Page 233 - Perdana Menteri RI Final
P. 233

mempengaruhi dasar cara berfikir dan nalar siswa   tetapi kedudukan mereka dalam hati   Akan tetapi ini tidak  berarti bahwa dalam   Natsir menduduki jabatan Ketua Partai Islam
 agar mereka mendukung sistem yang ada. Dia   rakjat  jang mereka pimpin, djauh lebih   pemerintahan Negara Islam jang merdeka itu   Indonesia (PII) Cabang Bandung dari 1940

 melihat bahwa tujuan pendidikan Barat adalah   semua urusan diserahkan kepada musjawarat   hingga 1942. Ketika Pemerintah Pendudukan
 teguh dan sutji dari pemimpin pergerakan
 Kristenisasi dan bukan modernisasi sebenarnya.   madjelis sjura. Dalam parlemen satu Negara   Jepang  masuk  ke  Indonesia  kemudian
 jang  berorganisasi,  atau  pegawai
 Modernisasi sebenarnya untuk orang Indonesia   35  Islam  tidaklah  perlu  dipermusjawaratkan  membubarkan seluruh partai politik yang
 Pemerintah jang manapun djuga”.
 harus berbasis pada kepercayaan dan agamanya.   terlebih dulu, apakah jang harus mendjadi dasar   ada termasuk PII, Pemerintah Pendudukan
 Dan bahwa     bagi pemerintahan, dan tidaklah mesti ditunggu   Jepang kemudian mendirikan Majelis Islam
 Dia ingin menawarkan basis falsafah dan
               keridhaan parlemen terlebih dulu, apakah perlu   A’la Indonesia (MIAI) sebagai sebuah federasi
 nalar alternatif yang berbasis agama Islam.   “Ulama  ialah  warisan  Nabi2,  organisasi Islam se-Indonesia. Natsir yang masih
               diadakan pembasmian arak atau tidak, apakah
 Natsir melihat bahwa Islam-lah yang menjadi   pemimpin umat jang mendapatkan   menjadi pengurus PERSIS kemudian ikut duduk
               perlu diadakan penghapusan perdjudian dan
 pemersatu dari gerakan nasionalis bangsa   pengakuan Agama. Dalam mentjapai   sebagai anggota di MIAI. Natsir menjadi anggota
               ketjabulan apa tidak, apakah perlu diadakan
 Indonesia; dalam pandangan historiografi Natsir,
 kemadjuan rakjat umumnja ‘korps’   pemberantasan churafat dan kemusjrikan   MIAI hingga kemudian pada 7 November 1945
 semua pergerakan melawan penjajahan Belanda
 ulama jang bertebaran itu sekali2 tak   atau tidak dan sebagainja.”   Disini terlihat   Jepang membubarkan MIAI dan menggantinya
                                          38
 didorong oleh  kepercayaan Islam.  Tawaran
 boleh diabaiakan, baik oleh pegawai   bahwa bagi Natsir, hukum produk parlemen   dengan Masyumi. Di dalam Masyumi Natsir
 modernisasi Barat, menurutnya sangat berbahaya                masih menduduki jabatan sebagai anggota. 41
 Pemerintah,  ataupun  oleh  pengandjur2   ini bukanlah yang paling tinggi karena hukum
 dan  sarat  akan  potensi  Kristenisasi;  sebagai
 pergerakan kita. Mereka itu adalah   agama seharusnya mendahuluinya.
 contoh  ia mengkritik penghormatan terhadap                   Peran Natsir semasa Pendudukan Jepang di
 satu faktor jang penting dalam kerdja
 Kartini  karena  menolak  feminisme  Barat;   Pada tahun 1930 Natsir kemudian terjun ke dunia   bidang politik tidak terlalu terlihat. Pada masa
 36
 pentjerdasan rakjat umumnja”.
 “Herankah kita, kalau bagi perempuan jang                     itu, Natsir ditunjuk Pemerintah Jepang menjadi
               politik secara resmi dengan bergabung sebagai
                                                               Kepala Biro Pendidikan Kota Madya Bandung
 telah mendapat pendidikan demikian, timbul
 Pandangan yang menempatkan ulama sebagai   anggota Partai Sarikat Islam Cabang Bandung.
