Page 247 - Perdana Menteri RI Final
P. 247

luasnya kepada UNCI untuk menyelesaikan   Kartosuwiryo dan bersikap lebih keras. Natsir
 masalah Republik Maluku Selatan di Ambon.   berharap bahwa posisinya sebagai Perdana

 Menteri akan melunakkan posisi Kartosuwiryo.
 DARUL ISLAM   Perang  Korea juga  memiliki pengaruh  karena

 pertama-kalinya Kartosuwiryo menganggap
 Natsir  mengenal  secara  pribadi  R.M.
 bahwa ancaman terbesarnya berasal dari
 Kartosuwiryo  semenjak  masa  mudanya  aktif
 64
 kalangan Komunis, bukan lagi dari Belanda.
 dalam JIB ataupun PSII. Keduanya memiliki
 Natsir berpendapat bahwa Darul Islam telah
 pandangan  ideologis  yang  mirip,  yaitu  Islam
 menimbulkan  persoalan  keamanan  dan
 modernis, tetapi jika Natsir dikenal sebagai
 ketertiban. Semangat Darul Islam Kartosuwiryo
 orang pragmatis dengan kepercayaan kuat akan
 bertentangan dengan visi Masyumi untuk
 demokrasi sehingga disebut oleh Ahmad Syafii
 menciptakan persatuan umat Islam dalam
 Maarif dan Azyumardi Azra sebagai ‘demokrat                                                 Dewan Perwakilan Rakyat sedang mendengarkan
 berjuang melawan agresi Belanda. Dengan                                                     jawaban pemerintah yang disampaikan oleh
 61
 tulen’,  maka Kartosuwirjo memiliki pandangan
                                                                                             Perdana Menteri Natsir pada tanggal 21 September
 adanya Darul Islam, umat Islam terpecah dan
 bahwa Islam tidak bisa digantikan dengan                                                    1950
 terpolarisasi antara Darul Islam dan Negara
 demokrasi. Tak dapat dipungkiri bahwa Natsir
                                                                                             Arsip Nasional Republik Indonesia
 Kesatuan  Republik  Indonesia.  Pada  20  Januari
 memiliki simpati terhadap Darul Islam, baik
 1951 Natsir sebagai pimpinan Partai Masyumi
 karena alasan ideologis maupun pribadi dan
 mengumumkan  sebuah  himbauan  partai
 sehingga memilih penyelesaian jalur politik,   berhasil dalam menyelesaikan Darul Islam dan   memerintahkan TNI untuk menjalankan operasi
 62
                                           68
 bukan jalur militer terhadap DI TII Jawa.  Hal   tidak mendukung Darul Islam. Masyumi   berharap bisa lebih keras lagi.  Pengakuan ini   militer sebagai jalan menyelesaikan Darul Islam.
 juga menegaskan bahwa pendirian Darul
 ini sudah terlihat saat menjabat sebagai Menteri   disampaikan Natsir beberapa bulan setelah
 Penerangan, dimana Natsir menggunakan jalan   Islam menyalahi aturan kesepakatan Republik   kabinetnya jatuh dan digantikan Perdana Menteri   MASALAH PROVINSI ACEH
 Indonesia.
 lunak dalam menyelesaikan persoalan Darul   Sukiman. Tetapi bagaimanapun, hubungan
                                                               Proses keberhasilan perundingan di masa
 Islam. Ketika mendengar bahwa Kartosuwiryo   pribadi Natsir dengan Kartosuwiryo tetap bagus,
 Permasalahan rumit ini menyita perhatian Natsir               Kabinet Natsir hanya terjadi di Aceh. Saat itu
 berencana mengumumkan pendirian Negara   dan selama Natsir menjabat sebagai Perdana
 pada saat ketika kehidupan keluarga dirudung                  terjadi pergolakan menuntut Aceh dikembalikan
 Islam,  pada  akhir 1949,  Natsir  meminta  KH   Menteri, maka Kartosuwiryo tetap mendukung
 musibah ketika anaknya yang berusia 13 tahun,                 menjadi berstatus provinsi setelah sebelumnya
 Ahmad Hassan, pendiri Persis dan guru spiritual   pemerintah Republik Indonesia. Kartosuwiryo
 Abu Hanifah, meninggal dunia akibat tenggelam                 diturunkan. Aceh merupakan sebuah wilayah
 dari Natsir dan Kartosuwirjo pada masa muda
 65
 di kolam renang Manggarai.  Bagi Natsir,   mengancam akan melakukan pemberontakan   dengan semangat kemandirian yang kuat dan
 mereka, untuk mengirimkan pesan untuk
 Republik Indonesia adalah hasil jihad umat Islam   jika Kabinet Natsir jatuh. Naiknya Sukiman   merupakan salah satu wilayah Republik dimana
 menunda pengumuman itu. Serta surat yang
 dan merupakan satu-satunya jalur konstitusi   Wirjosandjojo, rival Natsir dalam partai serta   Belanda tidak masuk pada periode Perang
 ditulisnya langsung dengan kertas buku hotel
 66
 untuk menyuarakan pandangan umat Islam.    pimpinan dari faksi yang simpatis terhadap   Kemerdekaan. Sukarno pada Juni 1948 telah
 saat Natsir berusaha menemui Kartosuwiryo di
 Agaknya dalam proses penyelesaian Darul Islam   Islam tradisionalis di Masyumi, mengubah   menjanjikan rakyat Aceh bahwa daerah mereka
 63
 Jawa  Barat.   Tapi  Hassan  gagal  mengirimkan
 ini Natsir sendiri mengakui kebijakannya kurang   haluan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI TII di   akan menjadi Provinsi sendiri. Tetapi dalam
 surat tersebut, dan pada 7 Agustus 1949,
 keras. Tawaran-tawaran untuk menyerahkan   Jawa Barat lalu dilanjutkan dengan pernyataan   pembentukkan RIS, Aceh tidak diberi Provinsi
 Kartosuwiryo memproklamirkan pendirian dari
 diri kepada para gerilyawan hanya didapat 1.200   Pemberontakan Darul Islam di Aceh di bawah   melainkan dilebur ke dalam Provinsi Sumatera
 Darul Islam – Negara Islam Indonesia.
 orang yang menyerahkan diri dengan jumlah   pimpinan Daud Beureuh pada September   Utara. Orang Aceh yang punya identitas Islam
 67
 Pada saat menduduki jabatan Perdana Menteri,   senjata yang disita sejumlah 46 pucuk.  Natsir   1953. Dengan berubahnya kebijakan Darul   yang kuat merasa khawatir bahwa mereka akan
 Natsir mulai mengubah haluannya terhadap   sendiri mengakui bahwa kebijakannya kurang   Islam menjadi pemberontakan, maka Sukiman   didominasi oleh suku Batak yang sebagian

 234  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  235
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252