Page 236 - Perdana Menteri RI Final
P. 236

kekuasaan melalui Perundingan Komisi Meja      menuding Darul Islam merupakan bagian dari
                           Bundar. Selain persoalan diplomasi, Natsir juga   organisasi radikal ciptaan Masyumi. Natsir baru

                           menjadi utusan khusus Perdana Menteri Hatta    memutuskan memberikan peringatan agak keras
                           dalam menyelesaikan persoalan Darul Islam      ketika serangan terhadap Masyumi kian gencar.
                           Kartosuwiryo. Penunjukan Natsir sebagai utusan   Melalui sebuah himbauan partai, Masyumi
                           khusus ini tidak lepas dari kedekatan Natsir dan   menyampaikan bahwa Darul Islam merupakan
                           Kartosuwiryo yang dahulu sama-sama sebagai     sebuah organisasi yang berbeda dengan Masyumi.
                           pengurus Masyumi. Hatta berharap dengan        Selain itu Masyumi juga bukan pendukung
                                                                          daripada gerakan Darul Islam. Setelah Kabinet
                           diutusnya Natsir bisa menyelesaikan persoalan
                           Darul Islam melalui lobi-lobi politik.         Natsir lengser dan digantikan Kabinet Sukiman,
                                                                          Operasi militer terhadap Darul Islam kemudian
                           Sayangnya harapan itu tak semudah membalikkan   dilancarkan pada Kabinet Sukiman.
                           telapak tangan. Natsir yang secara terus menerus
                                                                          Posisi  Natsir   sebagai  Ketua    Masyumi
                           berusaha mendekati tempat persembunyian                                                                                                                                                             Rapat serah terima Kabinet RIS kepada Kabinet
                                                                          memudahkan      dirinya  melakukan    turba                                                                                                          Negara Kesatuan pada tanggal 7 September 1950.
                           Kartosuwiryo di Jawa Barat. Bahkan mengirim
                                                                          (turun ke bawah) ke berbagai daerah. Guna
                           utusan melalui gurunya KH Ahmad Hassan                                                                                                                                                              Arsip Nasional Republik Indonesia
                                                                          menanggapi perubahan-perubahan signifikan
                           juga menemui berbagai macam kendala.
                                                                          dalam periode awal kemerdekaan yang penuh
                           Rombongan Ahmad Hassan sempat ditolak
                                                                          dengan ketidak-pastian dan bahaya. Beberapa                             Dr. Abdul Halim sebgai Perdana Menteri. Natsir   Mohammad Hatta melakukan pertemuan pada
                           bertemu  Kartosuwiryo,  karena Kartosuwiryo
                                                                          peristiwa penting, seperti terjadinya usaha                             dalam parlemen RIS mengusulkan mosi integral   bulan Mei 1950 dengan pemimpin Negara
                           menghendaki agar yang menemuinya merupakan
                                                                          kudeta gagal yang dilakukan oleh Raymond                                untuk menjawab permasalahan ini; didalamnya    Indonesia Timur (NIT) dan Perserikatan
                           pejabat tinggi di kabinet Republik. Usaha Natsir
                                                                          ‘Turk’ Westerling yang berkonspirasi dengan                             diminta agar semua negara bagian federal       Sumatera Timur (PST) dimana terjadi
                           untuk membujuk Kartosuwiryo membatalkan
                                                                          Sultan Abdul Hamid II, pimpinan Negara                                  dan Republik Indonesia menghapus masing-       kesepatakan untuk membentuk negara kesatuan.
                           dekarasi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia
                                                                          Bagian Kalimantan Barat serta Menteri Negara                            masing dahulu dan bersamaan masuk dalam        Terjadi perbedaan pandangan tentang bagaimana
                           juga menemui jalan buntu. Dalam sepucuk
                                                                                                                                                                                    49
                                                                          non-Partai dalam Kabinet RIS Mohammad                                   Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Pada 4    proses penyatuan ini akan dilaksanakan; pihak
                           surat bujukan Natsir yang kemudian dibalas
                                                                          Hatta, serta terjadinya pemberontakan KNIL                              Januari DPR Malang mengajukan mosi untuk       NIT/PST ingin agar negara-negara federal
                           Kartosuwiryo. Kartosuwiryo menyampaikan
                                                                          menolak pembentukkan negara kesatuan dan                                melepaskan diri dari  Negara  Jawa  Timur  dan   itu  bergabung  dulu  sebelum  penyatuan  dengan
                           bahwa surat Natsir terlambat dan Ia tidak
                                                                          mendukung Negara Indonesia Timur didorong                               bergabung dengan Republik, pada 30 Januari     Republik Indonesia, sementara RI menginginkan
                           mungkin menarik kembali ucapannya yang telah                                                                                                                          agar segera mungkin semua negara federal
                                                                          oleh rasa takut akan dominasi Jawa dalam                                disusul dengan Sukabumi, 22 April dengan
                           dideklarasikan.                                                                                                                                                       menggabungkan diri dalam Republik Indonesia.
                                                                          pemerintahan kesatuan.
                                                                                                                                                  Jakarta Raya serta Pemerindah Daerah Sulawesi
                           Kelak  ketika Natsir  naik  ke  tampuk  jabatan                                                                        Selatan. Dorongan rakyat untuk bersatu dengan   Dimana mosi yang diajukan berupa negara
                                                                          MOSI INTEGRAL
                           Perdana Menteri pada 6 September 1950.                                                                                 RI tampak sangat kuat dari beragam daerah di   bagian   masing-masing    mengajukan    usul
                           Usaha  lobi-lobi  politik  terhadap  Darul  Islam   Assaat yang menjadi pemangku jabatan Presiden                      Indonesia. Natsir yang juga duduk dalam Dewan   menggabungkan diri menjadi Negara Kesatuan
                           terus digencarkan. Bahkan lobi-lobi ini        RI pada tanggal 4 Januari 1950 menunjuk Mr.                             Perwakilan RIS melakukan lobi-lobi dengan Ir.   Indonesia  (NKRI).   Mosi    ini  sekaligus
                           membawa  malapetaka  bagi  Masyumi  yang       Susanto Tirtoprodjo, Mohammad Natsir dan                                Sakirman dari PKI dan B. Sahetapy Engel dari   menawarkan konsep agar negara-negara bagian
                           dituding terlalu lembut dengan Darul Islam.    Dr. Abdul Halim sebagai formatur untuk                                  negara federal atau BFO (Bijzonder Federaal    tidak saling telan menelan. Karena saat itu ada
                           Oposisi-oposisi Masyumi kemudian menuduh       membentuk  Kabinet Republik  Indonesi. Pada                             Overleg) untuk mencari permasalahan paling     Republik Indonesia Serikat sebagai negara
                           Masyumi berpihak kepada Darul Islam. Bahkan    tanggal 16 Januari, Kabinet RI dibentuk dengan                          baik dari hasrat penyatuan ini.                federal. Sementara ada beberapa negara bagian





                           224   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  225
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241