Page 256 - Perdana Menteri RI Final
P. 256

85
                           intelektual  Muslim  dan  mengkritik  kebijakan   Kristen ataupun Katolik pasca 1965.  Pandangan                       dan gerakan-gerakan perbaikan masyarakat       Indonesia masa kini hampir tak mungkin
                           ‘sekulerisasi’ mereka.                         Natsir dan pimpinan Masyumi lainnya yang                                memiliki potensi yang sama. Oleh karenanya,    bisa seperti ini tanpa Mohammad Natsir.

                                                                          pada tahun 1950an pro-Barat guna menghadapi                             pembangunan Orde Baru harus bisa dikontrol     Ketika DDII berdiri pada tahun 1968, Natsir
                           Dalam    kondisi  hilangnya   masa   depan
                                                                          Komunisme, berubah menjadi anti-Barat dan                               agar tidak merugikan umat.                     berkata: “dulu kita berdakwah dengan politik,
                           partai Masyumi dibarengi dengan apa yang                                                                                                                                                                        89
                                                                          melihat kegiatan mereka sebagai serangan atas                                                                          sekarang kita berpolitik dengan dakwah.”
                           dianggapnya sebagai pengkhianatan generasi                                                                             Dewan Dakwah Islam Indonesia ingin melatih
                                                                          Islam. Mentalitas Natsir melihat Islam dalam                                                                           Amien Rais, yang merupakan salah satu
                           baru intelektual Muslim, maka Natsir bersama                                                                           dakwah yang kritis dan menggunakan akal,
                                                                          kondisi dikepung oleh kekuatan-kekuatan besar                                                                          tokoh yang membawa Muhammadiyah masuk
                           dengan Mohammad Roem, Anwar Haryono                                                                                    yaitu akal yang berbasis pada al Quran. Sekali-
                                                                          dunia, seperti Gereja Barat ataupun dikekang                                                                           kembali ke politik pada zaman pasca-Suharto,
                           dan Yunan Nasution mendirikan Dewan                                                                                    lagi ini adalah repetisi terhadap pemikiran yang
                                                                          oleh negara dan rejim baru Indonesia.                                                                                  menulis sebuah buku yang berterima-kasih
                           Dakwah Islam Indonesia (DDII) pada tahun                                                                               telah dikembangkan Natsir di tahun 1930an.
                                                                                                                                                                                                 kepada Natsir karena telah memberi jalan
                           1967. Kantor pusatnya berlokasi dimantan       Pada pidato Idul Fitri 1968, Natsir mengkritik                          Dalam sebuah buku yang diterbitkan tahun
                                                                                                                                                                                                 pendakwahan modern. Tak dapat dipungkiri
                           kantor pusat Masyumi. Pada tahun 1967, mereka   tajam usaha-usaha zending Gereja dan memaknai                          1947 berjudul  Islam dan Akal Merdeka, Natsir
                                                                                                                                                                                                 bahwa benih Islam modernis gaya Natsir telah
                           menerbitkan media Dakwah Islam dan publikasi   usaha-usaha gereja dan LSM yang berafiliasi                             sekali lagi mengulangi diskusi yang sering dia
                                                                                                                                                                                                 tumbuh menjadi salah satu kekuatan politik
                           lainnya  yang bertujuan untuk menyebarkan      dengan gereja dalam kegiatan bantuan ekonomi                            utarakan dalam artikel-artikel masa kolonialnya
                                                                                                                                                                                                 utama dalam masyarakat Indonesia mutakhir
                                                                                                                                                  akan pentingnya kritis terhadap akal Barat
                           pemahaman Islam modernis. Agar menghindar      dan pembangunan masyarakat sebagai sebuah                                                                              pasca Orde Baru.
                           dari persekusi Suharto yang curiga akan politik   serangan terhadap umat Islam. Sepanjang                              itu sendiri. Natsir paham mengenai kekuatan

