Page 227 - Perdana Menteri RI Final
P. 227

tidak keras dan memegang teguh keadilan   lagi ke Solok hingga pindah lagi ke Padang.   belajar biola dan juga bergabung dengan pandu   erat dengan kaum nasionalis di Bandung lewat
 dengan tanpa fanatisisme berlebihan. Mungkin   Natsir sendiri tumbuh besar di Alahan Panjang,   Nationaal Islamiche Padvinderij (Natipij), sebuah   perkumpulan Jong Islamieten Bond (JIB) ataupun
 hal ini diakibatkan karena pemuda Inggeris ini   tinggal di rumah saudagar kopi sahabat ayahnya   organisasi kepanduan di bawah Jong Islamieten   lewat pembacaannya terhadap analisis-analisis

                                  11
 bertemu dengannya pada periode demokratis   yang memberikan pinjaman rumah. Saudagar   Bond cabang Padang.    kaum nasionalis yang menggunakan pendekatan
 hidupnya, tetapi tak dapat dipungkiri bahwa   perkebunan kaya raya bernama Sutan Rajo   Marxist  untuk  mengkritik  kolonialisme
               Karena nilai-nilainya tergolong baik, selepas
 kepercayaan kuatnya terhadap Islam politik   Ameh yang meminjamkan rumah di tepian   Belanda. Natsir membaca buku dan diskusi
 tidak mendorongnya menjadi sosok yang vulgar,   sungai. Satu rumah untuk keluarga Natsir   lulus dari MULO Padang, Natsir kemudian   tentang industri gula Jawa di perpustakaan dan
 fanatis dan penuh rasa benci terhadap orang-  satu lagi untuk keluarganya. Kesaksian ini   mendapat beasiswa untuk bersekolah di AMS   berdiskusi dengan teman-teman nasionalisnya.
                                                                                                        13
 orang yang dianggapnya sebagai musuh.  disampaikan  Hamdi, cucu  Sutan  Rajo Ameh,   Bandung jurusan Ilmu Sastra dan Humaniora
               Barat.  Pada  tahun  1927  Natsir  kemudian     Dalam pidato kelasnya, Natsir menolak anggapan
 yang mengatakan bahwa kakeknya bersahabat
 Biografi ini akan menelusuri empat periode   berlayar ke Batavia menuju Bandung, dan untuk   bahwa industri gula telah mensejahterakan rakyat
 8
 baik dengan ayah Natsir.
 hidup  dari  sosok  Muhammad Nastir.  Selain
               pertama kalinya, menjejakkan diri di Pulau      Jawa dan sebaliknya ia katakan bahwa penikmat
 penekanannya sebagai Perdana Menteri, biografi   Natsir sempat mengeyam pendidikan sekolah   Jawa. Pembelajaran Humaniora Barat ini sangat   utama industri ini adalah kaum kapitalis Barat
 ini juga akan menekankan ide-ide politiknya   rakyat di Maninjau sebelum akhirnya masuk   berkesan dalam jiwanya. Di AMS, ia belajar   dan para bupati yang telah meyakinkan rakyat
 yang sangat penting dalam memahami bukan   ke Hollands Inlandsch School (HIS) Adabiah di   Bahasa Latin dan berkenalan dengan sosok   untuk menyewakan tanah mereka dengan harga
 saja posisi politiknya dalam periode Demokrasi
 Padang. Sekolah dasar partikelir yang didirikan   filsafat Barat dari zaman Yunani sampai dengan   yang sangat murah. Industri gula ini telah
 Parlementer (1950-1957) melainkan juga dalam
 H. Abdullah Ahmad meniru HIS Negeri dan   periode pencerahan. Walaupun dekat dengan   mengubah para petani dari kaum yang miskin
 menjelaskan posisi politik Islam konservatif   diperuntukkan bagi petani, pedagang dan   sosok Barat dan mendapatkan pendidikan   tapi bebas menjadi kaum pekerja pabrikan yang
 masa kini.
 pegawai  rendahan.  Karena  status  ayah  Natsir   yang sangat bagus yang membuka jendela yang   terikat dengan upah dan selamanya dibebani
