Page 235 - Perdana Menteri RI Final
P. 235

menjadi Sekretaris SIT dan mengusulkan SIT   Hatta dan juga Sjahrir sebagai sesama dari   Natsir memang merupakan intelektuil yang serius   pesan tersebut tidak jadi disiarkan karena RRI
 diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Islam   Minangkabau. Ketika Sjahrir mengusulkan   dan seringkali menempatkan banyak waktu untuk   terkena bom Belanda pada pagi harinya. Pesan
 (STI). Selama menjadi Sekretaris STI Jakarta   Natsir sebagai Menteri Penerangan kepada   membaca dan studi, tetapi ia juga menempatkan   Natsir diselundupkan oleh Wakil Menpen A.R.

 Natsir juga masih menjabat sebagai Kepala Biro   Sukarno,  Sukarno  menjawabnya  dengna  dirinya sebagai pemimpin masyarakat dan   Baswedan dalam bentuk stensilan dan, atas usaha
 Pendidikan di Bandung. Sehingga Ia harus   positif dan mengatakan bahwa ia orang yang   ulama; yang siap sedia menerima masyarakat   Mr. Sumanang, disiarkan dalam koran terbitan
 bolak balik kembali antara Jakarta dan Bandung.   tepat untuk pekerjaan itu. Pada bulan Januari   dari beragam lapisan. Ia mampu untuk membuat   Jakarta, Keng Po. Inti pesan dari Natsir adalah
 Posisi ini kembali mendekatkan Natsir dengan   1946,  Natsir  menyusul  ke  Yogyakarta  guna   orang merasa nyaman dan diperhatikan, tak   bahwa revolusi harus dilanjutkan dalam bentuk
 kondisi politik di pusat Pemerintahan Jakarta.   mendirikan kembali Kementerian Penerangan di   peduli apakah itu merupakan orang penting   perjuangan rakyat; dengan cara melakukan
 Saat menjabat Sekretaris STI Jakarta ini Natsir   Jalan Kali Code kawasan Kota Baru. Hubugan   ataupun rakyat jelata. Dan sehingga membuat   sabotase  untuk  menghindari  konsolidasi
 biasanya ke Jakarta menumpang di rumah KH   antara Natsir dengan Sukarno menjadi dekat   orang  segan untuk  berhadapan dengannya.   ekonomi dan politik Belanda serta melanjutkan
 43
 Kahar Muzakkar.    dan baik. Sukarno seringkali mengundangnya   Karakter ini sangat bermanfaat sebagai Menteri   perjuangan dari daerah yang belum dikuasai oleh
 untuk sarapan pagi di Istana. Dalam salah satu   Penerangan. Hubungannya dengan beragam   Belanda. 47
 Setelah  Proklamasi  Kemerdekaan  Republik
 pertemuan, Sukarno mengatakan kepada Natsir:   wartawan, baik asing maupun dalam negeri,
 Indonesia 17 Agustus 1945. Natsir yang masih                  Pergerakan Natsir pada beberapa jabatan
 “Bung Natsir, kita kan berpolemik dulu ya?   menimbulkan perasaan simpatis terhadap
 menjabat Sekretaris STI Jakarta kemudian diajak
 Tetapi sekarang ini jangan kita buka-buka soal   Republik Indonesia dan menepis propaganda   menteri penerangan lebih didominasi perannya
 jalan-jalan KH Kahar Muzakkar dan bergabung
 itu lagi.” Sementara itu jawaban Natsir adalah:   Belanda yang menggambarkan Republiken   dalam menjadi penghubung kabinet dengan
 ke dalam Komite Nasional Indonesia Pusat
 “Tentu tidak. Dalam menghadapi Belanda   beserta elitnya sebagai orang-orang fanatik yang   permasalahan-permasalahan  di  daerah-
 (KNIP). Bergabungnnya Natsir ke dalam KNIP
                                      46
 bagaimanapula. Nanti saja.” 45  anti-demokrat dan kejam.      daerah. Terutama dengan beberapa separatisme
 merupakan sebuah kebetulan karena diajak
                                                               seperti Darul Islam Kartosuwiryo dan juga
 KH Kahar Muzakkar. Awalnya Natsir hanya   Di periode ini, Natsir berubah dari polemisis   Sentralnya peran Natsir dalam Kepresidenan   penyeleaian mandat Pemerintahan Darurat
