Page 219 - Perdana Menteri RI Final
P. 219

Lohanda, dkk., Sejarah Peralihan pemerintah RIS ke RI:   tersebut tidak pernah dibicarakan dalam parlemen. mosi   Hatta) dan 15 negara bagian lainnya yang mengakui   tidak taat pada NDT”; KR 19 Januari 1950. “Peleburan
 Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta:   natsir ini baru dibicarakan ketika sidang pleno gabunagan   RIS secara de jure. Lihat Nadi Djaja dan M. Rusjad   NDT ke Republik satu Kenjataan; Kedaulatan Rakjat 20
 Depdikbud, 1986, hlm.73; Nani Mulyani, dkk., Op.cit.,   antara RIS dan RI untuk membentuk negara kesatuan yang   Nurdin, 1950, Almanak Indonesia 1950/1369,Bandung:   Januari 1950. “Surat dari Soerabaia: Bubarkan Negara
 hlm. 186.   dicantumkan dalam piagam persetujuan pada Mei 1950.   Pustaka, 1950), hlm. 65-7. Lihat Lembaran Negara No.1   Djawa Timur!”.
 Subakir, Skets Parlementer,. Djakarta: Pena, 1950, hlm. 43-  Tahun 1950 tentang pemberlakuan UU Federal dan
 47  Beberapa Tjajatan Detik dan peristiwa, hlm. 76.           93  Kedaulatan Rakjat 14 Januari 1950. “Dewan Pemerintahan
 4.                Peraturan Pemerintah, termasuk pasal 143 dan 139 yang
                                                                  Kota Padang Setudju Penggabungan pada Republik”;
 48  J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 96; Moh. Tholchah Mansyur,   menggantikan Undang-Undang darurat sebelumnya.
 62  Ibid., hlm. 96-9                                             Kedaulatan Rakjat 27/29 Januari 1950. “Komisi Persiapan
 Pembahasan beberapa Aspek tentang Kekuasaan-kekuasaan
               75  Moh. Tholchah Mansyur, Op.cit., hlm.44         Penggabungan dibentuk di Padang”
 Eksekutif dan Legislatif Negara Indonesia. Yogyakarta: Radya   63  Anonim, t.t., Kembali kepangkuan Republik Indonesia:
 Indria, 1969, hlm. 38.   Menjongsong Terbentuknja Negara Kesatuan pada 17 Agustus   76  J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 109.   94  Kedaulatan Rakyat, 12 Januari 1950. “Pembubaran NDT
 1950. Djawa Tengah: Djawatan Penerangan), hlm. 58-9;             dan Pasundan ditinjau Kab.RIS”; Kedaulatan Rakjat,
 49  Nieuwe Courant, 7 September 1950. “WIe zijn Indonesia’s   77  Kedaulatan Rakyat, 17 Januari 1950.
 Bibit Suprapto, Op.cit., hlm. 120-21.                            29 Januari 1950. “Pasundan masuk RI: mosi D.P.H
 nieuwe Ministers?”
               78  J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 100               Indramayu”.
 64  Kedaulatan Rakyat, 17 Januari 1950. “Mangunsarkoro:
 50  Farabi Fakih, “Keraton dan Rakyat: Kejasama Menuju
 Dalam 5th leerplicht harus bawa hasil”.  79  Kedaulatan Rakyat, 1 Maret 1950, “Tgl.6 panitia2   95  Kedaulatan Rakyat, 7 Januari 1950, “Modjokerto
 Kemerdekaan Indonesia”, dalam Gelora di Tanah Raja:
                   penjelidik ke Sumatra”                         Mendahului”
 Yogyakarta pada masa Revolusi 1945-1950. Yogyakarta:   65  Kedaulatan Rakyat, 17 Maret 1950, “30.000 peladjar
 Dinas Kebudayaan DIY, 2017. hlm. 42-4  pedjoangan didemobilisasi)  80  Kedaulatan Rakyat, 28 Maret 1950, “Republik terus   96  Kedaulatan Rakjat, 28 Januari 1950.”Menudju Kesatuan
                   Berjuang”.                                     Republik Indonesia”.
 51  Anonim, t.t., Kembali kepangkuan Republik Indonesia:   66  Kedaulatan Rakyat, 18 Februari 1950. “Usul Reshuffle
 Menjongsong Terbentuknja Negara Kesatuan pada 17   berarti mosi tida pertjaja- kata Halim”.  81  Kedaulatan Rakyat, 25 Maret 1950, “Rakjat Djw. Timur   97  Kedaulatan Rakjat, 30 Januari 1950. “Banjar putuskan
 Agustus 1950, (Djawa Tengah: Djawatan Penerangan),   rindu lihat pemimpin2 Republik”.  Masuk Republik”.
