Page 230 - Perdana Menteri RI Final
P. 230
dalam pandangan Natsir merupakan organisasi beasiswa universitas ke sekolah tinggi hukum Ahmad Hassan ikut memodali pendirian Preanger Bode pada tahun yang sama ceramah
yang mengajarkan kepada anggotanya untuk (Rechts Hoogeschool) di Batavia atau melanjutkan majalah resmi PERSIS tersebut dan mendukung Dr. A.C. Christoffels. Peristiwa ini membuka
20
belajar Islam secara kritis. sekolah tinggi ekonomi (Handels Hogeschool) tulisan-tulisan Natsir. Sementara Natsir sering mata Natsir mengenai satu hal penting yaitu
di Rotterdam Belanda. Namun tawaran itu menulis mengenai artikel-artikel islam dan adanya kesamaan ide dengan para pejuang
Di bawah kendali Agus Salim, JIB berubah
30
ditolaknya. Natsir lebih memilih melanjutkan negara dengan nama pena “is”. Ahmad Hassan reformis islam (pan-islamisme) di Minangkabau
menjadi organisasi modern yang menjadi simbol
karir di dunia pendidikan dan jurnalistik dengan sendiri lebih banyak menulis mengenai syariat mengenai pentingnya perlawanan di jalur
21
antikolonial baru para pelajar di Hindia Belanda.
menjadi guru agama di beberapa MULO agama dan juga kritik-kritiknya soal nasab Nabi pendidikan terhadap pendidikan Belanda yang
Hal ini tidak bisa dilepaskan posisi Agus Salim
Javastraat di Bandung dan Sekolah Guru di di Muhammad dan nasionalisme Arab. membawa misi Kristenisasi. Pokok pertama
yang mampu menempatkan diri mendukung
Gunung Sahari, Lembang. Serta menjadi jurnalis ini menyadarkan Natsir untuk mendirikan
pergerakan nasional setelah dirinya lama 26 Konsep berpikir Natsir sendiri mengenai islam
di Majalah Pembela Islam milik PERSIS. Pendidikan Islam sebagai jalur perjuangan.
berkecimpung menjadi penasehat pemerintah dan negara terbentuk semenjak sebuah peristiwa
22
Belanda. Karir Natsir di JIB semakin cemerlang Natsir melanjutkan kursus diploma guru pada di sekolah AMS Bandung pada tahun 1929. Saat Sementara pokok hal kedua yang membuat
saat diangkat sebagai Ketua JIB Cabang pertengahan tahun 1931 hingga selesai dan itu seluruh murid-murid AMS hadir di sebuah pemikiran politiknya mengenai Islam dan negara
Bandung dari tahun 1928 hingga 1932. Posisi memperoleh ijazah Lager Onderwijs (LO). Hasil gereja untuk mendengarkan ceramah seorang semakin menyala-nyala saat menjadi jurnalis
ketua cabang ini memudahkan Natsir banyak dari kursus diploma guru ini Natsir berhasil menteri Belanda beragama Kristen bernama Pembela Islam dan menghadiri serangkaian pidato
berdiskusi dengan tokoh-tokoh pergerakan lintas menyusun kurikulum Sekolah “Pendidikan Dr. A.C. Christoffels. Menteri Belanda tersebut Sukarno. Pidato-pidato Sukarno mengenai
ideologi. Misalnya ia pernah menghadiri rapat Islam” yang diterapkan pada Taman Kanak- menyampaikan pandangannya mengenai nasionalisme dan semangat antikolonial
umum Partai Nasional Indonesia di Gedung Kanak (Frobelschool), HIS, MULO dan Sekolah perbedaan pengajaran di dalam Qur’an dan juga menarik perhatian Natsir. Tetapi Natsir rupanya
Bioskop Oranje-Casino Bandung pada 17 Guru (Kweekschool). Natsir menjadi direktur di dalam Kristen. Sebenarnya secara umum cukup terganggu dengan pandangan Sukarno
23
Oktober 1929. Dari sinilah Natsir kemudian sekolah “Pendidikan Islam” sejak lulus LO ceramah Dr. A.C. Christoffels tidak menyerang mengenai pengajaran pokok-pokok Islam dan
mengenal gagasan kebangsaan Sukarno dan sampai kemudian Pemerintah Pendudukan islam. Akan tetapi pandangan-pandangannya sumber nasionalisme Sukarno yang berbasis
32
beberapa aktivis nasionalis sekuler lainnya yang Jepang datang membubarkan semua sekolah yang membandingkan antara pendidikan pada Kerajaan Hindu Majapahit. Natsir
27
berada di Partai Nasional Indonesia. Natsir partikelir termasuk sekolah Pendidikan Islam. di dalam Al-Qur’an dan Kristen. Seolah- mengkhawatirkan pandangan-pandangan
juga beberapa kali mendengarkan pidato Cipto Natsir memilih mendirikan Pendidikan Islam olah menjadikan bahan perbandingan bahwa Islam dan negara versi Sukarno. Terlebih ketika
24
Mangunkusumo selama berada di Bandung. (Pendis) sebagai salah satu jalur mengembangkan pendidikan islam tidak begitu bagus. Serta menerangkan demokrasi dan islam dalam
Natsir sering mengadakan diskusi kecil secara pendidikan Islam. Karena dirinya tidak puas memberikan kesan bahwa Yesus adalah nabi pandangan bernegara, Sukarno terlalu berkiblat
31
rutin bersama Mohammad Roem, Prawoto melihat sistem pendidikan tradisional pesantren yang sebenar-benarnya. Natsir memandang kepada konsep negara Turki dengan Mustafa
Mangkusasmito dan Kasman Singodimejo di yang terlalu berfokus pada lmu agama sementara pendapat menteri Belanda ini perlu diluruskan Kemal Ataturk.
Batavia. Diskusi rutin ini diadakan di rumah tidak terlalu responsif dengan perkembangan dan didebat.
Penolakan beasiswa untuk melanjutkan
Agus Salim di Batavia, sehingga Natsir harus dunia. Selain itu Natsir juga melihat bahwa sistem
Saat berdikusi dengan Ahmad Hassan, Natsir pendidikan ke Universitas di Belanda serta
pulang pergi dari Bandung ke Batavia untuk pendidikan Taman Siswa terlalu berorientasi
meminta Ahmad Hassan menulis artikel untuk pengekuhannya untuk membangun pendidikan
28
25
menghadiri diskusi. Proses ini meneguhkan pada kebudayaan Jawa.
meluruskan pandangan ini. Tetapi karena Islam ini merupakan perwujudan dari praxis
bahwa guru-guru politik Natsir selain Ahmad
Pada panggung jurnalistik dan politik, Ahmad Hassan tidak begitu fasih dalam Natsir dan menunjukkan keteguhan dari
Hassan adalah Agus Salim.
perseteruan Natsir dengan politisi nasionalis berbahasa Belanda. Maka Ahmad Hassan hanya kepercayaan dan nilai-nilainya yang kuat. Natsir
Setamat dari sekolah AMS di Bandung pada sekuler seperti Sukarno mengenai perdebatan menyediakan sumber pustaka untuk Natsir percaya bahwa pendidikan Barat merupakan
1930 dengan nilai-nilai yang memuaskan. Islam dan negara menemukan bentuknya saat menulis artikel. Artikel berjudul Muhammad alat yang digunakan kaum penjajah untuk
29
Natsir mendapat tawaran untuk melanjutkan dirinya masuk menjadi jurnalis Pembela Islam. als Profeet tersebut kemudian dimuat dalam memperkuat imperialisme mereka dengan cara
218 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 219

