Page 224 - Perdana Menteri RI Final
P. 224

serta Ahmad Hassan yang mempengaruhi           oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja                               meleburkan diri mendjadi Masjumi.              Hatta melanjutkan sekolahnya di Universitas
                           pandangan Islam politisnya.                    pada  tahun 1958.  Melakukan pemberontakan                              Seorang  kuat  Masjumi  jang  dapat            Leiden di Belanda dan sehingga melihat dengan
                                                                          di tanah adat Minangkabaunya, Natsir                                    kepertjajaan dari lawan politiknja djuga,      mata-sendiri Demokrasi Parlementer Eropa,
                           Periode kedua adalah periode tahun 1930an,
                                                                          mencapai titik terendah hidupnya ketika                                 dan ternjata seorang kuat Indonesia jang       sementara Natsir, seperti Sukarno, tidak pernah
                           ketika ia menjadi seorang guru dan polemis di
                                                                          pasukan TNI melakukan serangkaian ofensif                                                 4                            mendapat kesempatan untuk mengalami tinggal
                           Bandung. Pada masa ini, Natsir muncul sebagai                                                                          berbadan lemah”.
                                                                          yang menyebabkan kematian Jenderal Dahlan                                                                              di masyarakat Eropa ketika ia menolak beasiswa
                           sosok intelektual di kalangan nasionalis yang
                                                                          Djambek dan mengancam hidupnya. Setelah                                  Ketika George McTurner Kahin, ahli Indonesia   universitas yang ditawarkan kepadanya ketika ia
                           bercorak politik Islam. Natsir memanfaatkan
                                                                          ambruknya Demokrasi Terpimpin Sukarno,                                  tersohor dari Cornell University, bertemu      selesai masa pendidikan HBSnya.
                                                                                                                                                                                                                               6
                           pendidikan  Barat   HBS-nya    yang   telah
                                                                          Natsir kembali masuk dalam masyarakat                                   dengannya pada tahun 1947 di Yogyakarta
                           memberikan pemahaman yang mendalam atas                                                                                                                               Dari tulisan-tulisannya semenjak periode tahun
                                                                          sipil Orde Baru, tetapi ia menemukan sebuah                             dalam periode penelitian S3-nya dalam bidang
                           filsafat pencerahan Barat dan digunakannya                                                                                                                            1930an sampai dengan tulisan tahun 1970an
                                                                          masyarakat sipil yang sangat berbeda dengan                             ilmu politik di Universitas Yale, ia terkejut
                           untuk menyerang pandangan modernis-sekuler                                                                                                                            dan 1980annya, tampak muncul sosok yang
                                                                          masyarakat sipil demokratis yang ia temui pada                          betapa sederhananya pakaian dari sosok Menteri
                           dari  kaum  nasionalis  kiri.  Beberapa  polemik                                                                                                                      penuh  amarah  akan posisi subordinat Islam
                                                                          awal kemerdekaan. Masyumi tidak akan pernah                             Penerangan Indonesia itu.  Saking sederhana
                           besarnya termasuk perdebatan Natsir dengan                                                                                                                            dalam masyarakat. Natsir melihat Islam dan
                                                                          hidup kembali sampai sekarang, dan sosok                                pakaiannya, staf di kementeriannya bahkan
                           Sukarno  dan  Soetomo  yang  memperkuat                                                                                                                               Muslim segaris dengan masyarakat pribumi
                                                                          Natsir  mulai berubah  menjadi  seorang  ulama                          menyumbangkan  duit  untuk  membelikan
                           posisinya sebagai salah satu tokoh intelektual                                                                                                                        dan sehingga amarahnya terhadap kejatuhan
                                                                          sejati dengan pandangan yang konservatif.                               pakaian yang lebih representatif untuknya.
