Page 229 - Perdana Menteri RI Final
P. 229

untuk menjadikan kepedihan dan ketidak-  berbentuk dialog segitiga. Tiga level diskusi dia   dengan gagasan Jamaluddin Al-Afghani dan   Banyak berdirinya organisasi-organisasi pergerakan
 adilan sistem perkebunan Jawa sebagai sesuatu   ini ada pada jenis tulisan yang dihasilkannya;   Muhammad Abduh di Mesir. Gagasan yang   yang membuka  cabang di Bandung.  Organisasi-

 yang melukai perasaan pribadinya. Ia mulai   yang pertama berbentuk pembelaan terhadap   sering disebut Pan-Islamisme ini kemudian   organisasi ini sering mengadakan diskusi-diskusi
 membangun ide kebangsaan yang didasarkan atas   Islam, kedua berkaitan dengan pendidikan umat   menyebar ke seluruh Timur Tengah. Gagasan   soal politik nasional yang membuat Natsir tertarik
 kesamaan nasib dijajah oleh sistem imperialisme   Muslim dan terakhir adalah mengenai posisi   ini berusaha mengajak umat Islam untuk   lebih mendalam mengenai dunia politik. Natsir
 Barat yang didasarkan atas kapitalisme. Dalam   Islam dalam pembentukan negara. Menurutnya,   kembali memurnikan ajaran agama Islam dari   tercatat bergabung dengan  Jong  Islamieten  Bond
 hal ini, Natsir punya kesamaan dengan hampir   diantara kaum nasionalis lainnya, teks-teks   praktek-praktek  bid’ah  yang  menyimpang  dari   (JIB) Cabang Bandung. Di JIB Cabang Bandung
 semua kaum nasionalis Indonesia lainnya,   Natsir adalah yang paling menganjurkan praxis;   ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadist. Gerakan   inilah Natsir bertemu dengan Mr. Kasman
 termasuk dengan Sukarno, Mohammad Hatta,   “teks Natsir ada yang ditulis ada yang berbentuk   reformisme Islam ini kemudian mengalir masuk   Singodimejo, Mr. Sjafrudin Pawiranegara, Prawoto
 14
 kaum  sosialis  seperti Sjahrir ataupun tokok-  tindakan.”  Ketiga topik yang menjadi basis   ke Indonesia melalui mukimin haji di Mekah dan   Mangkusasmito, Mr. Mohammad Roem dan Agus
                                                                    18
 tokoh PKI. Yaitu suatu pandangan bahwa   untuk tulisannya pada periode tahun 1930an   para sarjana Indonesia yang menyelesaikan studi   Salim  yang kelak akan menjadi rekan separtai
 permasalahan utama bagi masyarakat Indonesia   ini juga merupakan basis perkembangan politik   di Kairo Mesir. Terutama posisi yang paling   dan guru politiknya di Masyumi. Di JIB Cabang
 bersumber dari penjajahan Belanda yang berbasis   Islam-nya yang berpengaruh terhadap pemikiran   penting adalah ulama-ulama Minangkabau dan   Bandung juga Natsir bertemu dengan Noer Nahar.
 pada kapitalisme. Solidaritas Natsir untuk   politik Islam konservatif masa kini sekalipun.   Aceh yang banyak berperan dalam menyebarkan   Seorang anggota JIB putri yang kelak di kemudian
 merasakan pilunya nasib penjajahan di Indonesia   Perkenalannya terhadap Islam modernis ini   gagasan dari Timur Tengah hingga ke seluruh   hari dipersunting Natsir menjadi istrinya. Selain itu,
                                16
 ini  akan  berkembang  dan  mencakup  bukan   terjadi lewat temannya bernama Fachroeddin   penjuru Indonesia.    Noer Nahar semakin dekat dengan Natsir karena
 hanya orang Minang dan Jawa, tetapi bahkan   Al-Kahiri, seorang teman siswa MULO-nya di   diperkenalkan adik iparnya untuk membantu
 orang-orang Kristen dan minoritas lainnya.   Padang, yang memperkenalkannya dengan sosok   Gagasan  reformisme  Islam  kemudian  mengajar di sekolah yang didirikan Natsir bernama
                                                                                19