                                                               (Bandung Syiakusyo) dari tahun 1942-1945.
 sematjam perasaan ‘berhak bersama’ untuk
 pemimpin masyarakat dan pemimpin politik ini   Proses masuknya Natsir ke dalam PSI Cabang
                                                               Penunjukan ini tidak lepas dari pengalaman
 turut memperebutkan mata pentjaharian dalam
 merupakan suatu pandangan modernis dalam   Bandung  berkat  Sabirin  yang  meminta  Natsir
                                                               Natsir sebagai Anggota Dewan Kabupaten
 kantor2 Pemerintah dan perdagangan dengan
 melihat negara Islam. Ini terlihat, sebagai contoh   untuk memperkuat PSI. PSI sendiri merupakan
                                                               Bandung pada 1940-1942. Serta pengalamannya
 kaum laki2.” Dan bahwa “hubungan adat dan
 pada negara Islam Iran, dimana selain parlemen,   partai penerus Sarekat Islam yang pernah
 tradisi lama semakin lemah dan achirnja putus                 dalam mendirikan Sekolah “Pendidikan Islam”.
 terdapat Dewan Ulama yang memiliki posisi   mengklaim memiliki anggota dua juta setengah
 sendiri. Siapakah pula akan berkuasa atas diri   yang bahkan lebih tinggi daripada suara rakyat.   Karir Natsir di dunia pendidikan pada masa
                                   39
               di seluruh nusantara.  Peran Natsir di Partai
 mereka? Bukankah mereka hidup atas usaha dan                  Pendudukan  Jepang  semakin  moncer  saat
               Sarikat Islam Cabang Bandung tidak terlalu
 33
 titik peluh sendiri?!”  Ia menolak peran-serta   Pandangan Natsir terhadap demokrasi, oleh   Masyumi mengusulkan pendirian Sekolah Islam
               besar karena statusnya yang sebagai anggota.
 karenanya, tidak serta-merta menempatkan suara                Tinggi (SIT) di Jakarta kepada Pemerintah
 perempuan dalam kehidupan berpolitik bangsa,
               Natsir juga disibukkan membesarkan sekolah
 rakyat sebagai penentu tunggal. “Demokrasi                    Jepang. Pemerintah Jepang menerima usul
 karena memiliki kewajiban yang lebih penting
               Pendidikan Islam. Hingga ketika PSI/PSII        ini dan menunjuk Mohammad Hatta sebagai
 sebagai ibu atau isteri. 34  bagus! Akan tetapi sistem kenegaraan Islam
               Pecah menjadi dua karena perpecahan internal.
 tidak menggantungkan semua urusan kepada                      ketua panitia pendirian. Hatta dianggap
                                                                                                         42
 Ia menekankan pentingnya posisi ulama dalam   kerahiman instelling2 demokrasi” dan bahwa   Natsir kemudian bergabung dengan kubu   oleh Jepang sebagai pemimpin Islam besar,
 masyarakat.   “Islam bukan demokrasi 100%, bukan pula   Sukiman Wirjosandjojo, Bagus Hadikusumo   walaupun posisi politiknya nasionalis. Hatta
 autokrasi atau diktatorial 100%. Islam itu…     dan Agus Salim mendirikan Partai Islam   kemudian menunjuk M. Zain Jambek sebagai
 “Ulama bukanlah pemimpin jang dipilih   37
 ialah Islam, jah Islam.”  Oleh karenanya “Islam   Indonesia (PII). Natsir kemudian naik jabatan   sekretaris SIT. Tetapi Zain Jambek menolak dan
 dengan ‘suara terbanjak’, bukan jang   bersifat demokratis dengan arti bahwa Islam itu   menjadi Ketua Partai Islam Indonesia (PII)   merekomendasikan Natsir karena pengalamnnya
 diangkat oleh ‘persidangan kongres’. Akan   anti-istibdad, anti absolutisme, anti-sewenang2.   Cabang Bandung.    di  dunia  pendidikan.  Jadilah  Natsir  kemudian
                                40
 220  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  221
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238