Page 254 - Perdana Menteri RI Final
P. 254
mengakibatkan berkurangnya otoritas tentara mengejutkan para politisi Masyumi, termasuk Baru tidak tertarik untuk menghidupkan kembali Masyumi, HAMKA. Hubungan HAMKA
territorial yang terikat di wilayahnya bagaikan Natsir, yang mengharapkan bahwa kolonel salah satu partai terbesar pada periode Demokrasi yang baik dengan pemimpin TNI, termasuk
raja-raja kecil. Ahmad Hussein dari Sumatera Hussein mampu untuk menolak tentara yang Liberal itu. Sebaliknya, ide utama Orde Jenderal Ahmad Nasution, menyelamatkannya
Tengah dan Maludin Simbolon dari Sumatera dikirim oleh AH Nasution. Tapi Padang jatuh Baru adalah proses pengontrolan partai lewat dari penjara pada periode itu. Pasca kejatuhan
Utara memproklamirkan dewan pemerintahan ditangan tentara Jawa dari Divisi Diponegoro pembatasan jumlah partai dan penggabungan Sukaro pada Desember 1965, sebuah Komite
yang terpisah dari Jakarta di wilayah mereka. dan Brawijaya dalam waktu sehari tanpa ada partai-partai relijius konservatif kedalam satu Koordinasi untuk Kegiatan Islam didirikan untuk
Pada awalnya politisi Jakarta yang memiliki resistensi militer. Selama beberapa minggu, partai bernama PPP. Jikapun Masyumi dapat mendorong pendirian kembali partai Masyumi.
hubungan darah dengan daerah pemberontak Natsir dan politisi Masyumi bersembunyi di kota dihidupkan kembali, Natsir sadar bahwa rejim Mulai Mei 1966, pemimpin Masyumi, termasuk
berusaha menengahi crisis tersebut, khususnya Bukittinggi. Keluarga Natsir, termasuk lima baru Suharto tidak akan membiarkannya menjadi Natsir yang sudah keluar dari penjara pada
politisi dari Masyumi dan PSI yang memang anaknya bergabung dengannya di kota itu. Natsir pemimpin partai baru tersebut. Keterbatasan waktu itu, mengadakan pertemuan di Menteng
77
banyak berasal dari Sumatera dan Sulawesi. dan pemimpin lainnya terpaksa mengungsi dari politik dibawah Orde Baru tidak menyuruti Raya no. 58 untuk mendorong pembentukkan
semangatnya untuk menghidupkan kembali
Bukittinggi dan menjalani kehidupan gerilya Masyumi. Pada tahun 1967, Suharto menyatakan
Pada September Sumitro Djojohadikusumo gerakan Islam modernis. Kalangan Islam
didalam hutan Sumatera Barat. Pengalaman ini bahwa tentara dan rakyat korban PRRI tidak
bertemu dengan para kolonel pemberontak modernis ini yang melihat Mohammad Natsir
memperkuat kepercayaan mereka bahwa jalan ingin menyaksikan kebangkitan kembali partai
dan memproklamirkan Piagam Palembang, 80 sebagai pemimpin politik dan spiritual menyebut Masyumi. Pada tahun 1973, ‘rasionalisasi’ partai
yang mereka tempuh ini direstui oleh Tuhan.
