Page 217 - Perdana Menteri RI Final
P. 217
bangsa ini kembali pada proklamasi 17 Agustus ENDNOTES
1945 menjadi sebuah Negara Kesatuan. Periode
Revolusi ditutup oleh seorang Perdana Menteri 1 J.R. Chaniago. (1981). Diantara hembusan dan benturan. 23 Pemuda menteng 31 seperti Adam Malik, Chairul Saleh,
Kenang-kenangan dr. Abdul Halim 1942-1950. dalam Sukarni dan anggota lainnya. Lihat A.M. Hanafi, Menteng
pemuda ini menandakan akan selesainya
“Penerbitan Sejarah Lisan Nomor 1”. Arsip Nasional 31: Markas Pemuda Revolusioner Angakatan 45, (Jakarta:
sosok pemuda sebagai pemimpin utama. Yang Republik Indonesia: Jakarta. hlm. 97. Sinar Harapan, 1996), hlm. 15 ; Nani Mulyani, dkk.,
Op.cit., hlm. 10.
dibutuhkan selanjutnya adalah sosok-sosok 2 J.R. Chaniago. (1981). Kenang-kenangan dr. Abdul Halim
1942-1950. h. 99. 24 A.G. Pringgodigdo, Op.cit., hlm.24
teknokrat, administrator serta pemimpin politik
3 J.R. Chaniago. (1981). Kenang-kenangan dr. Abdul Halim 25 A.G. Pringgodigdo, Op.cit., hlm. 27-30
massa dan umat. Dalam hal itu, tampak bahwa 1942-1950. h. 82.
26 Ibid., hlm. 33
sosok Halim agak tidak cocok dengan zaman 4 Lihat Tim Penyusun, Pendidikan di Indonesia dari Jaman
27 Ibid., hlm. 36
ke Jaman. Jakarta: Depdikbud, 1979, hlm.47.
baru tersebut. Kemampuan intra-personal dia 28 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 24-27, 33-5
5 J.R. Chaniago, Kenang-kenangan dr. Abdul Halim 1942-
yang baik, kemampuannya menempatkan diri 1950, , hlm. 118-19 29 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 28-9
serta membaca situasi memang merupakan 6 Ibid., hlm. 20; CBZ: Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting. 30 Nani Mulyani, dkk., Op.cit., hlm.72-83.
sesuatu yang amat penting dan dihargai 7 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 12 31 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 28-9
pada masa revolusioner, tetapi negara baru 8 Ibid., hlm. 5 & 11 32 Ibid., hlm.39
membutuhkan kebutuhan-kebutuhan baru. 9 Ibid., hlm. 4 33 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 46
Sementara itu, Halim sendiri siap untuk masuk 10 Hormat dengan membungkukkan badan. 34 Robert Cribb, “Opium and the Indonesian Revolution.”
Modern Asian Studies. Vol 22, no. 4, 1988, p. 713.
11 Sakura Jepang adalah orang-orang jepang yang datang
kembali dalam kehidupan sipil dan bekerja keras
seiiring dengan arus perang pasifik. 35 J.R. Chaniago, op.cit., hlm. 81-86.
mewujudkan mimpinya dalam bidang kesehatan
12 Halim menjelaskan bahwa sebagian besar dari sakura yang 36 Sebelum secara intens melakukan pertemuan secara
dan olahraga nasional. Sulit untuk mengetahui dirawat di RSUP hanya meminta untuk hanya dilayani oleh langsung, komunikasi antara A.Halim dan Sri Sultan
tenaga medis perempuan. Ibid., hlm. 15-16. sebelumnya hanya melalui kurir-kurir yang mereka
apakah Halim merasa kecewa bahwa karir kirimkan untuk saling bertukar informasi, Lihat Ibid.,
13 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 2-7
81-6. Keterangan lain terkait dengan kegiatan bertukar
politiknya berakhir justeru pada saat Republik
14 Ibid., hlm. 8. informasi melalui kurir dapat dilihat pada Atmakusumah,
Indonesia mulai merasakan kemerdekaan. Tak Tahta Untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan
15 A.B. Lapian,dkk., Terminologi Sejarah 1945-1950 & 1950-
Hamengku Buwono IX, (Jakarta: Gramedia, 1982), hlm. 77
dapat dipungkiri tapi bahwa Abdul Halim tidak 1959, Jakarta: Depdikbud RI, 1996), hlm. 9.
37 J.R. Chaniago, op.cit., hlm. 87-90, 119. Pasca serangan
sedikit pun menyesal menjadi bagian penting 16 Aboe Bakar Loebis, Kilas Balik Revolusi: Kenangan, Pelaku, umum 1 maret 1949, Sri Sultan dilarang untuk menerima
dan Saksi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1992,
tamu dari luar keraton. namun Halim mendapatkan
dalam mewujudkan kemerdekaan pada masa hlm. 73; J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 9-11. undangan dari Sri Sultan untuk datang ke Kraton seperti
revolusi Indonesia itu. 17 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 23, 118. ketika menjadi sediakala tanpa mengindahkan instruksi dari Jenderal
mahasiswa kedokteran A.Halim tinggal di Kwitang No.14. Meyer. Atmakusumah, Op.cit., hlm. 202.
Mahasiswa kedokteran yang tinggal di Asrama Fakultas
38 Nani Mulyani, dkk., Op.cit. 204 & 218; J.R. Chaniago,
Kedokteran Prapatan 10 dikenal mempunyai jaringan
Op.cit., hlm. 91-5; Mestika Zed, Pemerintah Darurrat
gerakan bawah yang mendapatkan pengaruh dari Sjahrir.
Republik Indonesia: Sebuah Mata Rantai Sejarah yang
Mahasiswa yang tinggal dalam asrama tersebut mempunyai
terlupakan, (Jakarta: Grafiti, 1997), hlm. 284-85.
orientasi ke Barat mengingat lembaga pendidikan ini
juga merupakan warisan Belanda yang mengalami sedikit 39 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 41-4
perubahan pada masa Jepang. A.B. Lapian,dkk., Op.cit,
40 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 55-6, 67
hlm. 9
41 Forum Komunikasi Alumni GMNI Jawa Timur, 80 tahun
18 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 14
Dr .H. Roeslan Abdulgani: 24 November 1994, Surabaya:
19 Ibid., hlm. 12-3. Forkom Alumni GMNI Jawa Timur, 1994), hlm. 109-11.
20 Aboe Bakar Loebis, Op.cit., hlm. 89-90; J.R. Chaniago, 42 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 67-70
Op.cit., hlm. 13&19.
43 Ibid., hlm. 72-6
21 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 21-3; Nani Mulyani, dkk.,
44 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 72-7
Op.cit., hlm. 11.
45 Ibid., hlm 77-80; Nani Mulyani, dkk., Op.cit., hlm. 185.
22 A.G. Pringgodigdo, Perubahan Kabinet Presidensiil menjadi
Kabinet Parlementer, Yogyakarta: Jajasan Fonds Universitit 46 M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: Serambi,
negeri Gadjah Mada, t.t), hlm. 25. 2010, hlm.488-90. Lebih lanjut dapat dilihat pada Mona
204 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 205

