Page 210 - Perdana Menteri RI Final
P. 210

dengan  KNIP  dinamakan  Majelis  Perubahan    Dalam Negeri RIS yang masih dipegang                                    dari wilayah negara kesatuan dan mengadakan    Kesatuan Republik Indonesia. Pada hari yang
                           Undang-Undang Dasar yang mempunyai hak         oleh  orang  Belanda  agar  diserahkan pada                             sidang DPR NKRI pada tanggal 17 Agustus        sama, Presiden Sukarno mengesahkan Undang-

                           mengadakan perubahan dalam undang-undang       pimpinan Bangsa Indonesia agar kesepakatan                              1950 untuk memajukan calon Kabinet Formatur.   undang tersebut menjadi UUD Sementara
                                                                                                                                                                                                    147
                           baru; konstituante berasal dari anggota yang   antar kedua pemerintah RI-RIS dapat tercapai                            Dalam bagian ini asas kenegaraan diselaraskan   RI.  Setelah rancangan undang-undang dasar
                                                                                       138
                           dipilih melalui pemilu; menetapkan Sukarno     dengan baik.  Pemerintah berupaya untuk                                 kembali pada asas proklamasi kemerdekaan       sementara disetujui dan disahkan oleh DPRS dan
                           sebagai presiden; Dewan Menteri bersifat       mencari jalan keluar terkait konsepsi penyatuan                         17 Agustus 1945. Dengan demikian beberapa      Senat serta Badan Pekerja KNIP, pada tanggal
                                                                                                                   139
                           parelementer; Jabatan wakil presiden akan      kementrian penerangan antara RI dan RIS.                                konsepsi awal mengenai  nama  Republik         15  Agustus  1950  Sukarno  memproklamirkan
                           dibicarakan lebih lanjut;  Dewan  Pertimbangan   Disamping itu, jumlah provinsi juga menjadi                           Indonesia tetap dipertahankan. Sedangkan hal   berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
                           Agung dihapuskan. Pembentukan kepanitiaan      bahan pertimbangan dalam Pemerintahan                                   yang berhubungan dengan kedaulatan di tangan   yang terdiri dari seluruh wilayah kesatuan
                           lebih lanjut dilakukan secepatnya, kepanitiaan   Dalam Negeri. 140                                                     rakyat, batas negara dan kewarganegaraan       Indonesia. pada tanggal yang sama, Presiden

                           RIS  pada  DPR  dan  Senat,  Kepanitiaan                                                                               juga selanjutnya diatur dalam perundang-       menuju Yogyakarta untuk membubarkan negara
                                                                          Dalam  proses konsepsi  kesatuan  terdapat
                           pemerintah RI pada Badan Pekerja- KNIP. 136                                                                            undangan. 144                                  Republik. 148
                                                                          perbedaan pendapat dalam perundingan RI-RIS.
                           Pemerintah Federal menggunakan pasal 54        Mangunsarkoro sebagai delegasi RI mengusulkan                           PM Halim dan PM Hatta melakukan pertemuan      Setelah UUD Sementara Negara Kesatuan
                           konstitusi RIS dengan mengangkat komisaris-    agar Yogyakarta menjadi ibukota negara                                  tidak resmi untuk membahas penyusunan UUD      diterima, Hatta menyerahkan mandatnya pada
                           komisaris RIS untuk negara-negara bagian untuk   kesatuan. Sebaliknya, pihak RIS menghendaki                           Negara Kesatuan, sehingga proses penyusunan    presiden, maka sejak saat itulah kabinet RIS