 Posisinya sebagai murid membangun hubungan   Ahmad  Hassan, seorang  ulama  reformis  yang   berkembang menjadi semangat perlawanan   Pendidikan Islam.  Kelak pada tanggal 22
 pribadi dengan kaum penjajah, dalam hal ini   telah menetap di Bandung sejak tahun 1920an.   antikolonial ketika ulama-ulama Al-Azhar   Oktober 1934 di Bandung, Natsir dan Noer Nahar
 sosok guru di AMS Bandung. Disitu ia mampu   Ahmad Hassan yang berasal dari Singapura   menyerukan perlunya persatuan umat Islam   melangsungkan pernikahan secara sederhana.
 ini membuka pandangan Natsir tentang Islam   selepas kejatuhan Kekhalifahan Turki Usmani.
 memilih posisi nasionalis yang membuka ruang
 politik dan gerakan Islam modernis. Hassan   Serta menjadi semakin meluas tatkala Bani   JIB sendiri merupakan organisasi baru sempalan
 bagi Natsir untuk berdialog dengan kaum
 tidak berbahasa Belanda, tetapi ia memiliki   Saud menguasai Arab  Saudi dan berencana   Jong Java sebagai akibat dari keputusan organisasi
 nasionalis. Disini ia perlahan menemukan
 pemahaman tentang orientalisme Barat. Natsir   mengadakan Kongres Umat Islam. Ahmad   tersebut untuk tidak mengakomodasi anggotanya
 bahwa persamaan sebagai kaum nasionalis, tidak
 yang sering mengunjungi rumahnya di Gang   Hassan sendiri adalah seorang ulama yang   mengadakan kursus agama Islam. Usulan untuk
 serta-merta cukup. Kepercayaan ideologisnya                   mengadakan kursus agama Islam ditolak kongres
 Belakang Pakgade terpengaruh ide-ide Hassan   terpengaruh dengan gagasan-gagasan majalah
 yang kuat terhadap Islam mulai dibangun pada                  Jong Java. Untuk mencari jalan tengahnya, Haji
 tentang ummat Islam, tentang pimpinan   Al-Manar yang diterbitkan Muhammad Abduh.
 periode ini pula, ketika ia berhadapan dengan
 pergerakan nasional yang sering merendahkan   Ahmad Hassan mendapat akses majalah ini   Agus Salim yang saat itu hadir diundang dalam
 nasionalis sekuler yang tidak punya pandangan
 Islam serta tentang usaha-usaha kaum Kristen   sewaktu berada di Singapura. Pintu perlintasan   Kongres Jong Java mendirikan Jong Islamieten
 yang sama dengannya dalam hal politik Islam,
                                                               Bond (JIB) di Batavia pada tahun 1925. JIB
 untuk menyebarkan agamanya dikalangan umat   dagang yang sangat penting di Asia Tenggara
 maupun                                                        kemudian berkembang pesat karena menjadi
 15
 Islam.  Pandangan-pandangan ini dipegang   saat itu. Sehingga memudahkan akses informasi
                                     17
 MENJADI POLEMIS: NATSIR SEBAGAI   Natsir sepanjang hayat karir politiknya.  dan pertukaran gagasan.    jalan tengah bagi pelajar-pelajar Muslim yang
                                                               dahulunya pernah terdidik di sekolah Belanda,
 SOSOK INTELEKTUAL
 Ide-ide reformisme Islam yang bermuara   Selain Ahmad Hassan dan Persis, kondisi di   mempunyai wawasan keislaman yang cukup dan
 Taufik Abdullah mengatakan bahwa Natsir   pada pembaharuan gerakan Islam kemudian   Bandung sendiri juga sangat kondusif terhadap   membutuhkan sarana organisasi yang memadai
 bukan hanya seorang pemikir, tetapi seorang   banyak disalurkan melalui jalur pendidikan.   perkembangan pemikiran politiknya. Bandung saat   untuk menyuarakan suara mereka sendiri di
 polemisis  karena  keseluruhan  tulisannya  Ide-ide reformisme Islam sendiri terkait erat   itu yang menjadi pusat pendidikan dan pusat politik.   panggung politik Hindia Belanda. JIB sendiri





 216  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  217
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234