangkatan
                           Halim terpesona dengan Sultan ketika mereka    anggota DPR NKRI dan menyampaikan                                                                                      Sultan  Hamengkubuwono IX sebagai wakil.
                                                                                                                                                  dimiliki oleh Halim.
                           berdua membeli minuman yang dijual pedagang    pidato setelah penyerahan kedaulatan sekaligus                                                                         TNI dan Sultan telah menjalin hubungan yang
                                                                                                                   152
                           di salah satu stasiun pemberhentian. Sultan    mengumumkan       pembentukan      NKRI.                                Butir kelima dari program pemerintahan Natsir   lama dan sehingga punya kepercayaan satu-
                           tampak seorang yang merakyat dan tidak peduli   Penyatuan kembali negara-negara bagian                                 menyebutkan    kebutuhan    penyempurnaan      sama lain, khususnya ketika Sultan menjabat
                           dengan status ningratnya. Halim merupakan      ke dalam Republik merupakan wujud  dari                                 militer, khususnya berkaitan dengan proses     sebagai menteri pertahanan.  Sebagai wakil
                                                                                                                                                                                                                            157
                           orang yang akan setia mengikuti seorang karena   perjuangan nasionalisme. Di samping itu,                              peleburan anggota KNIL ke dalam TNI.           menteri pertahanan, tugas utama Sultan adalah
                           sifat dan nilai pribadi yang mulia. Seperti    pembentukan    Republik   baru   merupakan                              Pada tanggal 11 September 1950, Halim          mengadakan koordinasi dengan aparatus militer,
                           Sjahrir, Sultan dianggapnya memiliki karakter   kehendak dari masyarakat untuk menghilangkan                           mendapatkan mandatnya dalam sebuah upacara     polisi,  imigrasi  dan  lain-lain  untuk  menjaga
                           yang istimewa. Kedekatan Halim dengan Sultan   warisan kolonialisme Belanda. Penghapusan                               penyerahan mandat oleh Letnan Kolonel Sri      keamanan dalam negeri.
                           ini akan  dilanjutkan dalam kapasitas sebagai   negara Federal merupakan kemenangan bagi                               Sultan Hamengkubuwono IX di Kementerian
                           anggota panitia olah raga pada tahun 1950an.   Proklamasi Agustus 1945 dan pembentukan                                 Pertahanan. Sri Sultan mengatakan kepercayaan   Pada awal bulan September, Halim melakukan
                           Keterikatan pribadi ini yang akan mendorongnya   negara Republik Indonesia. 153                                        sepenuhnya kepada Abdul Halim dalam            perjalanan   orientasi   untuk    berkenalan
                           untuk ikut dalam avontur terakhir dalam karir                                                                                                                         dan mengetahui mengenai keluhan dan
                                                                                                                                                  melakukan stabilisasi dan konsolidasi dari TNI.
                           politiknya dalam pemerintahan republik, yaitu   KARIR ABDUL HALIM PASCA PERDANA                                        Serta menyehatkan kembali kondisi pertahanan   permasalahan TNI di beragam wilayah di
                           sebagai Menteri Pertahanan. Dalam satu-satunya   MENTERI                                                               negara.                                        Indonesia. Dia pertama mengunjungi Makassar
                           wawancara mendalam kesaksian Halim sebagai                                                                                                                            bersama Menteri Sosial F.S. Harjadi dan
                           tokoh sejarah Indonesia oleh J.R. Chaniago,    Pengangkatan Halim dalam Kabinet Mohammad                               Pengangkatan dr. Halim telah menimbulkan       bertemu  dengan  Pemimpin  Militer  untuk
                           jelas sekali bahwa Halim menganggap dirinya    Natsir  sebagai  Menteri  Pertahanan  merupakan                         banyak suara pedas di pers karena dianggap     Indonesia Timur, Kolonel Alex Kawilarang.
                           terkecoh  masuk  ke  dalam  urusan  perpolitikan   sebuah keputusan yang riskan. Sebagai seorang                       pemaksaan dari TNI terhadap kemerdekaan        Pertemuan tersebut membahas permasalahan





                           200   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  201
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217