Page 237 - Perdana Menteri RI Final
P. 237

kekuasaan melalui Perundingan Komisi Meja   menuding Darul Islam merupakan bagian dari
 Bundar. Selain persoalan diplomasi, Natsir juga   organisasi radikal ciptaan Masyumi. Natsir baru

 menjadi utusan khusus Perdana Menteri Hatta   memutuskan memberikan peringatan agak keras
 dalam menyelesaikan persoalan Darul Islam   ketika serangan terhadap Masyumi kian gencar.
 Kartosuwiryo. Penunjukan Natsir sebagai utusan   Melalui sebuah himbauan partai, Masyumi
 khusus ini tidak lepas dari kedekatan Natsir dan   menyampaikan bahwa Darul Islam merupakan
 Kartosuwiryo yang dahulu sama-sama sebagai   sebuah organisasi yang berbeda dengan Masyumi.
 pengurus Masyumi. Hatta berharap dengan   Selain itu Masyumi juga bukan pendukung
 daripada gerakan Darul Islam. Setelah Kabinet
 diutusnya Natsir bisa menyelesaikan persoalan
 Darul Islam melalui lobi-lobi politik.   Natsir lengser dan digantikan Kabinet Sukiman,
 Operasi militer terhadap Darul Islam kemudian
 Sayangnya harapan itu tak semudah membalikkan   dilancarkan pada Kabinet Sukiman.
 telapak tangan. Natsir yang secara terus menerus
 Posisi  Natsir  sebagai  Ketua  Masyumi
 berusaha mendekati tempat persembunyian                                                     Rapat serah terima Kabinet RIS kepada Kabinet
 memudahkan  dirinya  melakukan  turba                                                       Negara Kesatuan pada tanggal 7 September 1950.
 Kartosuwiryo di Jawa Barat. Bahkan mengirim
 (turun ke bawah) ke berbagai daerah. Guna
 utusan melalui gurunya KH Ahmad Hassan                                                      Arsip Nasional Republik Indonesia
 menanggapi perubahan-perubahan signifikan
 juga menemui berbagai macam kendala.
 dalam periode awal kemerdekaan yang penuh
 Rombongan Ahmad Hassan sempat ditolak
 dengan ketidak-pastian dan bahaya. Beberapa   Dr. Abdul Halim sebgai Perdana Menteri. Natsir   Mohammad Hatta melakukan pertemuan pada
 bertemu  Kartosuwiryo,  karena Kartosuwiryo
 peristiwa penting, seperti terjadinya usaha   dalam parlemen RIS mengusulkan mosi integral   bulan Mei 1950 dengan pemimpin Negara
 menghendaki agar yang menemuinya merupakan
 kudeta gagal yang dilakukan oleh Raymond   untuk menjawab permasalahan ini; didalamnya   Indonesia Timur (NIT) dan Perserikatan
 pejabat tinggi di kabinet Republik. Usaha Natsir
 ‘Turk’ Westerling yang berkonspirasi dengan   diminta agar semua negara bagian federal   Sumatera Timur (PST) dimana terjadi
 untuk membujuk Kartosuwiryo membatalkan
 Sultan Abdul Hamid II, pimpinan Negara   dan Republik Indonesia menghapus masing-  kesepatakan untuk membentuk negara kesatuan.
 dekarasi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia
 Bagian Kalimantan Barat serta Menteri Negara   masing dahulu dan bersamaan masuk dalam   Terjadi perbedaan pandangan tentang bagaimana
 juga menemui jalan buntu. Dalam sepucuk
                                                  49
 non-Partai dalam Kabinet RIS Mohammad   Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Pada 4   proses penyatuan ini akan dilaksanakan; pihak
 surat bujukan Natsir yang kemudian dibalas
 Hatta, serta terjadinya pemberontakan KNIL   Januari DPR Malang mengajukan mosi untuk   NIT/PST ingin agar negara-negara federal
 Kartosuwiryo. Kartosuwiryo menyampaikan
 menolak pembentukkan negara kesatuan dan   melepaskan diri dari  Negara  Jawa  Timur  dan   itu  bergabung  dulu  sebelum  penyatuan  dengan
 bahwa surat Natsir terlambat dan Ia tidak
 mendukung Negara Indonesia Timur didorong   bergabung dengan Republik, pada 30 Januari   Republik Indonesia, sementara RI menginginkan
 mungkin menarik kembali ucapannya yang telah                  agar segera mungkin semua negara federal
 oleh rasa takut akan dominasi Jawa dalam   disusul dengan Sukabumi, 22 April dengan
 dideklarasikan.                                               menggabungkan diri dalam Republik Indonesia.
 pemerintahan kesatuan.
               Jakarta Raya serta Pemerindah Daerah Sulawesi
 Kelak  ketika Natsir  naik  ke  tampuk  jabatan   Selatan. Dorongan rakyat untuk bersatu dengan   Dimana mosi yang diajukan berupa negara
 MOSI INTEGRAL
 Perdana Menteri pada 6 September 1950.   RI tampak sangat kuat dari beragam daerah di   bagian  masing-masing  mengajukan  usul
 Usaha  lobi-lobi  politik  terhadap  Darul  Islam   Assaat yang menjadi pemangku jabatan Presiden   Indonesia. Natsir yang juga duduk dalam Dewan   menggabungkan diri menjadi Negara Kesatuan
 terus digencarkan. Bahkan lobi-lobi ini   RI pada tanggal 4 Januari 1950 menunjuk Mr.   Perwakilan RIS melakukan lobi-lobi dengan Ir.   Indonesia  (NKRI).  Mosi  ini  sekaligus
 membawa  malapetaka  bagi  Masyumi  yang   Susanto Tirtoprodjo, Mohammad Natsir dan   Sakirman dari PKI dan B. Sahetapy Engel dari   menawarkan konsep agar negara-negara bagian
 dituding terlalu lembut dengan Darul Islam.   Dr. Abdul Halim sebagai formatur untuk   negara federal atau BFO (Bijzonder Federaal   tidak saling telan menelan. Karena saat itu ada
 Oposisi-oposisi Masyumi kemudian menuduh   membentuk  Kabinet Republik  Indonesi. Pada   Overleg) untuk mencari permasalahan paling   Republik Indonesia Serikat sebagai negara
 Masyumi berpihak kepada Darul Islam. Bahkan   tanggal 16 Januari, Kabinet RI dibentuk dengan   baik dari hasrat penyatuan ini.   federal. Sementara ada beberapa negara bagian





 224  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  225
   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242