Page 232 - Perdana Menteri RI Final
P. 232
mempengaruhi dasar cara berfikir dan nalar siswa tetapi kedudukan mereka dalam hati Akan tetapi ini tidak berarti bahwa dalam Natsir menduduki jabatan Ketua Partai Islam
agar mereka mendukung sistem yang ada. Dia rakjat jang mereka pimpin, djauh lebih pemerintahan Negara Islam jang merdeka itu Indonesia (PII) Cabang Bandung dari 1940
melihat bahwa tujuan pendidikan Barat adalah semua urusan diserahkan kepada musjawarat hingga 1942. Ketika Pemerintah Pendudukan
teguh dan sutji dari pemimpin pergerakan
Kristenisasi dan bukan modernisasi sebenarnya. madjelis sjura. Dalam parlemen satu Negara Jepang masuk ke Indonesia kemudian
jang berorganisasi, atau pegawai
Modernisasi sebenarnya untuk orang Indonesia 35 Islam tidaklah perlu dipermusjawaratkan membubarkan seluruh partai politik yang
Pemerintah jang manapun djuga”.
harus berbasis pada kepercayaan dan agamanya. terlebih dulu, apakah jang harus mendjadi dasar ada termasuk PII, Pemerintah Pendudukan
Dan bahwa bagi pemerintahan, dan tidaklah mesti ditunggu Jepang kemudian mendirikan Majelis Islam
Dia ingin menawarkan basis falsafah dan
keridhaan parlemen terlebih dulu, apakah perlu A’la Indonesia (MIAI) sebagai sebuah federasi
nalar alternatif yang berbasis agama Islam. “Ulama ialah warisan Nabi2, organisasi Islam se-Indonesia. Natsir yang masih
diadakan pembasmian arak atau tidak, apakah
Natsir melihat bahwa Islam-lah yang menjadi pemimpin umat jang mendapatkan menjadi pengurus PERSIS kemudian ikut duduk
perlu diadakan penghapusan perdjudian dan
pemersatu dari gerakan nasionalis bangsa pengakuan Agama. Dalam mentjapai sebagai anggota di MIAI. Natsir menjadi anggota
ketjabulan apa tidak, apakah perlu diadakan
Indonesia; dalam pandangan historiografi Natsir,
kemadjuan rakjat umumnja ‘korps’ pemberantasan churafat dan kemusjrikan MIAI hingga kemudian pada 7 November 1945
semua pergerakan melawan penjajahan Belanda
ulama jang bertebaran itu sekali2 tak atau tidak dan sebagainja.” Disini terlihat Jepang membubarkan MIAI dan menggantinya
38
didorong oleh kepercayaan Islam. Tawaran
boleh diabaiakan, baik oleh pegawai bahwa bagi Natsir, hukum produk parlemen dengan Masyumi. Di dalam Masyumi Natsir
modernisasi Barat, menurutnya sangat berbahaya masih menduduki jabatan sebagai anggota. 41
Pemerintah, ataupun oleh pengandjur2 ini bukanlah yang paling tinggi karena hukum
dan sarat akan potensi Kristenisasi; sebagai
pergerakan kita. Mereka itu adalah agama seharusnya mendahuluinya.
contoh ia mengkritik penghormatan terhadap Peran Natsir semasa Pendudukan Jepang di
satu faktor jang penting dalam kerdja
Kartini karena menolak feminisme Barat; Pada tahun 1930 Natsir kemudian terjun ke dunia bidang politik tidak terlalu terlihat. Pada masa
36
pentjerdasan rakjat umumnja”.
“Herankah kita, kalau bagi perempuan jang itu, Natsir ditunjuk Pemerintah Jepang menjadi
politik secara resmi dengan bergabung sebagai
Kepala Biro Pendidikan Kota Madya Bandung
telah mendapat pendidikan demikian, timbul
Pandangan yang menempatkan ulama sebagai anggota Partai Sarikat Islam Cabang Bandung.
(Bandung Syiakusyo) dari tahun 1942-1945.
sematjam perasaan ‘berhak bersama’ untuk
pemimpin masyarakat dan pemimpin politik ini Proses masuknya Natsir ke dalam PSI Cabang
Penunjukan ini tidak lepas dari pengalaman
turut memperebutkan mata pentjaharian dalam
merupakan suatu pandangan modernis dalam Bandung berkat Sabirin yang meminta Natsir
Natsir sebagai Anggota Dewan Kabupaten
kantor2 Pemerintah dan perdagangan dengan
melihat negara Islam. Ini terlihat, sebagai contoh untuk memperkuat PSI. PSI sendiri merupakan
Bandung pada 1940-1942. Serta pengalamannya
kaum laki2.” Dan bahwa “hubungan adat dan
pada negara Islam Iran, dimana selain parlemen, partai penerus Sarekat Islam yang pernah
tradisi lama semakin lemah dan achirnja putus dalam mendirikan Sekolah “Pendidikan Islam”.
terdapat Dewan Ulama yang memiliki posisi mengklaim memiliki anggota dua juta setengah
sendiri. Siapakah pula akan berkuasa atas diri yang bahkan lebih tinggi daripada suara rakyat. Karir Natsir di dunia pendidikan pada masa
39
di seluruh nusantara. Peran Natsir di Partai
mereka? Bukankah mereka hidup atas usaha dan Pendudukan Jepang semakin moncer saat
Sarikat Islam Cabang Bandung tidak terlalu
33
titik peluh sendiri?!” Ia menolak peran-serta Pandangan Natsir terhadap demokrasi, oleh Masyumi mengusulkan pendirian Sekolah Islam
besar karena statusnya yang sebagai anggota.
karenanya, tidak serta-merta menempatkan suara Tinggi (SIT) di Jakarta kepada Pemerintah
perempuan dalam kehidupan berpolitik bangsa,
Natsir juga disibukkan membesarkan sekolah
rakyat sebagai penentu tunggal. “Demokrasi Jepang. Pemerintah Jepang menerima usul
karena memiliki kewajiban yang lebih penting
Pendidikan Islam. Hingga ketika PSI/PSII ini dan menunjuk Mohammad Hatta sebagai
sebagai ibu atau isteri. 34 bagus! Akan tetapi sistem kenegaraan Islam
Pecah menjadi dua karena perpecahan internal.
tidak menggantungkan semua urusan kepada ketua panitia pendirian. Hatta dianggap
42
Ia menekankan pentingnya posisi ulama dalam kerahiman instelling2 demokrasi” dan bahwa Natsir kemudian bergabung dengan kubu oleh Jepang sebagai pemimpin Islam besar,
masyarakat. “Islam bukan demokrasi 100%, bukan pula Sukiman Wirjosandjojo, Bagus Hadikusumo walaupun posisi politiknya nasionalis. Hatta
autokrasi atau diktatorial 100%. Islam itu… dan Agus Salim mendirikan Partai Islam kemudian menunjuk M. Zain Jambek sebagai
“Ulama bukanlah pemimpin jang dipilih 37
ialah Islam, jah Islam.” Oleh karenanya “Islam Indonesia (PII). Natsir kemudian naik jabatan sekretaris SIT. Tetapi Zain Jambek menolak dan
dengan ‘suara terbanjak’, bukan jang bersifat demokratis dengan arti bahwa Islam itu menjadi Ketua Partai Islam Indonesia (PII) merekomendasikan Natsir karena pengalamnnya
diangkat oleh ‘persidangan kongres’. Akan anti-istibdad, anti absolutisme, anti-sewenang2. Cabang Bandung. di dunia pendidikan. Jadilah Natsir kemudian
40
220 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 221