                           Islam, maka DDII dari awal mengarahkan para    tahun 1970an dan 1980an, kritikan Natsir atas                           orientalisme Barat sejak masa mudanya di       Tetapi seperti  yang kita lihat  diatas, Natsir
                                                                                                                                                  Bandung yang kemungkinan didapatkannya
                           pendakwah Islam yang berada dibawahnya untuk   apa yang dianggapnya sebagai serangan gereja                                                                           merupakan tokoh yang rumit dan kadang
                                                                                                                                                  lewat ide-ide transnasional Islam modernis
                           mendengarkan pidato-pidato pembangunan         Kristen dan Katolik atas umat Islam nyaring                                                                            paradoksal. Peringainya yang ramah dan
                                                                                                                                                  yang telah berkembang dengan kecurigaan
                           dari pemerintah. Selain itu, dari awal DDII    terdengar dalam masjid-masjid yang berafiliasi                                                                         sederhana    tampaknya     menyembunyikan
                                                                                                                    86
                           mendekati diri dengan Arab Saudi dan menjauhi   dalam  Dewan  Dakwah  Islam  Indonesia.                                tinggi terhadap Barat.                         amarah di dalam dadanya atas apa yang ia
                           dari pengaruh Sosialisme Nasional Gamal        Natsir mengajak umat Kristen untuk mencari                              PENUTUP                                        anggap sebagai ketidak-adilan dunia atas
                           Abdul  Nasser,  agar  otoritas  Orde  Baru  tidak   modus vivendi atau cara untuk hidup saling                                                                        umatnya. Hal ini sudah nampak sejak dia
                           takut bahwa DDII membawa bibit-bibit ideologi   berdampingan, tetapi ia juga mengancam bahwa                           George McTurner Kahin, ahli Indonesia          muda, ketika kekukatan asimetris kolonial
                                                                          jika usaha gereja ini terus berlanjut, maka akan                                                                       menghina dia dan bangsanya dalam ruang kelas
                           sosialisme.  Karena  posisinya  yang  anti-Syiah,                                                                      yang telah menjalin persahabatan lama
                                                                          dimusuhi oleh umat Islam. “Kami ummat Islam                                                                            AMS di Bandung kala itu. Timbul pertanyaan
                           DDII menjadi saluran utama bantuan dakwah                                                                              dengan Mohammad Natsir, menuliskan
                           Arab Saudi.  84                                tidak apriori menganggap musuh terhadap                                 ini dalam obituari Natsir di awal Februari     apakah jika Natsir dan Masyumi mencapai
                                                                          orang yang bukan Islam. Tetapi tegas pula Allah                         1993: “Raksasa  terakhir  diantara  pemimpin   sebagian dari tujuan-tujuan politiknya, dan
                           Islam modernis Natsir pada periode terakhir    SWT melarang kami bersahabat dengan orang-                              politik yang nasionalis dan revolusioner,      tidak dilarang dan dipermalukan seperti yang
                           perjalanan  karir  intelektual  politiknya  berbeda   orang yang mengganggu agama kami, agama                          Natsir tanpa diragukan telah mempengaruhi      terjadi dimasa periode Demokrasi Terpimpin,
                           dengan pandangan demokrat-pluralnya ketika     Islam. Maka kami anggap zalim perbuatan                                 perkembangan pemikiran dan politik Islam di    ketika  ia  sekeluarga,  orang  elit  kota  Jakarta,

                           aktif dalam negara ataupun sebagai pimpinan    demikian.”  Natsir mengkritik kebijakan                                 Indonesia pasca-Perang Dunia dibandingkan      harus bersembunyi dalam kelebatan hutan
                                                                                    87
                           partai Masyumi pada zaman demokrasi            massa mengambang Orde Baru dan melihatnya                               pemimpin-pemimpin lain semasanya. Dengan       Sumatera, apakah pandangan Natsir tidak
                           parlementer. Dalam artikel pertama yang ditulis   sebagai  sesuatu yang  mempermudah proses                            sifatnya yang amat bersahaja dan tidak         akan dipenuhi oleh perasaan dikepung dan
                           oleh HAMKA, tema utama yang diangkat adalah    zending gereja. Jika Natsir pada tahun 1930an                           sombong, reputasinya sebagai seorang yang      ditindas? Bagaimanapun, terdapat dalam
                           bahaya dari Kristenisasi. Hal ini kemungkinan   melihat sekolah dan pendidikan sebagai cara                            memiliki integritas tinggi dan kejujuran       cerita panjang karir politiknya, seorang sosok
                                                                                                                                                                              88
                           didorong oleh banyaknya orang-orang mantan     Belanda untuk menghancurkan umat Islam,                                 politik sepenuhnya layak.”  Tak dapat          Natsir yang demokratis, pluralis, mau bekerja-
                           simpatisan Komunis yang pindah ke agama        pada tahun 1970an, ia melihat pembangunan                               dipungkiri bahwa gerakan modernis Muslim       sama dengan mantan musuh ideologisnya





                           244   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  245
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261