Page 214 - Perdana Menteri RI Final
P. 214

158
                           pemberontakan di Sulawesi.  dr. Halim          Setelah pengunduran diri dari Kabinet,                                  Foundation yang bertujuan membangun Stadion    dilupakan. Sosoknya hanya dikenang secara sayu-
                           berharap dapat mengunjungi semua komandan      Halim kembali ke kehidupan sipil. Sebagai                               Ikada sebagai stadion nasional. Pada tanggal 18   sayu, dalam satu atau dua patah kalimat dalam

                           Divisi Indonesia sebagai bagian dari usahanya   orang non-partai yang tidak memiliki posisi                            Juli 1951, dr. Halim mencangkul pertama situs   buku-buku sejarah nasional Indonesia. Seorang
                                                             159
                           mendapatkan kepercayaan dari TNI.  Hanya       ideologi yang kuat, Halim tidak akan pernah                             stadion Ikada di Alun Alun Selatan Lapangan    penyendiri yang memutuskan untuk mengambil
                           sebulan menjelang posisinya dalam kabinet,     lagi  memiliki posisi dalam  kehidupan  politik                         Merdeka. Stadion yang dirancang oleh Arsitek   jalan  netral,  ketiadaan daripada  klik  ataupun
                           Halim mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak   Indonesia. Tetapi ia tetap menjalani kehidupan                          Liem Bwan Tjie itu memiliki kapasitas 30 ribu   komunitas membuat ingatan orang tentangnya
                           bisa  menghadiri  pertemuan-pertemuan  kabinet   dalam dua bidang yang dari semenjak zaman                             orang  dan  menjadi  tempat  diselenggarakannya   sangat cetek. Hubungannya sangat dekat dengan
                           karena sakit. Pada tanggal 19 Desember, dr.    kolonial  sudah  diterjuni.  Yang  pertama  adalah                      Pekan  Olah  Raga  Nasional Ketiga  di Jakarta   sosok Sutan Sjahrir, tetapi hal ini tidak pernah

