Page 220 - Perdana Menteri RI Final
P. 220
113 Java Post 16 Mei 1950. 140 Java Post 5 Djuni 1950.
114 Java Post 17 Mei 1950. 141 Java Post 5 Djuli 1950.
115 Mona Lohanda, Op.cit., hlm.57. 142 Ide Anak Agung Gde Agung, Op.cit., hlm. 770-71.
116 Java Post 19 April 1950; Java Post 19 April 1950. 143 Lihat Lembaran Negara Nr.59, 1950. berisi tentang
peraturan pembentukan daerah provinsi Negara Kesatuan
117 Kedaulatan Rakyat, 25 Maret 1950.
yang terdiri dari 10 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah,
118 Kedaulatan Rakjat, 11 Maret 1950. Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera
Selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil.
119 Java Post, 27 Djuli 1950.
peraturan tersebut mulai berlaku pada tanggal terbentuknya
120 Anonim., Kembali kepangkuan Republik Indonesia: Negara Kesatuan Republik Indoensia. penetapan
Menjongsong Terbentuknja Negara Kesatuan pada 17 Agustus pembentukan peraturan tersebut pada 14 AGustus 1950,
1950, (Djawa Tengah: Djawatan Penerangan, 1950), hlm. diumumkan pada 16 Agustus 1950, hlm. 1-3.
42-4.
144 Ide Anak Agung Gde Agung, Op.cit., hlm.64
121 Java Post 19 April 1750; Kedaulatan Rakyat, 25 Maret
1950. 145 Java Post 19 Djuli 1950, “Negara Kesatuan kini Lantjar”.
146 Java Post 29 Djuli 1950, “Partai Kiri Tetap Menghendaki
122 Kedaulatan Rakyat, 28 Maret 1950.
Amandemen”.
123 Java Post 28 April 1750.
147 Geogre McTurnan Kahin, Op.cit., hlm. 643-46. Lihat
124 Ricklefts, Op.cit., hlm. 488-490. Soebagio I.N., dkk, Wilopo 70 tahun, (Jakarta: Gunung
Agung, 1979) hlm. 97. Kahin 643-46; Bibit , Op.cit., hlm.
125 George McTurnan Kahin, Op.cit., hlm. 639.
122; Mona Lohanda, Op.cit., hlm. 71. Lihat Lembaran
126 Ibid., hlm. 640-42. Negara Nr.56, 1950. berisi tentang keputusan perubahan
konstitusi sementara RIS menjadi UUDS Republik
127 Kedaulatan Rakyat, 18 Maret 1950.
Indonesia. undang-undang tersebut disahkan pada 15
128 Ide Anak Agung Gde Agung, Dari Negara Indonesia Timur Agustus 1950, dan diumumkan pada 15 AGustus 1950,
ke Republik Indonesia Serikat, Yogyakarta: Gadjah Mada hlm. 1-39.
University Press, 1985, hlm. 765.
148 Ide Anak Agung Gde Agung, Op.cit., hlm. 770-71.
129 Mona Lohanda, Op.cit., hlm.60-1.
149 Bibit Suprapto, Op.cit., hlm.123.
130 Lihat Soebagio I.N., dkk, 1979, Wilopo 70 tahun, Jakarta:
Gunung Agung, hlm. 97; Ide Anak Agung Gde Agung, 150 J.R.Chaniago, Op.cit., hlm. 112.
Op.cit., hlm. 766.
151 Java Post 13 Agustus 1950, “Panitya Negara Kesatuan”.
131 Ide Anak Agung Gde Agung, Op.cit., hlm. 765-66.
152 Ide Anak Agung Gde Agung, Op.cit., hlm. 771-73.
132 J.R. Chaniago, Op.cit., hlm. 112; Java Post 31 Mei 1950,
153 Geogre McTurnan Kahin, Op.cit., hlm. 646.
“Panitya RI mendapat Mandat Penuh”.
154 Nieuwe Courant, 12 September 1950.
133 Java Post 20 Mei 1950.
155 Nieuwe Courant, 12 September 1951.
134 Penentang pembentukan negara kesatuan juga berasal
dari PBI, Partai Buruh Indonesia dengan ketua fraksinya 156 Nieuwe Courant, 9 September 1951.
Ir.Sukirman yang kemudian keluar adri panitia bersama
pembentukan negara kesatuan. baginya, Pembentukan 157 Ulf Sundhaussen, Politik Militer Indonesia. 1945-1967, p.
Negara Kesatuan hanya kelanjutan dari KMB dan tidak 105-106.
bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat karena
158 Java-Bode. 12 September 1950.
masih terdapat modal asing yang tidak sejalan dengan
kepentingan rakyat. Lihat Subakir, Skets Parlementer. 159 Java-Bode. 15 September 1950.
Djakarta: Pena, 1950, hlm. 42.
160 Nieuwe Courant. 19 Desember 1950.
135 Mona Lohanda, Op.cit., hlm.62.
161 Algemeen Dagblad, 23 Desember 1950.
136 Ide Anak Agung Gde Agung, Dari Negara Indonesia Timur
ke Republik Indonesia Serikat, Yogyakarta: Gadjah Mada 162 Algemeen Handelsblad, 11 September 1950.
University Press, 1985, hlm. 767-69.
163 Lutan, R. (2005). Indonesia and the Asian Games: Sport,
137 Moh. Tholchah Mansyur, Op.cit., hlm. 42-43 nationalism and the ‘new order’. Sport in Society, 8(3), h. 419.
138 Java Post 19 Mei. 164 J.R.Chaniago, Op.cit., h. 34.
139 Java Post 2 Djuni 1950.
MOHAMMAD NATSIR
208 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959