 67  Ibid., hlm. 101-02. Prawoto Mangkusasmito adalah ketua
 hlm.58-9; Bibit Suprapto, Perkembangan Kabinet dan
 Badan Pekerja yang menggantikan Mr. Assaat yang   82  Kedaulatan Rakyat, 31 Maret 1950, “Assaat ke Djawa   98  Kedaulatan Rakyat, 21 Februari 1950.
 Pemerintahan di Indoensia. Jakarta: Ghalila Indoensia, 1985,
 menjadi presiden Negara Bagian RI. Prawoto memimpin   Tengah”.
 hlm. 116-20.                                                  99  Kedaulatan Rakyat, 2 Maret 1950.
 sidang Badan Pekerja ketika Perdana Menteri Halim
               83  Java Post 17 April 1750, “P.M.Halim dan Rombongan di
 52  Kedaulatan Rakyat, 6 Januari 1950 “Dugaan tentang   melakukan pembelaan politik kabinetnya pada Februari   100  Kedaulatan Rakyat, 2 Maret 1950.
 susunan Kabinet: Baru Positip sehabis 10 Djan. Saptu hatta   1950. Pada saat itu pembelaan terhadap PM Halim   Kota Palembang”.
 Mungkin datang”  hanya datang dari Partai Sosialis Indonesia, anggota   101  Kedaulatan Rakyat, 2 Maret 1950.
               84  Java Post 17 April 1750, “Rapat umum di Lapangan Hatta
 lainnya hanya melontarkan kritik terkait kebijakan dalam
 53  Kedaulatan Rakyat, 7 Januari 1950, “Adam Malik   “.       102  Kedaulatan Rakyat, 3 Maret 1950.
 memperjuangakn negara kesatuan, usaha-usaha ekonomi,
 dicalonkan menteri penerangan”; Kedaulatan Rakyat, 9
 sosial yang berhubungan dengan perburuhan, dan keuangan   85  Java Post 24 April 1750, “di Djambi tidak ada Mr. dan Dr.:   103  Lihat Lembaran Negara nomor. 13, 1950. berisi tentang
 Januari 1950, “Pembentukan Kabinet masih hanget “.; J.R.
 negara. Logisnya, para anggota Badan Pekerja akan   Kesan-kesan Perdjalanan P.M.Halim”.  penyelenggaraam tugas pemerintahan daerah negara
 Chaniago, Op.cit., hlm. 97-8).
 kehilangan banyak hal ketika kabinet PM Halim harus              PAsundan oleh RIS karena walinegara Pasundan
               86  Undang-undang dasar RIS terdapat pasal yang mengatur
 54  Anonim, t.t., Kembali kepangkuan Republik Indonesia:   berhenti dalam kondisi negara yang kritis. Bagaimanapun   meletakkan jabatannya. penetapan peraturan dilakukan
                   tentang pembentukan undang-undang darurat yaitu pasal
 Menjongsong Terbentuknja Negara Kesatuan pada 17   juga RIS terbentuk dari sendi Republik Indonesia. Prawoto   pada 10 Februari 1950, dan diumumkan pada 20 Februari
                   139, berbunyi:
 Agustus 1950, Djawa Tengah: Djawatan Penerangan,   sebagai pimpinan sidang tidak memberikan kesempatan   1950, hlm. 1-3.
 hlm.58-9; Bibit Suprapto, Perkembangan Kabinet dan   pada peserta sidang untuk menjawab atau memberikan   1. pemerintah berhak atas kekuasaan dan tanggung djawab
                                                               104  Lihat Lembaran Negara Nr.22, 1950. berisi tentang
 Pemerintahan di Indoensia, Jakarta: Ghalila Indoensia, 1985,   sanggahan terhadap pertanggungjawaban PM Halim. Jeda   sendiri menetapkan undang-undang darurat untuk
                                                                  pengajuan pemerintah negara Sumatera Selatan agar
 hlm. 116-20. Sebelumnya, Assaat pernah menjadi ketua   waktu yang diberikan untuk sidang pada hari berikutnya   mengatur hal-hal penyelenggaraan-pemerintahan federal
                                                                  pemerintah RIS melakukan penyelengaran negara karena
 KNIP, Lihat Aboe Bakar Loebis, Op.cit., hlm. 85.   tentu saja membuat para anggota Badan Pekerja berfikir dua   jang karena keadaan-keadaan yang mendesak perlu diatur
                                                                  walinegara Sumsel telah meletakkan jabatannya. dengan
 kali untuk menggulingkan kabinet Halim apabila hanya   dengan negara.