                           Halim meminta pengunduran diri dari Kabinet    karir dia sebagai dokter medis di Rumah Sakit                           pada tahun 1953. Ini  merupakan stadion        membuatnya untuk secara formal masuk menjadi
                                                                    160
                           dengan alasan sakit yang berkelanjutan.        Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Ini adalah                               nasional Indonesia sebelum diganti oleh Stadion   bagian dari PSI. Halim menghormati Sjahrir,
                           Perdana Menteri Natsir mengambil kembali kursi   rumah sakit tempat dia bekerja waktu dibawah                          Bung  Karno pada  tahun  1962.  dr.  Halim  juga   dan Sjahrir-pun demikian terhadapnya. Menurut
                           Kementerian Pertahanan dari dr. Halim pada     penjajahan Belanda ketika masih bernama                                 menjabat sebagai perwakilan Indonesia untuk    Halim, hanya dia dan beberapa orang PSI dekat
                                                                          Centrale Burgerlijk Ziekenhuis (CBZ). dr.                               Dewan Asian Games semenjak tahun 1951.         lain yang benar-benar memahami Sjahrir. “Saya
                           tanggal 23 Desember 1950. Secara teknis, Abdul
                                                                          Halim diangkat sebagai direktur RSCM antara                             Pada tahun 1958, dr. Halim ikut sebagai bagian   akan bercerita, sebab saya terpesona oleh orang
                           Halim  menjadi  Menteri  Pertahanan  selama
                                                                          tahun 1951 sampai dengan 1961. Ia lalu menjabat                         dari delegasi yang dipimpin oleh Paku Alam     ini. Tidak ada rasa takut, personal fear... Saya alami
                           sekitar 2.5 bulan. Penganuliran posisi Halim
                                                                          sebagai penasehat dibagian THT dan Inspektur                            VIII yang menghadiri Asian Games ketiga di     sendiri pada suatu sore, selesai rapat kami berdua
                           ditakutkan menyebabkan terjadinya perpecahan
                                                                          Jenderal RSCM antara tahun 1965-1987. dr.                               Tokyo. Mereka diberi tugas untuk meyakinkan    keluar dari sini, di P&K ini. Baru saja keluar,
                           kabinet  karena  adanya  rumor  bahwa  Menteri
                                                                          Halim  ikut  mengajar  di  Universitas  Indonesia                       pertemuan Federasi Asian Games guna memilih    sudah ditodong enam orang NICA Ambon.
                           Dalam Negeri Assaat dan Menteri Transportasi
                                                                          dan dinobatkan sebagai salah satu dari 3 tokoh                          Jakarta sebagai penyelenggara Asian Games      Ya, saya angkat tangan. Tapi Sjahrir tangannya
                                                                    161
                           Djuanda juga mengajukan pengunduran diri.
                                                                                                                                                                        163
                                                                          Salemba 6 atau FKUI dengan nilai juang yang                             ke IV pada tahun 1962.  Misi ini sukses dan    dimasukkan ke kantongcelana pendeknya.
                           Pernyataan Dr. Jusuf Wibisono bahwa Halim
                                                                                                                                                  Jakarta menjadi kota penyelenggara AG IV, pada
                                                                          pantas diteladani. Abdul Halim memiliki karir                                                                          Ambon mau menusuk dia, (Sjahrir) tanya sambil
                           akan digantikan oleh orang dari partai Masyumi
                                                                                                                                                                                                                        164
                                                                          yang jauh lebih panjang dan lebih sukses sebagai                        waktu ekonomi Indonesia masih sangat buruk     ketawa ‘What time is it?’”  Rasa hormat Halim
                           cukup kontroversial. Rumor mengalir bahwa
                                                                          dokter di RSCM dibandingkan dengan posisi                               dan kondisi infrastruktur Jakarta masih terbatas.  tidak hanya tertuju pada intelektualitas dari
                           Abdul Hakim dari Masyumi akan diangkat.
                                                                          singkatnya dalam Kementerian sebagai Perdana                                                                           Sjahrir, melainkan dari rasa segannya atas prinsip
                           TNI menolak pengangkatan Dr. Abdul Hakim
                                                                          Menteri ataupun Menteri, ataupun dalam                                  PENUTUP                                        dan keberaniannya yang seolah tanpa rasa takut.
                           sebagai Menteri Pertahanan dan mendorong
                                                                          Parlemen sebagai anggota dari BP KNIP.                                                                                 Disini letak sosok Abdul Halim terlihat dengan
                                                                    162
                           Abdul Halim karena posisi non-partainya.
                                                                                                                                                  Abdul Halim meninggal pada bulan Juli 1987
                                                                                                                                                                                                 jelas: bahwa semangat dan prinsipnya didorong
                           Bagaimanapun, Kabinet Natsir memiliki oposisi   Selain karirnya sebagai dokter THT yang
                                                                                                                                                  pada usia ke-75 tahun. Ia merupakan seorang yang
                                                                                                                                                                                                 oleh rasa hormat terhadap keberanian. Posisi
                           yang kuat dari PNI dan PKI di Parlemen.        cemerlang dan lama, Abdul Halim punya                                   pada saat itu sudah tiga puluh tahun lebih tidak
                                                                                                                                                                                                 inilah yang memungkinkannya mengambil
                           Mundurnya Abdul Halim dapat dilihat sebagai    satu  sumbangsih besar lainnya dalam  sejarah                           lagi terlibat dalam perpolitikan Indonesia. Tetapi
                                                                                                                                                                                                 keputusan-keputusan independensi yang akan
                           awal dari ambruknya otoritasnya yang pada bulan   perkembangan Indonesia, yaitu di dunia olah                          karirnya  sebagai  seorang  dokter  ahli  Telinga,
                                                                                                                                                                                                 merugikannya dalam karir politiknya dimasa
                           Maret 1951 dipaksa mengembalikan mandatnya     raga. Seperti karirnya dalam bidang kesehatan,                          Hidung dan Tenggorokan dan keaktifan dia
                                                                                                                                                                                                 mendatang.
                           kepada Sukarno. Pada akhirnya, Natsir telah    ini adalah sesuatu yang dimulai semenjak periode                        dalam dunia olah-raga Indonesia menjadi karir
                           membuat hampir semua elemen bangsa sebagai     mudanya sebagai pelajar di Hindia Belanda.                              utamanya. Di antara semua Perdana Menteri      Dalam hal ini, sosok dan semangat kepemudaan
                           musuh, baik dari TNI sampai Sukarno yang       Semenjak tahun 1951, dr. Halim menjabat                                 Indonesia lainnya, ia yang paling dilupakan.   dari  Abdul  Halim  tampak  sangat  cocok
                           kecewa  dengan penanganannya soal pidato       sebagai Wakil Ketua dan kemudian menjadi                                Sumbangsihnya dalam mendorong penyatuan        untuk mengantarkan Indonesia ke gerbang
                           Presiden soal penghapusan Uni Indonesia        Ketua dari Komite Olimpiade Indonesia sampai                            kembali Republik Indonesia dari negara federal   kemerdekaan. Melalui program utama kabinet
                           Belanda akibat Irian Barat yang berlarut-larut.  tahun 1955. Ia juga diangkat menjadi Ketua Ikada                      ciptaan Konferensi Meja Bundar seringkali      yang dipimpinnya, Halim telah mengantarkan





                           202   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  203
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219