 yang pegawai rendahan, cita-citanya masuk   lebar dan pandangan yang dalam akan filsafat   oleh hutang. Gurunya yang menganggap rendah
 MASA MUDA NATSIR  HIS Belanda belum tercapai.  Tetapi dari   Barat,  Natsir  sendiri  tidak  serta-merta  hanyut   siswa  dari  Padang  dan  menunjukkan  ketidak-
 9
 HIS Padang Natsir akhirnya berhasil masuk
 Natsir dilahirkan di Alahan Panjang sebuah   dan mendukung pencerahan Barat beserta   sukaannya terhadap kaum nasionalis ini telah
 desa kecil yang terletak di Kabupaten Solok,   di HIS Negeri di Solok atas bantuan ayahnya.   nilai-nilai liberalismenya. Bahkan sebaliknya,   mendorong Natsir untuk mencari jawaban atas
 Sumatera Barat pada 17 Juli 1903 dari seorang   Ia tinggal bersama keluarga Haji Musa sambil   Natsir mulai mendapatkan pendidikan sejatinya   ketidak-adilan sistem kolonial dan mendorongnya
 keluarga juru tulis kontrolir Maninjau bernama   belajar ilmu fikih dan bahasa arab. Selain itu, ia   melawan pembenaran terhadap kolonialisme   untuk  membuka  matanya  terhadap  analisis
 Mohammad Idris Sutan Saripado. Ibunya   juga menimba ilmu di madrasah pada sore dan   dan  imperialisme  Barat  di  AMS,  dengan   nasionalis yang didasari atas kritikan Marxist
 10
 bernama Khadijah berasal dari keturunan   malam  hari bersama Tuanku  Mudo  Amin.    menggunakan pemahamannya terhadap filsafat   terhadap kolonialisme dan imperialisme. Dimasa
 Chaniago. Ia mempunyai tiga saudara kandung   Pada tahun 1920, Natsir berpindah ke Padang   dan tradisi ilmu Barat itu sendiri.    tuanya, Natsir berterima kasih atas guru itu yang
                                             12
 masing masing bernama Yukinan, Rubiah dan   untuk tinggal bersama kakaknya, Rubiah.   menunjukkan secara mentah-mentah hubungan
 7
 Yohanusun.   Keluarga Natsir sebagaimana   Di Padang ini kembali Natsir melanjutkan   Hubungan kolonialisme bagi Natsir muncul   kolonial dalam bentuk paling pribadi.
 keluarga  Minang  lainnya  taat  dalam  bersekolah di HIS Negeri sampai tuntas pada   dalam hubungan guru-murid yang merupakan
 menjalankan ajaran agama Islam. Ayahnya   1923. Selepas lulus HIS di Padang pada 1923,   hubungan kekuasaan yang asimetris dan vertikal.   Di masa AMS inilah Natsir muncul dengan
 sebagai pegawai rendahan Pemerintah Belanda   Natsir kemudian melanjutkan sekolah ke Meer   Natsir mengingat sosok guru AMS yang tidak   fondasi  kepercayaan  nasionalisme  yang  kuat.
 sering pindah lokasi dinas. Hal tersebut   Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Padang   menyukainya dan tidak simpatis terhadap   Walaupun  sendiri bukan seorang petani gula
 mempengaruhi tempat belajar Natsir yang   hingga selesai pada tahun 1927. Selama di   pergerakan nasionalis. Dalam kelas geografi   di Jawa, ia merasakan betapa sedihnya ditekan
 berpindah-pindah dan sering dititipkan pada   MULO inilah Natsir mendapat beasiswa sebesar   ekonomi, Natsir memilih topik ‘pengaruh   oleh kekuasaan luar dan pandangan rendah
 sanak saudara. Ayah Natsir pernah dipindah   dua puluh rupiah per bulan dari pemerintah   perkebunan dan pabrik gula terhadap rakyat   kaum kolonialis terhadap semua kaum pribumi.
 ke Makassar pada 1918. Kemudian dipindah   Belanda. Selama berada di MULO juga, Natsir   Jawa.’ Pada masa ini, ia telah membina hubungan   Walaupun Natsir bukan orang Jawa, dia mampu





 214  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  215
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232