Page 202 - Perdana Menteri RI Final
P. 202

kunjungan wilayah ini merupakan sesuatu        Berbagai wilayah tercatat meneguhkan untuk
                                                                                                                                                                                                                                   88
                                                                                                                                                                                                                                           89
                                                                                                                                                  yang lazim dilakukan oleh berbagai pemimpin    menggabungkan diri, seperti Banten , Bogor
                                                                                                                                                                                                            90
                                                                                                                                                  Republik dan hal ini dapat dianggap sebagai    dan Cirebon  yang menggunakan nama Republik
                                                                                                                                                  propaganda pemerintah untuk meyakinkan         untuk menegaskan dukungannya. Tidak hanya
                                                                                                                                                  warga bahwa negara hadir di berbagai pelosok   itu, masyarakat membentuk panitia-panitia pada
                                                                                                                                                  negeri. Kunjungan ini juga penting untuk menilai   masing-masing negara bagian yang bertugas
                                                                                                                                                  pandangan elit lokal terhadap Republik serta   untuk mempersiapkan rencana undang-undang
                                                                                                                                                  mengetahui permasalahan-permasalahan pada      pembubaran negara federal dan penggabungan
                                                                                                                                                  wilayah-wilayah yang jauh dari ibukota tersebut.   dalam wilayah republik seperti di Jawa Tengah,
                                                                                                                                                                                                                                           91
                                                                                                                                                                                                                                 94
                                                                                                                                                  Dengan demikian, propaganda yang dilakukan     Jawa Timur , Padang , Pasundan  dan lain-
                                                                                                                                                                                                            92
                                                                                                                                                                                                                      93
      Perdana Menteri Abdul Halim berjabat tangan                                                                                                 tidak  hanya akan memperkuat  posisi  RI  baik   lain. Wilayah lain seperti Mojokerto bahkan
      dengan Acting Presiden Mr. Asaat untuk
                                                                                                                                                  itu pemberian dukungan-dukungan terhadap       memutuskan untuk masuk dalam Republik
      menyerahkan kembali mandatnya disaksikan oleh
      Presiden Sukarno di Istana Presiden Gedung                                                                                                  kebijakan,  akan  tetapi  juga  strategi  menarik   dengan mengabaikan pemerintahan Negara
      Agung Yogyakarta tanggal 12 Agustus 1950
                                                                                                                                                  daerah lain  agar  memuluskan  penggabungan    Jawa Timur.  Menyusul kemudian wilayah
                                                                                                                                                                                                             95
                                                                                                                                                                                                                                          97
                                                                                                                                                                                                                       96
      Arsip Nasional Republik Indonesia                                                                                                           negara-negara bagian menjadi satu republik.    lain  seperti  Bangkalan,  masyarakat  Banjar .
                                                                                                                                                                                                 Dukungan rakyat untuk kembali ke wilayah
                                                                                                                                                  PENGGABUNGAN                                   Republik karena menentang upaya dekolonisasi
                                                                                                                                                                                                 wilayah Republi Indonesia. Untuk itu, rakyat
                                                                                                                                                  Propaganda pembentukan negara kesatuan         menggunakan semangat kesatuan yang tercermin
                                                                                                                                                  menjadi pemicu munculnya dukungan baik dalam   direfleksikan dari proklamasi kemerdekaan.
                                                                                                                                                  bentuk pengambilan keputusan untuk kembali
                                                                                                                                                  pada Republik atau dalam bentuk organisasi     Dukungan terhadap Republik bukan hanya
                                                                                                                                                  massa. Salah satunya yaitu adanya Gerakan      berasal dari keputusan daerah untuk bergabung

                                                                                                                                                  persatuan yang merupakan bentuk perlawanan     dalam Republik, akan tetapi juga dukungan di
                                                                                                                                                  terhadap bentuk pemerintahan federal. Gerakan   dalam Parlemen RIS. Dalam parlemen tersebut
                                                                                                                                                  ini menuntut dihapuskannya sistem federal dan   hanya terdapat satu fraksi Republik Indonesia,
                                                                                                                                                  menggantinya  dengan  sistem  kesatuan.  Tidak   tetapi keanggotannya terdiri dari gabungan
                                                                                                                                                  heran, dalam kurun waktu 7 bulan pertama       beberapa wakil dari negara-negara bagian.
                                                                                                                                                  gerakan ini semakin menguat. Dukungan dari     Pernyataan penggabungan anggota dari negara
                                                                                                                                                          86
                                                                                                                                                  pasal 139  UUD RIS sejak 7 Maret 1950 yang     bagian lain dalam fraksi Republik merupakan
                                                                                                                                                  mengesahkan peleburan negara-negara bagian     salah satu bentuk lain dari dukungan terhadap
                                                                                                                                                  untuk bersatu dalam Republik Indonesia semakin   Republik. 98
      Para pejabat negara, antara lain dr. Halim,                                                                                                                                         87
                                                                                                                                                  memperlebar kesempatan ke arah penyatuan.
      Wiwoho Poerbohadidjojo, dan Sarmidi
                                                                                                                                                                                                 Perwakilan negara bagian yang menghendaki
      Mangoensarkoro, menghadiri upacara penyerahan
      pemerintahan Kabinet RI kepada Kabinet Negara                                                                                               Antusiasme masyarakat untuk mendorong          penggabungan  dengan Republik mengusulkan
      Kesatuan di Istana Presiden Gedung Agung
                                                                                                                                                  wilayahnya agar masuk ke dalam bagian republik   untuk menggunakan undang-undang darurat
      Yogyakarta tanggal 12 Agustus 1950.
                                                                                                                                                  terjadi sebelum Halim mengumumkan program      pasal 139 sebagaimana yang telah dijelaskan
      Arsip Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  kerja kabinet untuk membentuk negara kesatuan.   sebelumnya  untuk    mempercepat    proses




                           190   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  191
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207