 menunggu  di  luar  ruangan.  Tetapi  KH  Kahar   dan antagonis pendukung politik Islam menjadi   Sukarno  pada  periode  Revolusi  ini  terwujud   Republik Indonesia. Pada Juli 1949 Natsir
 Muzakkar mendorongnya masuk dan mencatat   bagian daripada pemerintahan duumvirat Sukarno   dalam hal seperti penulisan pidato Kemerdekaan
                                                               diutus Mohammad Hatta untuk menyakinkan
 namanya kepada petugas jaga. Natsir akhirnya   dan Hatta. Hubungan dengan Sukarno menjadi   17 Agustus. Natsir bekerja-sama Roeslan
                                                               Pemimpin PDRI Sjafrudin Prawiranegara
 bergabung menjadi KNIP dan menduduki posisi   sangat dekat dan, seperti yang telah disebut diatas,   Abdoelgani yang menjabat sebagai Sekjen   untuk  mengembalikan  mandat  PDRI  kepada
 Badan Pekerja KNIP 25 November 1945. Posisi   Hatta menganggap Natsir sebagai anak emas bung   Kementerian Penerangan untuk menggodok   Pemerintahan Pusat. Negosiasi ini berlangsung
 ini  dijabat  Natsir  sampai  kemudian  diangkat
 Karno. Mereka menempatkan perjuangan untuk   lima sila kementerian penerangan. Natsir juga   ditengah kekecewaan PDRI terhadap Persetujuan
 44
 sebagai Menteri Penerangan.    kemerdekaan diatas segala perbedaan pandangan   terlibat dalam berbagai perundingan Republik
                                                               Roem-Royen dan juga lemahnya pemerintah
 dan ideologi. Hubungan dengan bung Hatta pun   dengan Belanda sebagai anggota delegasi. Ketika   pusat terhadap diplomasi dengan Belanda.
                                                                                                    48
 NATSIR DALAM PEMERINTAHAN:   sangat baik, walaupun tidak bisa dikatakan dekat.   Belanda melancarkan Serangan Agresi Militer
 PERIODE KOMPROMI DAN DEMOKRASI
 Hatta dan Natsir punya perbedaan ideologi yang   Keduanya dan menginvasi ibukota Yogyakarta,   Peran penting Natsir sebagai Menteri Penerangan
 Natsir ditunjuk sebagai Menteri Penerangan   kental; karena Hatta menolak penempatan Islam   Natsir  sedang berada di rumah  sakit Bethesda   dalam menyakinkan Sjafrudin Prawiranegara
 pada beberapa kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946-   sebagai basis ideologi negara Indonesia, tetapi juga   karena sakit. Beberapa hari sebelumnya, kabinet   tidak  lepas  dari  posisi  Mohammad  Roem
 2 Oktober 1946) dan Sjahrir III (2 Oktober   karena karakter kedua orang ini cukup berbeda.   menyetujui tawaran Perdana Menteri Nehru   sebagai Pemimpin Delegasi Persetujuan Roem
 1946-27 Juni 1947) serta terakhir kali pada   Hatta merupakan seorang yang serius dan   dari India untuk mengundang Presiden Sukarno   Royen dan kemudian dilanjutkan dalam
 Kabinet Mohammad Hatta (29 Januari 1948   tekun dalam membaca dan studi. Ia merupakan   sebagai  tamu  negara  kesana.  Hal  ini  batal   Perundingan Komisi Meja Bundar. Keduanya
 sampai dengan 29 Desember 1948. Penunjukan   seorang intelektuil gaya Barat yang kadang   karena Agresi Militer Kedua Belanda. Sukarno,   adalah tokoh Masyumi yang harus diakurkan
 Natsir sebagai Menteri Penerangan tidak bisa   terlihat sepi dan menyendiri, sementara itu Natsir   Hatta dan Natsir telah mempersiapkan sebuah   Natsir di tengah kemelut internal Masyumi
 dilepaskan dari kedekatan antara dirinya dengan   berkebalikannya.   pidato kepada rakyat untuk disiarkan tetapi hal   yang  menolak  perancangan  pengalihan





 222  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  223
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240