Page 203 - Perdana Menteri RI Final
P. 203

kunjungan wilayah ini merupakan sesuatu         Berbagai wilayah tercatat meneguhkan untuk
                                                                                                88
                                                                                                         89
               yang lazim dilakukan oleh berbagai pemimpin     menggabungkan diri, seperti Banten , Bogor
                                                                          90
               Republik dan hal ini dapat dianggap sebagai     dan Cirebon  yang menggunakan nama Republik
               propaganda pemerintah untuk meyakinkan          untuk menegaskan dukungannya. Tidak hanya
               warga bahwa negara hadir di berbagai pelosok    itu, masyarakat membentuk panitia-panitia pada
               negeri. Kunjungan ini juga penting untuk menilai   masing-masing negara bagian yang bertugas
               pandangan elit lokal terhadap Republik serta    untuk mempersiapkan rencana undang-undang
               mengetahui permasalahan-permasalahan pada       pembubaran negara federal dan penggabungan
               wilayah-wilayah yang jauh dari ibukota tersebut.   dalam wilayah republik seperti di Jawa Tengah,
                                                                                                         91
                                                                                               94
               Dengan demikian, propaganda yang dilakukan      Jawa Timur , Padang , Pasundan  dan lain-
                                                                          92
                                                                                   93
 Perdana Menteri Abdul Halim berjabat tangan   tidak  hanya akan memperkuat  posisi  RI  baik   lain. Wilayah lain seperti Mojokerto bahkan
 dengan Acting Presiden Mr. Asaat untuk
               itu pemberian dukungan-dukungan terhadap        memutuskan untuk masuk dalam Republik
 menyerahkan kembali mandatnya disaksikan oleh
 Presiden Sukarno di Istana Presiden Gedung   kebijakan,  akan  tetapi  juga  strategi  menarik   dengan mengabaikan pemerintahan Negara
 Agung Yogyakarta tanggal 12 Agustus 1950
               daerah lain  agar  memuluskan  penggabungan     Jawa Timur.  Menyusul kemudian wilayah
                                                                           95
                                                                                                        97
                                                                                     96
 Arsip Nasional Republik Indonesia  negara-negara bagian menjadi satu republik.   lain  seperti  Bangkalan,  masyarakat  Banjar .
                                                               Dukungan rakyat untuk kembali ke wilayah
               PENGGABUNGAN                                    Republik karena menentang upaya dekolonisasi
                                                               wilayah Republi Indonesia. Untuk itu, rakyat
               Propaganda pembentukan negara kesatuan          menggunakan semangat kesatuan yang tercermin
               menjadi pemicu munculnya dukungan baik dalam    direfleksikan dari proklamasi kemerdekaan.
               bentuk pengambilan keputusan untuk kembali
               pada Republik atau dalam bentuk organisasi      Dukungan terhadap Republik bukan hanya
               massa. Salah satunya yaitu adanya Gerakan       berasal dari keputusan daerah untuk bergabung

               persatuan yang merupakan bentuk perlawanan      dalam Republik, akan tetapi juga dukungan di
               terhadap bentuk pemerintahan federal. Gerakan   dalam Parlemen RIS. Dalam parlemen tersebut
               ini menuntut dihapuskannya sistem federal dan   hanya terdapat satu fraksi Republik Indonesia,
               menggantinya  dengan  sistem  kesatuan.  Tidak   tetapi keanggotannya terdiri dari gabungan
               heran, dalam kurun waktu 7 bulan pertama        beberapa wakil dari negara-negara bagian.
               gerakan ini semakin menguat. Dukungan dari      Pernyataan penggabungan anggota dari negara
                        86
               pasal 139  UUD RIS sejak 7 Maret 1950 yang      bagian lain dalam fraksi Republik merupakan
               mengesahkan peleburan negara-negara bagian      salah satu bentuk lain dari dukungan terhadap
               untuk bersatu dalam Republik Indonesia semakin   Republik. 98
 Para pejabat negara, antara lain dr. Halim,           87
               memperlebar kesempatan ke arah penyatuan.
 Wiwoho Poerbohadidjojo, dan Sarmidi
                                                               Perwakilan negara bagian yang menghendaki
 Mangoensarkoro, menghadiri upacara penyerahan
 pemerintahan Kabinet RI kepada Kabinet Negara   Antusiasme masyarakat untuk mendorong   penggabungan  dengan Republik mengusulkan
 Kesatuan di Istana Presiden Gedung Agung
               wilayahnya agar masuk ke dalam bagian republik   untuk menggunakan undang-undang darurat
 Yogyakarta tanggal 12 Agustus 1950.
               terjadi sebelum Halim mengumumkan program       pasal 139 sebagaimana yang telah dijelaskan
 Arsip Nasional Republik Indonesia
               kerja kabinet untuk membentuk negara kesatuan.   sebelumnya   untuk   mempercepat    proses




 190  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  191
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208