Page 249 - Perdana Menteri RI Final
P. 249

besar bukan orang muslim. Selain itu, semenjak   tahun 1959 Aceh mendapatkan posisinya sebagai   penciptaan  Provinsi  Aceh  ini  menyebabkan   militer Amerika Serikat  yang ditawarkan
 revolusi sosial pada awal Revolusi Kemerdekaan,   Provinsi dengan status Daerah Istimewa.   ketidak-mampuan PM Natsir untuk bisa   lewat Misi John Melby pada akhir tahun 1950,

 kaum  ulama  telah  mengambil  alih  sebagian   menetapkan Provinsi Aceh. Bahkan, baru tahun   walaupun pemerintah tidak menolak bantuan
 Pemerintah melakukan kerja-sama dengan
 besar negara daripada kaum zuama atau Pamong   1956 dibawah Kabinet Ali Sastroamidjojo Kedua   asistensi di bidang ekonomi dan pendidikan.
 Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) guna
 Praja Aceh lama. Ada pula kekhawatiran bahwa   dimana  Aceh  baru  mendapatkan  posisinya   Lebih sulit daripada hubungan dengan Amerika
 mengangkat Gubernur sementara Provinsi
 pengintegrasian Aceh ke dalam Sumatera Utara   sebagai Provinsi dengan status Daerah Istimewa.  Serikat  adalah  hubungan  dengan  Belanda.
 Sumatera dari Masyumi, Abdul Hakim.
 dapat menyebabkan kembalinya berkuasa kaum                    Perjanjian KMB menjamin banyak dari
 Gubernur Abdul Hakim dikenal secara   Perdana Menteri Natsir berangkat menuju
 zuama, sesuatu yang tidak diinginkan kaum                     pejabat ahli berkebangsaan Belanda yang akan
 publik mendukung pembentukkan Provinsi   Banda Aceh dari kota Medan pada tanggal 23
 ulama Aceh.                                                   tetap dipekerjakan oleh pemerintah Republik
 Aceh yang otonom, dan sehingga diharapkan   Januari 1951 dengan rombongan menggunakan
                                                               Indonesia selama lima tahun ke depan dalam
 Pada awalnya, Natsir mengambil kebijakan   menjadi seorang Gubernur yang dapat dipercaya   pesawat terbang. Sebuah pertemuan formil
                                                               kapasitas sebagai penasehat dengan harapan akan
 untuk melibatkan elit Aceh sepenuhnya dalam   oleh penduduk dan elit Aceh.  Tetapi usaha   dengan delapan puluh pejabat pemerintah
 69
                                                               memperlancar periode transisi kemerdekaan.
 proses pembentukkan Provinsi Sumatera Utara.   pemerintah untuk meyakinkan masyarakat   daerah dan pemuka masyarakat dilaksanakan.
                                                               Salah satu kebijakan luar negeri Indonesia
 Secara pribadi, Natsir mendukung pendirian   Aceh guna mendukung Provinsi Sumatera Utara   Tetapi pertemuan tersebut gagal mencapai
                                                               berkaitan dengan usaha menambah tenaga ahli,
 Provinsi Aceh karena beberapa alasan. Pertama,   ini gagal. Natsir mengutus Menteri Keuangan   kesepakatan. Esok harinya, Natsir balik ke   baik sebagai penasehat maupun sebagai teknisi
 Natsir simpatis terhadap perspektif masyarakat   Syafruddin Prawiranegara dan Menteri Dalam   Jakarta untuk meletakkan jabatannya sebagai   karena Indonesia sangat kekurangan jenis tenaga
 Aceh yang keberatan untuk dipimpin oleh   Negeri Mr. Assaat untuk mendekati pemuka   Perdana Menteri. Ia jelaskan ke Daud Beureuh   demikian. Tetapi hubungan yang seharusnya
 orang-orang non-Muslim dan ada kepercayaan   Aceh soal ini. Pada 27 November 1950, Wakil   keputusan  tersebut:  kegagalan  perundingan  ini   saling menguntungkan antara Indonesia dengan

