Page 246 - Perdana Menteri RI Final
P. 246

luasnya kepada UNCI untuk menyelesaikan        Kartosuwiryo dan bersikap lebih keras. Natsir
                           masalah Republik Maluku Selatan di Ambon.      berharap bahwa posisinya sebagai Perdana

                                                                          Menteri akan melunakkan posisi Kartosuwiryo.
                           DARUL ISLAM                                    Perang  Korea juga  memiliki pengaruh  karena

                                                                          pertama-kalinya Kartosuwiryo menganggap
                           Natsir  mengenal    secara  pribadi   R.M.
                                                                          bahwa ancaman terbesarnya berasal dari
                           Kartosuwiryo  semenjak  masa  mudanya  aktif
                                                                                                                    64
                                                                          kalangan Komunis, bukan lagi dari Belanda.
                           dalam JIB ataupun PSII. Keduanya memiliki
                                                                          Natsir berpendapat bahwa Darul Islam telah
                           pandangan  ideologis  yang  mirip,  yaitu  Islam
                                                                          menimbulkan     persoalan   keamanan    dan
                           modernis, tetapi jika Natsir dikenal sebagai
                                                                          ketertiban. Semangat Darul Islam Kartosuwiryo
                           orang pragmatis dengan kepercayaan kuat akan
                                                                          bertentangan dengan visi Masyumi untuk
                           demokrasi sehingga disebut oleh Ahmad Syafii
                                                                          menciptakan persatuan umat Islam dalam
                           Maarif dan Azyumardi Azra sebagai ‘demokrat                                                                                                                                                         Dewan Perwakilan Rakyat sedang mendengarkan
                                                                          berjuang melawan agresi Belanda. Dengan                                                                                                              jawaban pemerintah yang disampaikan oleh
                                61
                           tulen’,  maka Kartosuwirjo memiliki pandangan
                                                                                                                                                                                                                               Perdana Menteri Natsir pada tanggal 21 September
                                                                          adanya Darul Islam, umat Islam terpecah dan
                           bahwa Islam tidak bisa digantikan dengan                                                                                                                                                            1950
                                                                          terpolarisasi antara Darul Islam dan Negara
                           demokrasi. Tak dapat dipungkiri bahwa Natsir
                                                                                                                                                                                                                               Arsip Nasional Republik Indonesia
                                                                          Kesatuan  Republik  Indonesia.  Pada  20  Januari
                           memiliki simpati terhadap Darul Islam, baik
                                                                          1951 Natsir sebagai pimpinan Partai Masyumi
                           karena alasan ideologis maupun pribadi dan
                                                                          mengumumkan      sebuah   himbauan    partai
                           sehingga memilih penyelesaian jalur politik,                                                                           berhasil dalam menyelesaikan Darul Islam dan   memerintahkan TNI untuk menjalankan operasi
                                                                62
                                                                                                                                                                             68
                           bukan jalur militer terhadap DI TII Jawa.  Hal   tidak mendukung Darul Islam. Masyumi                                  berharap bisa lebih keras lagi.  Pengakuan ini   militer sebagai jalan menyelesaikan Darul Islam.
                                                                          juga menegaskan bahwa pendirian Darul
                           ini sudah terlihat saat menjabat sebagai Menteri                                                                       disampaikan Natsir beberapa bulan setelah
                           Penerangan, dimana Natsir menggunakan jalan    Islam menyalahi aturan kesepakatan Republik                             kabinetnya jatuh dan digantikan Perdana Menteri   MASALAH PROVINSI ACEH
                                                                          Indonesia.
                           lunak dalam menyelesaikan persoalan Darul                                                                              Sukiman. Tetapi bagaimanapun, hubungan
                                                                                                                                                                                                 Proses keberhasilan perundingan di masa
                           Islam. Ketika mendengar bahwa Kartosuwiryo                                                                             pribadi Natsir dengan Kartosuwiryo tetap bagus,
                                                                          Permasalahan rumit ini menyita perhatian Natsir                                                                        Kabinet Natsir hanya terjadi di Aceh. Saat itu
                           berencana mengumumkan pendirian Negara                                                                                 dan selama Natsir menjabat sebagai Perdana
                                                                          pada saat ketika kehidupan keluarga dirudung                                                                           terjadi pergolakan menuntut Aceh dikembalikan
                           Islam,  pada  akhir 1949,  Natsir  meminta  KH                                                                         Menteri, maka Kartosuwiryo tetap mendukung
                                                                          musibah ketika anaknya yang berusia 13 tahun,                                                                          menjadi berstatus provinsi setelah sebelumnya
                           Ahmad Hassan, pendiri Persis dan guru spiritual                                                                        pemerintah Republik Indonesia. Kartosuwiryo
                                                                          Abu Hanifah, meninggal dunia akibat tenggelam                                                                          diturunkan. Aceh merupakan sebuah wilayah
                           dari Natsir dan Kartosuwirjo pada masa muda
                                                                                                       65
                                                                          di kolam renang Manggarai.  Bagi Natsir,                                mengancam akan melakukan pemberontakan         dengan semangat kemandirian yang kuat dan
                           mereka, untuk mengirimkan pesan untuk
                                                                          Republik Indonesia adalah hasil jihad umat Islam                        jika Kabinet Natsir jatuh. Naiknya Sukiman     merupakan salah satu wilayah Republik dimana
                           menunda pengumuman itu. Serta surat yang
                                                                          dan merupakan satu-satunya jalur konstitusi                             Wirjosandjojo, rival Natsir dalam partai serta   Belanda tidak masuk pada periode Perang
                           ditulisnya langsung dengan kertas buku hotel
                                                                                                                    66
                                                                          untuk menyuarakan pandangan umat Islam.                                 pimpinan dari faksi yang simpatis terhadap     Kemerdekaan. Sukarno pada Juni 1948 telah
                           saat Natsir berusaha menemui Kartosuwiryo di
                                                                          Agaknya dalam proses penyelesaian Darul Islam                           Islam tradisionalis di Masyumi, mengubah       menjanjikan rakyat Aceh bahwa daerah mereka
                                     63
                           Jawa  Barat.   Tapi  Hassan  gagal  mengirimkan
                                                                          ini Natsir sendiri mengakui kebijakannya kurang                         haluan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI TII di   akan menjadi Provinsi sendiri. Tetapi dalam
                           surat tersebut, dan pada 7 Agustus 1949,
                                                                          keras. Tawaran-tawaran untuk menyerahkan                                Jawa Barat lalu dilanjutkan dengan pernyataan   pembentukkan RIS, Aceh tidak diberi Provinsi
                           Kartosuwiryo memproklamirkan pendirian dari
                                                                          diri kepada para gerilyawan hanya didapat 1.200                         Pemberontakan Darul Islam di Aceh di bawah     melainkan dilebur ke dalam Provinsi Sumatera
                           Darul Islam – Negara Islam Indonesia.
                                                                          orang yang menyerahkan diri dengan jumlah                               pimpinan Daud Beureuh pada September           Utara. Orang Aceh yang punya identitas Islam
                                                                                                              67
                           Pada saat menduduki jabatan Perdana Menteri,   senjata yang disita sejumlah 46 pucuk.  Natsir                          1953. Dengan berubahnya kebijakan Darul        yang kuat merasa khawatir bahwa mereka akan
                           Natsir mulai mengubah haluannya terhadap       sendiri mengakui bahwa kebijakannya kurang                              Islam menjadi pemberontakan, maka Sukiman      didominasi oleh suku Batak yang sebagian

                           234   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  235
   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251