yang meminta untuk pengembalian duumvirat diri mereka sebagai Keluarga Bulan Bintang. memaksa semua partai-partai Islam untuk
Sukarno-Hatta, perobahan pemimpin TNI Masyarakat melihat kepergian Natsir, Mereka bukan golongan fundamentalis yang bergabung Partai Persatuan Pembangunan
dan pelarangan Komunis yang berhaluan Burhanuddin dan Syafruddin bergabung dengan meminta pendirikaan Negara Islam, melainkan (PPP). Pemimpin-pemimpin Masyumi periode
internasional. Kolonel Hussein, Barlian dan PRRI berarti pemberontakan tersebut salah berusaha menafsirkan cara untuk membangun demokrasi terpimpin tidak pernah bisa diterima
Sumual datang ke Jakarta untuk menghadiri partai Masyumi. Padahal kepergian Natsir dan masyarakat Islam dan pengaruh partai Islam oleh Suharto. Salah satu alasannya adalah
Musyawarah Nasional yang diselenggarakan yang lain atas dasar pribadi dan bukan atas dalam masyarakat. ketidak-sukaan Suharto dengan pemimpin masa
81
untuk menyelesaikan krisis anti-Jakarta yang nama partai. Masyumi beserta PSI menjadi demokrasi parlementer karena Presiden baru
punya potensi memecah belah bangsa. Kegagalan organisasi terlarang pada tahun 1961. Amnesti DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH – NATSIR Indonesia itu melihat demokrasi liberal gaya Barat
SEBAGAI BAPAK ISLAM KONSERVATIF
Munas mendorong Syafruddin Prawiranegara diberikan kepada pemberontak militer, tetapi itulah sebagai penyebab permasalahan bangsa.
83
INDONESIA
dan Burhanuddin Harahap untuk meninggalkan semua pemipin politik Masyumi dijebloskan ke
Jakarta pada Desember 1957. Mohammad penjara. Natsir dijatuhi ditahan rumah semenjak Pemimpin-pemimpin Masyumi yang belum Disisi lain terdapat perbedaan signifikan antara
78
Natsir menyusul pada awal Januari di Padang. tahun 1960 di Malang, dan setelah itu ditransfer ditangkap pada masa setelah ‘hijrah’, secara pemikir Muslim generasi Natsir dengan generasi
Kepergian pemimpin Masyumi ke Padang untuk ke penjara militer di Jalan Keagungan di reguler tetap bertemu untuk mempertahankan baru yang bercokol dalam Himpunan Mahasiswa
79
mendirikan PRRI ini disebut dengan hijrah, Jakarta. Ia ikut bergabung dalam penjara beserta keberlanjutan organisasi jikapun secara Islam (HMI) dan dalam grup diskusi ‘Kelompok
mencontoh hijrah Muhammad dari Mekah ke Syafruddin Prawiranegara dan Burhanuddin informal. Mohammad Roem dan Prawoto Terbatas’ yang didalamnya termasuk Ahmad
82
Madinah. Dalam pandangan Natsir, apa yang Harahap yang telah ada disana sejak 1961. Mangkusasmito meneruskan pimpinan Natsir Wahib, Djohan Effendi, Dawam Rahardjo
diperbuat oleh mereka ini direstui oleh Allah. Baru setelah jatuhnya Sukarno pada tahun 1966, sebelum merekapun ditangkap oleh pemerintah dan Nurcholis Madjid, seseorang yang sering
Gaya bicara yang dipakai oleh Natsir pada masa Natsir diperbolehkan untuk balik ke rumahnya. pada tahun 1962. Keberadaan Masyumi bahkan disebut sebagai ‘Natsir kecil’ dan dilihat oleh
dilanjutkan oleh diaspora Minang yang tinggal Natsir sebagai calon pemimpin Masyumi dimasa
ini memperkuat kepercayaan mereka bahwa apa
Usaha-usaha Natsir dan politisi Masyumi lain di Jakarta ketika mereka mulai berkumpul mendatang. Tetapi sudut pandang generasi baru
yang mereka lakukan ada dijalan agama.
untuk membangkitkan kembali Masyumi yang secara reguler di masjid Al Azhar di Kebayoran ini berbeda dengan Natsir. Nurcholis menolak
Pemberontakan ini tidak berlangsung lama dan telah menjadi organisasi terlarang oleh Sukarno Baru. Dibalik Al Azhar adalah imam besar politik. Ia mengatakan “Islam Yes, Islam Politik,
dengan mudah digagalkan oleh TNI. Hal ini pada tahun 1960 ini menemui kegagalan. Orde dan sosok utama yang melanjutkan perjuangan No!” Natsir merasa dikhianati oleh generasi muda
242 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 243