 dibanyak kalangan bahwa Sumatera Utara akan   Presiden Mohammad Hatta mendatangi sendiri   hanya mengakibatkan dua pilihan yang bisa   Belanda pada periode transisi ini diracuni
 didominasi oleh suku Batak. Kedua, keberadaan   Aceh guna mendengar dan berunding dengan   diambilnya. Pilihan pertama adalah melakukan   oleh penolakan Belanda untuk membahas
 Provinsi Aceh ini menambah suara dalam   pemuka-pemuka Aceh yang tergabung dalam   tindakan kekerasan militer terhadap Aceh   pengembalian wilayah Irian Barat. Posisi ini juga
 Parlemen ataupun dari dukungan Gubernur   karena telah melakukan pemberontakan. Pilihan
 PUSA (Persatuan Ulama-ulama Seluruh Aceh).                    menyulitkan Natsir karena akan berefek pada
 Provinsi yang pro-terhadap kebijakan Partai   kedua adalah meletakkan jabatannya sebagai
                                                               perenggangan hubungannya dengan Presiden.
 Masyumi. Berbeda dengan Maluku Selatan   PUSA mengadakan kongres tanggal 22   Perdana Menteri. Daud Beureh yang akan
 yang mayoritas dihuni oleh orang-orang non-  Desember 1950 yang menuntut propinsi   ini masih punya harapan dan penghormatan   Hubungan erat antara Mohammad Natsir dan
 Muslim, kenyataan bahwa Aceh merupakan   otonomi untuk Aceh dengan ancaman jika tidak   terhadap Pemerintah Republik ketika dibawah   Presiden Sukarno menemui akhirnya justeru
 daerah mayoritas Muslim dengan populasi   dikabulkan, maka Gubernur dan seluruh jabatan   Mohammad Natsir. Jatuhnya Natsir ini akan   pada periode Perdana Menteri Natsir. Ini adalah
 Muslim paling taat di Indonesia, maka Natsir   negara Aceh akan mengundurkan diri. Kondisi   mendorongnya memperkuat pilihannya untuk   hubungan yang terbina sejak Natsir masuk dalam
 sangat simpatis terhadap keinginan rakyat Aceh.   pelik ini dikhawatirkan akan menjerumus   memberontak dan mendirikan Negara Islam   pemerintahan sebagai Menteri Penerangan serta
 Tapi  posisi Aceh  sebagai  provinsi  Muslim  ini   menjadi  konflik  militer.  Pada  dasarnya  Indonesia di Aceh pada tahun 1953.  asisten  Sukarno  dalam  beragam  hal,  termasuk

 pula yang membuat usaha menggolkan provinsi   Masyumi dan Natsir secara pribadi mendukung   penulisan pidato 17 Agustusnya. Hubungan
               KEBIJAKAN LUAR NEGERI DAN
 Aceh menjadi sulit. Oposisi yang terdiri dari   penciptaan Aceh sebagai provinsi mandiri.   baik ini tidak didasarkan atas kesamaan
               PERPECAHAN DENGAN SUKARNO
 kalangan Nasionalis Kiri seperti PNI dan   Sebagai partai Islam mereka melihat keberadaan   ideologis, melainkan sebuah  modus vivendi
 PKI melihat pendirian Provinsi Aceh akan   provinsi dengan Islam kuat dapat membantu   Kebijakan Natsir mengikuti tradisi kebijakan   yang menekankan pentingnya kerja-sama untuk
 memperkuat posisi Masyumi dalam parlemen   pemerintahan di tingkat nasional. Tetapi hal ini   ‘bebas aktif’ yang telah lama dijalankan oleh   mencapai tujuan, yaitu kemerdekaan Indonesia.
 dan pemerintahan dan oleh sebabnya, Natsir   pula yang mendorong oposisi untuk menolak   pemerintah. Walaupun Masyumi terkenal   Padahal, hubungan mereka dipenuhi dengan
 gagal untuk mendapatkan dukungan Parlemen   pembuatan Provinsi Aceh. Ketidak setujuan PNI   memiliki  sifat  yang  dianggap  banyak  orang   polemik  dan  saling  kritik pada tahun  1930an
 dalam mensahkan Provinsi Aceh. Bahkan baru   dan partai-partai kiri lainnya untuk mendukung   sebagai pro-Barat, Natsir tetap menolak bantuan   ketika posisi ideologis dua pemimpin nasional ini





 236  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  237
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254