Page 257 - Perdana Menteri RI Final
P. 257

85
 intelektual  Muslim  dan  mengkritik  kebijakan   Kristen ataupun Katolik pasca 1965.  Pandangan   dan gerakan-gerakan perbaikan masyarakat   Indonesia masa kini hampir tak mungkin
 ‘sekulerisasi’ mereka.  Natsir dan pimpinan Masyumi lainnya yang   memiliki potensi yang sama. Oleh karenanya,   bisa seperti ini tanpa Mohammad Natsir.

 pada tahun 1950an pro-Barat guna menghadapi   pembangunan Orde Baru harus bisa dikontrol   Ketika DDII berdiri pada tahun 1968, Natsir
 Dalam  kondisi  hilangnya  masa  depan
 Komunisme, berubah menjadi anti-Barat dan   agar tidak merugikan umat.  berkata: “dulu kita berdakwah dengan politik,
 partai Masyumi dibarengi dengan apa yang                                                                89
 melihat kegiatan mereka sebagai serangan atas                 sekarang kita berpolitik dengan dakwah.”
 dianggapnya sebagai pengkhianatan generasi   Dewan Dakwah Islam Indonesia ingin melatih
 Islam. Mentalitas Natsir melihat Islam dalam                  Amien Rais, yang merupakan salah satu
 baru intelektual Muslim, maka Natsir bersama   dakwah yang kritis dan menggunakan akal,
 kondisi dikepung oleh kekuatan-kekuatan besar                 tokoh yang membawa Muhammadiyah masuk
 dengan Mohammad Roem, Anwar Haryono   yaitu akal yang berbasis pada al Quran. Sekali-
 dunia, seperti Gereja Barat ataupun dikekang                  kembali ke politik pada zaman pasca-Suharto,
 dan Yunan Nasution mendirikan Dewan   lagi ini adalah repetisi terhadap pemikiran yang
 oleh negara dan rejim baru Indonesia.                         menulis sebuah buku yang berterima-kasih
 Dakwah Islam Indonesia (DDII) pada tahun   telah dikembangkan Natsir di tahun 1930an.
                                                               kepada Natsir karena telah memberi jalan
 1967. Kantor pusatnya berlokasi dimantan   Pada pidato Idul Fitri 1968, Natsir mengkritik   Dalam sebuah buku yang diterbitkan tahun
                                                               pendakwahan modern. Tak dapat dipungkiri
 kantor pusat Masyumi. Pada tahun 1967, mereka   tajam usaha-usaha zending Gereja dan memaknai   1947 berjudul  Islam dan Akal Merdeka, Natsir
                                                               bahwa benih Islam modernis gaya Natsir telah
 menerbitkan media Dakwah Islam dan publikasi   usaha-usaha gereja dan LSM yang berafiliasi   sekali lagi mengulangi diskusi yang sering dia
                                                               tumbuh menjadi salah satu kekuatan politik
 lainnya  yang bertujuan untuk menyebarkan   dengan gereja dalam kegiatan bantuan ekonomi   utarakan dalam artikel-artikel masa kolonialnya
                                                               utama dalam masyarakat Indonesia mutakhir
               akan pentingnya kritis terhadap akal Barat
 pemahaman Islam modernis. Agar menghindar   dan pembangunan masyarakat sebagai sebuah   pasca Orde Baru.
 dari persekusi Suharto yang curiga akan politik   serangan terhadap umat Islam. Sepanjang   itu sendiri. Natsir paham mengenai kekuatan