                                                                                                                                                                                       5
                           Muslim terkemuka Indonesia.                                                                                                                                           Islam adalah kemarahan terhadap kolonialisme
                                                                          Siapakah Natsir? Tamar Djaja dalam kata                                 Orang yang bersahaja dan tidak suka pamer,     dan imperialisme Barat. Dalam pandangannya,
                           Periode ketiga adalah periode kompromi dan
                                                                          pengantar buku Natsir mengatakan bahwa                                  Natsir merupakan sosok intelektuil organik.    pergerakan melawan kolonialisme sejalan dengan
                           demokrat  Natsir.  Ini  adalah  periode  semenjak
                                                                                                                                                  Berbeda dengan Sukarno yang  dandy dan         naiknya Islam modernis politik di Timur Tengah
                           pengangkatannya sebagai Menteri Penerangan     “Walaupun badannja ketjil tipis, kurus
                                                                                                                                                  flamboyan, ataupun Mohammad Hatta dan          dan Hindia Belanda. Tetapi walaupun dalam
                           pada Kabinet Sjahrir dan kabinet-kabinet lainnya   dan lemah, tetapi didalam dadanja
                                                                                                                                                  Sutan  Sjahrir  yang  dipengaruhi  oleh  sosok   tulisan dan khotbahnya banyak yang berisi
                           sepanjang berlanjutnya Revolusi Kemerdekaan,
                                                                          terkandung djiwa besar yang luar biasa.
                                                                                                                                                  intelektuil Barat dan mencontoh fesyen dan     amarah terhadap apa yang dilihatnya sebagai
                           serta periode Demokrasi Liberal ketika ia
                                                                          Ia jang selalu senjum dan seorang jang                                  perilaku sesuai dengan ide idealis intelektuil Barat   ketidak-adilan, dalam sosok kesehariannya
                           menjabat  sebagai  Perdana  Menteri dan  Ketua
                                                                          tidak suka mengetjilkan hati tamu jang                                  itu, Natsir menolak Barat secara kategorikal.   ia  merupakan  orang  yang  jauh  dari  hal  itu.
                           Faksi Masyumi di Parlemen. Pada periode ini,
                                                                          ingin bertjakap dengan dia, walaupun                                    Ia menolak asumsi Barat bahwa fondasi          Audrey Kahin yang  melakukan serangkaian
                           sosok Natsir sebagai orang yang demokratis dan
                                                                          dari  golongan  rendah  mesti  dilajaninja,                             akal dan ilmu itu berasal dari peradabannya    wawancara pada tahun 1970an diperkenalkan
                           mau bekerja-sama muncul. Ia menunjukkan
                                                                          semua ini menjebabkan namanja semakin                                   ataupun dari agama Kristen. Sementara itu, ia   kepada Mohammad Natsir oleh George
                           sebuah model politisi Islam yang sesuai dengan
                           nilai-nilai Pancasila bangsa.                  bertambah harum dikalangan masjarakat.                                  menemukan  fondasi itu  dalam  Islam.  Berbeda   Kahin, suaminya, yang memiliki hubungan
                                                                                                                                                  dengan Mohammad Hatta yang merupakan           persahabatan yang erat dengannya. Audrey yang
                                                                          Ia terkemuka dikalangan tinggi dan
                           Periode terakhir bisa disebut sebagai periode tua                                                                      seorang Muslim taat tetapi sangat kagum akan   pertama kali bertemu dengannya pada tahun
                                                                          tentu lebih terkemuka dikalangan
                           Natsir dan dimulai dengan pemberontakkannya                                                                            Demokrasi Parlementer Eropa, Natsir percaya    1967 melihatnya sebagai seorang pemimpin yang
                                                                          rakjat murba. Sedjak Masjumi didalam
                           terhadap  Sukarno   lewat   PRRI-Permesta.                                                                             bahwa jawaban atas masyarakat Indonesia tidak   penuh integritas, sosok yang sederhana, baik
                                                                          pegangan tangannja, nampak benar
                           Periode ini melihat perubahan sikapnya                                                                                 perlu menggunakan Eropa sebagai model. Ia      hati dan penuh rasa hangat. Seorang simpatisan
                                                                          kepesatan kemadjuan partai itu sehingga
                           terhadap demokrasi yang diakibatkan karena                                                                             percaya bahwa Agama Islam sudah memiliki       Republik dari Inggeris menyebutnya sebagai
                                                                          diseluruh Indonesia sampai kepelosok2
                           kegagalan pencapaian tujuan-tujuan politiknya                                                                          model yang paling tepat Indonesia. Kahin       seorang Sumatra yang berhalus tutur dengan
                           serta ambruknya otoritas partai Masyumi yang   didirikan orang Masjumi, dan malah                                      mengaggap bahwa perbedaan antara Natsir        perilaku yang halus. Ia merupakan sosok dengan
                           dideklarasikan sebagai organisasi terlarang    banjak perkumpulan2 Islam lainnja jang                                  dan Hatta dalam hal ini disebabkan karena      nilai-nilai yang dipegang teguh tetapi juga yang





                           212   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  213
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229