 55  Bibit Suprapto, Perkembangan Kabinet dan Pemerintahan        demikian, pemerintah RIS menetapkan undang-undang
 membawa bahaya bagi negara. Subakir, Skets Parlementer,
 di Indoensia. Jakarta: Ghalila Indoenesia, 1985, hlm. 120.   2. undang-undang darurat mempunyai kekuasaan dan kuasa   darurat tentang penyelenggaraan tugas pemerintahan di
 Djakarta: Pena, 1950), hlm. 71, 73-4.
 Lihat Beberapa Tjatatan Detik dan Peristiwa, hlm. 79-80.   undang-undang federal: ketentuan ini tidak mengurangi   Negara Suamtera Selatan oleh Republik Indonesia Serikat.
 68  Kedaulatan Rakyat, 20 Maret 1950. Lihat Bambang   yang ditetapkan dalam pasal yang berikut. Lihat Nadi   penetapan aturan tersebut pada 17 Maret 1950, hlm. 1-3;
 56  Kedaulatan Rakyat, 20 Januari 1950. “Djiwa program
 Purwanto, Krisis di Awal Kebangkitan: Pengguntingan   Djaja, Op.cit., hlm. 119)  Moh. Tholchah Mansyur, Op.cit., hlm. 41
 kabinet: Pertahankan Republik sebagai Pelopor! Tapi
 Uang Pada Masa RIS, 1950, dalam “Seminar Sejarah
 hingga kini belum diumumkan”.  87  Mona Lohanda, dkk., Op.cit., hlm. hlm. 55.  105  Recomba adalah nama pemerintahan administrasi Belanda
 Nasional IV: Subtema II Dinamika Pertumbuhan Ekonomi
                                                                  (Regeringscommissaris voor Bestuursaangelegenheden).
 57  Kedaulatan Rakyat, 19 Januari 1950. “Sjahrir dan   Bangsa Indonesia”. Yogyakarta, 1985.  88  Kedaulatan Rakjat, 9 Januari 1950, “Banten tetap daerah   Sebelum diganti, namanya adalah NICA (Netherlands Indies
 Monomutu: Tetang Kabinet RI baru”.  RI”;                         Civil Administration).
 69  A.B. Lapian,dkk.,Terminologi Sejarah 1945-1950 & 1950-
 58  J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 45-57, 97.  1959. Jakarta: Depdikbud RI, 1996, hlm. 234-35.  89  Kedaulatan Rakjat, 14 Januari 1950. “Sekali Republikan
                                                               106  Kedaulatan Rakyat, 20 Maret 1950.
                   tetap Republikan”;
 59  Kedaulatan Rakyat, 20 Januari 1950. “Djiwa program   70  Kedaulatan Rakyat, 22 Maret 1950.  107  Kedaulatan Rakyat, 25 Maret 1950.
 kabinet: Pertahankan Republik sebagai Pelopor! Tapi   90  Kedaulatan Rakjat, 17 Januari 1950. “Penduduk Tjirebon
 71  J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 109-111.
 hingga kini belum diumumkan”.  hanja akui Republik”.          108  Kedaulatan Rakyat, 25 Maret 1950.
 72  A.B. Lapian,dkk., Op.cit., hlm. 192.
 60  Kedaulatan Rakyat, 22 Januari 1950. “PNI dan Kabinet   91  Kedaulatan Rakyat, 6 Januari 1950, “panitia Penggabungan   109  Java Post 26 April 1750.
 Baru”.  73  Lembaran Negara Nr.3, 1950, hlm. 3-6  pada Republik untuk Djawa Tengah”; Kedaulatan Rakjat
                                                               110  Java Post 2 Mei 1950.
                   22 Januari 1950. “Penggabungan Djawa Tenagh disetudjui
 61  Natsir dikenal sebagai penggagas ide “penggabungan   74  Piagam persetujuan konstitusi RIS yang ditanda-tangani
                   DPR”.                                       111  Java Post 8 Mei 1950.
 negara-negara bagian yang dilakukan secara integraal atas   pada tanggal 29 Januari 1949. Penandatanganan piagam
 program (kerja) tertentu”. Mosi yang diusulkan oleh Natsir   tersebut dilakukan oleh perwakilan RI (Drs. Mohammad   92  Kedaulatan Rakyat 9 Januari 1950, “Rakyat Djawa Timur   112  Java Post 10 Mei 1950.
 206  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  207
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224