 Islam, maka DDII dari awal mengarahkan para   tahun 1970an dan 1980an, kritikan Natsir atas   orientalisme Barat sejak masa mudanya di   Tetapi seperti  yang kita lihat  diatas, Natsir
               Bandung yang kemungkinan didapatkannya
 pendakwah Islam yang berada dibawahnya untuk   apa yang dianggapnya sebagai serangan gereja   merupakan tokoh yang rumit dan kadang
               lewat ide-ide transnasional Islam modernis
 mendengarkan pidato-pidato pembangunan   Kristen dan Katolik atas umat Islam nyaring   paradoksal. Peringainya yang ramah dan
               yang telah berkembang dengan kecurigaan
 dari pemerintah. Selain itu, dari awal DDII   terdengar dalam masjid-masjid yang berafiliasi   sederhana  tampaknya  menyembunyikan
 86
 mendekati diri dengan Arab Saudi dan menjauhi   dalam  Dewan  Dakwah  Islam  Indonesia.    tinggi terhadap Barat.  amarah di dalam dadanya atas apa yang ia
 dari pengaruh Sosialisme Nasional Gamal   Natsir mengajak umat Kristen untuk mencari   PENUTUP  anggap sebagai ketidak-adilan dunia atas
 Abdul  Nasser,  agar  otoritas  Orde  Baru  tidak   modus vivendi atau cara untuk hidup saling   umatnya. Hal ini sudah nampak sejak dia
 takut bahwa DDII membawa bibit-bibit ideologi   berdampingan, tetapi ia juga mengancam bahwa   George McTurner Kahin, ahli Indonesia   muda, ketika kekukatan asimetris kolonial
 jika usaha gereja ini terus berlanjut, maka akan              menghina dia dan bangsanya dalam ruang kelas
 sosialisme.  Karena  posisinya  yang  anti-Syiah,   yang telah menjalin persahabatan lama
 dimusuhi oleh umat Islam. “Kami ummat Islam                   AMS di Bandung kala itu. Timbul pertanyaan
 DDII menjadi saluran utama bantuan dakwah   dengan Mohammad Natsir, menuliskan
 Arab Saudi.  84  tidak apriori menganggap musuh terhadap   ini dalam obituari Natsir di awal Februari   apakah jika Natsir dan Masyumi mencapai
 orang yang bukan Islam. Tetapi tegas pula Allah   1993: “Raksasa  terakhir  diantara  pemimpin   sebagian dari tujuan-tujuan politiknya, dan
 Islam modernis Natsir pada periode terakhir   SWT melarang kami bersahabat dengan orang-  politik yang nasionalis dan revolusioner,   tidak dilarang dan dipermalukan seperti yang
 perjalanan  karir  intelektual  politiknya  berbeda   orang yang mengganggu agama kami, agama   Natsir tanpa diragukan telah mempengaruhi   terjadi dimasa periode Demokrasi Terpimpin,
 dengan pandangan demokrat-pluralnya ketika   Islam. Maka kami anggap zalim perbuatan   perkembangan pemikiran dan politik Islam di   ketika  ia  sekeluarga,  orang  elit  kota  Jakarta,

 aktif dalam negara ataupun sebagai pimpinan   demikian.”  Natsir mengkritik kebijakan   Indonesia pasca-Perang Dunia dibandingkan   harus bersembunyi dalam kelebatan hutan
 87
 partai Masyumi pada zaman demokrasi   massa mengambang Orde Baru dan melihatnya   pemimpin-pemimpin lain semasanya. Dengan   Sumatera, apakah pandangan Natsir tidak
 parlementer. Dalam artikel pertama yang ditulis   sebagai  sesuatu yang  mempermudah proses   sifatnya yang amat bersahaja dan tidak   akan dipenuhi oleh perasaan dikepung dan
 oleh HAMKA, tema utama yang diangkat adalah   zending gereja. Jika Natsir pada tahun 1930an   sombong, reputasinya sebagai seorang yang   ditindas? Bagaimanapun, terdapat dalam
 bahaya dari Kristenisasi. Hal ini kemungkinan   melihat sekolah dan pendidikan sebagai cara   memiliki integritas tinggi dan kejujuran   cerita panjang karir politiknya, seorang sosok
                                           88
 didorong oleh banyaknya orang-orang mantan   Belanda untuk menghancurkan umat Islam,   politik sepenuhnya layak.”  Tak dapat   Natsir yang demokratis, pluralis, mau bekerja-
 simpatisan Komunis yang pindah ke agama   pada tahun 1970an, ia melihat pembangunan   dipungkiri bahwa gerakan modernis Muslim   sama dengan mantan musuh ideologisnya





 244  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  245
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262