Page 231 - Perdana Menteri RI Final
P. 231

dalam pandangan Natsir merupakan organisasi   beasiswa universitas ke sekolah tinggi hukum   Ahmad  Hassan ikut  memodali pendirian   Preanger Bode pada tahun yang sama ceramah
 yang  mengajarkan  kepada  anggotanya  untuk   (Rechts Hoogeschool) di Batavia atau melanjutkan   majalah resmi PERSIS tersebut dan mendukung   Dr. A.C. Christoffels. Peristiwa ini membuka
 20
 belajar Islam secara kritis.    sekolah tinggi ekonomi (Handels Hogeschool)   tulisan-tulisan Natsir. Sementara Natsir sering   mata  Natsir  mengenai  satu hal  penting  yaitu
 di Rotterdam Belanda. Namun tawaran itu   menulis mengenai artikel-artikel islam dan   adanya kesamaan ide dengan para pejuang
 Di bawah kendali Agus Salim, JIB berubah
                                          30
 ditolaknya. Natsir lebih memilih melanjutkan   negara dengan nama pena “is”.  Ahmad Hassan   reformis islam (pan-islamisme) di Minangkabau
 menjadi organisasi modern yang menjadi simbol
 karir di dunia pendidikan dan jurnalistik dengan   sendiri lebih banyak menulis mengenai syariat   mengenai pentingnya perlawanan di jalur
 21
 antikolonial baru para pelajar di Hindia Belanda.
 menjadi guru agama di beberapa MULO   agama dan juga kritik-kritiknya soal nasab Nabi   pendidikan terhadap pendidikan Belanda yang
 Hal ini tidak bisa dilepaskan posisi Agus Salim
 Javastraat di Bandung dan Sekolah Guru di di   Muhammad dan nasionalisme Arab.   membawa misi Kristenisasi. Pokok pertama
 yang mampu menempatkan diri mendukung
 Gunung Sahari, Lembang. Serta menjadi jurnalis                ini menyadarkan Natsir untuk mendirikan
 pergerakan nasional setelah dirinya lama   26  Konsep berpikir Natsir sendiri mengenai islam
 di Majalah Pembela Islam milik PERSIS.                        Pendidikan Islam sebagai jalur perjuangan.
 berkecimpung menjadi penasehat pemerintah   dan negara terbentuk semenjak sebuah peristiwa
 22
 Belanda.  Karir Natsir di JIB semakin cemerlang   Natsir melanjutkan kursus diploma guru pada   di sekolah AMS Bandung pada tahun 1929. Saat   Sementara pokok hal kedua yang membuat
 saat diangkat sebagai Ketua JIB Cabang   pertengahan tahun 1931 hingga selesai dan   itu seluruh murid-murid AMS hadir di sebuah   pemikiran politiknya mengenai Islam dan negara
 Bandung dari tahun 1928 hingga 1932. Posisi   memperoleh ijazah Lager Onderwijs (LO). Hasil   gereja untuk mendengarkan ceramah seorang   semakin menyala-nyala saat menjadi jurnalis
 ketua cabang ini memudahkan Natsir banyak   dari kursus diploma guru ini Natsir berhasil   menteri Belanda beragama Kristen bernama   Pembela Islam dan menghadiri serangkaian pidato
 berdiskusi dengan tokoh-tokoh pergerakan lintas   menyusun kurikulum Sekolah “Pendidikan   Dr. A.C. Christoffels. Menteri Belanda tersebut   Sukarno. Pidato-pidato Sukarno mengenai