                           menyelenggarakan seluruh tugas pemerintah      Jakarta untuk menjadi Ibukota Negara. Bentuk                            tidak mendapatkan hambatan yang berarti jika   demisioner. Sementara itu, kabinet Halim
                           negara bagian. Namun dikatakan bahwa           pemerintahan dalam undang-undang juga                                   dibandingkan dengan proses pengesahan yang     di Yogyakarta juga menyerahkan mandatnya
                           bukan hal inilah yang dikehendaki oleh rakyat,   diusulkan menjadi bentuk parlementer, dari                            banyak menghadapi perlawanan dari kubu         pada Presiden dan  Acting President, Mr.Assaat.
                                                                                                                                                        145
                           sehingga tidak mendorong keadaan keamanan      pihak RIS mengusulkan bahwa perlu diberikan                             oposisi.  Pengesahan UUDS Negara Kesatuan      Kabinet Halim telah mencapai tujuan utama
                           menjadi lebih baik. Natsir dkk. mengajukan     opsi  bentuk  pemerintahan  presidensiil. Paling                        mendapat tentangan dari partai-partai kiri     dari   pemerintahan;   yaitu  pembentukkan
                           amandemen dalam parlemen yang dapat diterima   penting dikatakan oleh Mangunsarkoro adalah                             seperti PKI, Murba, Partai Buruh, dan partai   negara kesatuan. Dalam hal ini, pemerintahan
                                                                                                                                                            146
                                                                                                    141
                           oleh pemerintah dan parlemen. Sehingga mulai   penyusunan program politik.                                             kiri lainnya.  Faksi nasionalis kiri merasa bahwa   Halim dapat dianggap merupakan salah satu
                           disiapkan  perundingan-perundingan  antara                                                                             kekuasaan pemerintah telah  dimonopoli  oleh   pemerintahan parlementer periode ini yang
                                                                          Konferensi kembali diadakan antara RI dan
                           pemerintah RI dan RIS tentang pembentukan                                                                              kalangan sosialis  kanan  dari partai  Masyumi   telah berhasil mencapai tujuan yang telah
                                                                          RIS yang berlangsung pada 19 Juli 1950. Dalam
                           negara kesatuan RI. Terdapat cara baru untuk                                                                           dan PSI. Mereka menempatkan dirinya sebagai    dicanangkannya. Assaat menyatakan bahwa
                                                                          konferensi tersebut dibicarakan mengenai rencana
                           melakukan peleburan dalam Negara Kesatuan                                                                              oposisi pemerintah dan sehingga menolak        Ketua, Wakil Ketua dan anggota BP KNIP
                                                                          Undang-Undang Dasar Sementara Negara
                           RI. Pertama, pencabutan pasal yang federalistis                                                                        banyak kebijakan yang diambil oleh Hatta.      dan DPA dari Republik Indonesia Yogyakarta
                                                                          Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian rencana
                           dalam konstitusi RIS. Kedua, RI dilebur dalam                                                                                                                         akan masuk menjadi anggota DPR sementara
                                                                          undang-undang tersebut akan disampaikan pada                            Namun demikian, Undang-undang Dasar
                           RIS sehingga tidak ada lagi negara bagian.                                                                                                                            negara kesatuan. Meskipun demikian, kedua
                                                                                                                   142
                                                                          DPR  dan  Senat  serta  Badan  Pekerja  KNIP.                           Sementara Negara Kesatuan diselesaikan pada
                           Ketiga, Negara kesatuan dibentuk melalui                                                                                                                              kabinet tersebut terus melanjutkan tugasnya
                                                                          Halim menyatakan bahwa pemerintah RI                                    20 Juli 1950. Undang-undang tersebut telah
                           Republik Indonesia – Yogyakarta. Kesepakatan                                                                                                                          sampai dengan terbentuknya kabinet baru pada
                                                                          dan RIS akan saling melengkapi dan bertukar                             mencapai kesepakatan dengan melalui proses
                           untuk mengubah konstitusi RIS dari federal                                                                                                                            6 September 1950 dengan Perdana Menteri
                                                                          argumen untuk mencapai kesepakatan bersama.                             perundingan pada 14 Agustus 1950. Sehari
                           menjadi persatuan didasarkan pada persetujuan                                                                                                                         Mohammad Natsir dari Masyumi.  149
                                                                          Beberapa kesepakatan yang ada dalam konferensi                          setelah kesepakatan tersebut, pada tanggal 15
                           pada tanggal 19 Mei 1950.  137
                                                                          ini diantaranya adalah terkait keanggotaan DPR;                         Agustus 1950 diadakan rapat gabungan terakhir   Halim  tidak  ingin melibatkan diri dalam
                           Setelah kesepakatan 19 Mei, Pihak RI           Pembagian daerah berdasarkan proklamasi                                 antara RI dan RIS sekaligus membicarakan       pemerintahan baru. Ia bahkan sudah berencana
                                                                                                143
                           menginginkan agar  pimpinan Kementerian        1945, yakni 10 provinsi  yang menjadi bagian                            tentang piagam pernyataan terbentuknya Negara   pergi keluar negeri untuk plesiran setelah




                           198   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  199
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215