 ideologi. Misalnya ia pernah menghadiri rapat   Islam” yang diterapkan pada Taman Kanak-  menyampaikan  pandangannya  mengenai  nasionalisme  dan  semangat  antikolonial
 umum Partai Nasional Indonesia di Gedung   Kanak (Frobelschool), HIS, MULO dan Sekolah   perbedaan pengajaran di dalam Qur’an dan juga   menarik perhatian Natsir. Tetapi Natsir rupanya
 Bioskop Oranje-Casino  Bandung  pada 17   Guru (Kweekschool). Natsir menjadi direktur   di dalam Kristen. Sebenarnya secara umum   cukup terganggu dengan pandangan Sukarno
 23
 Oktober 1929.  Dari sinilah Natsir kemudian   sekolah “Pendidikan Islam” sejak lulus LO   ceramah Dr. A.C. Christoffels tidak menyerang   mengenai pengajaran pokok-pokok Islam dan
 mengenal  gagasan  kebangsaan  Sukarno  dan   sampai kemudian Pemerintah Pendudukan   islam. Akan tetapi pandangan-pandangannya   sumber nasionalisme Sukarno yang berbasis
                                                                                                 32
 beberapa aktivis nasionalis sekuler lainnya yang   Jepang datang membubarkan semua sekolah   yang membandingkan antara pendidikan   pada Kerajaan Hindu Majapahit.  Natsir
 27
 berada di Partai Nasional Indonesia.  Natsir   partikelir termasuk sekolah Pendidikan Islam.    di dalam Al-Qur’an dan Kristen. Seolah-  mengkhawatirkan  pandangan-pandangan
 juga beberapa kali mendengarkan pidato Cipto   Natsir  memilih  mendirikan Pendidikan Islam   olah  menjadikan  bahan perbandingan bahwa   Islam dan negara versi Sukarno. Terlebih ketika
 24
 Mangunkusumo selama berada di Bandung.    (Pendis) sebagai salah satu jalur mengembangkan   pendidikan islam tidak begitu bagus. Serta   menerangkan demokrasi dan islam dalam
 Natsir  sering  mengadakan  diskusi  kecil secara   pendidikan Islam. Karena dirinya tidak puas   memberikan kesan bahwa Yesus adalah nabi   pandangan bernegara, Sukarno terlalu berkiblat
                                     31
 rutin  bersama  Mohammad  Roem,  Prawoto   melihat sistem pendidikan tradisional pesantren   yang sebenar-benarnya.  Natsir memandang   kepada  konsep  negara  Turki  dengan  Mustafa
 Mangkusasmito dan Kasman Singodimejo di   yang terlalu berfokus pada lmu agama sementara   pendapat menteri Belanda ini perlu diluruskan   Kemal Ataturk.
 Batavia. Diskusi rutin ini diadakan di rumah   tidak  terlalu  responsif  dengan  perkembangan   dan didebat.
                                                               Penolakan   beasiswa   untuk    melanjutkan
 Agus Salim di Batavia, sehingga Natsir harus   dunia. Selain itu Natsir juga melihat bahwa sistem
               Saat berdikusi dengan Ahmad Hassan, Natsir      pendidikan ke Universitas di Belanda serta
 pulang pergi dari Bandung ke Batavia untuk   pendidikan Taman Siswa terlalu berorientasi
               meminta Ahmad Hassan menulis artikel untuk      pengekuhannya untuk membangun pendidikan
 28
 25
 menghadiri diskusi.  Proses ini meneguhkan   pada kebudayaan Jawa.
               meluruskan pandangan ini. Tetapi karena         Islam ini merupakan perwujudan dari praxis
 bahwa guru-guru politik Natsir selain Ahmad
 Pada  panggung  jurnalistik  dan  politik,   Ahmad Hassan tidak begitu fasih dalam   Natsir dan menunjukkan keteguhan dari
 Hassan adalah Agus Salim.
 perseteruan Natsir dengan politisi nasionalis   berbahasa Belanda. Maka Ahmad Hassan hanya   kepercayaan dan nilai-nilainya yang kuat. Natsir
 Setamat dari sekolah AMS di Bandung pada   sekuler seperti Sukarno mengenai perdebatan   menyediakan sumber pustaka untuk Natsir   percaya bahwa pendidikan Barat merupakan
 1930 dengan nilai-nilai yang memuaskan.   Islam  dan  negara  menemukan  bentuknya  saat   menulis artikel. Artikel berjudul  Muhammad   alat yang digunakan kaum penjajah untuk
 29
 Natsir mendapat tawaran untuk melanjutkan   dirinya masuk menjadi jurnalis Pembela Islam.    als Profeet tersebut kemudian dimuat dalam   memperkuat imperialisme mereka dengan cara




 218  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  219
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236