Page 251 - Perdana Menteri RI Final
P. 251
72
begitu berbeda. Salah satu titik awal perpecahan sidang yang dilaksanakan di Istana Sukarno Walaupun periode kepemimpinannya singkat, seorang guru. Tak dapat dipungkiri bahwa
terletak dalam kebijakan negara terhadap Irian sendiri merupakan sesuatu yang tidak bisa Natsir telah berhasil dalam membangun fondasi Natsir merupakan seorang yang demokrat yang
Barat. Berdasarkan perjanjian KMB, otoritas dimaafkan oleh Sukarno. Natsir yang sepanjang untuk menciptakan keamanan sipil yang lebih bersikap kompromistis, seorang nasionalis yang
dan kekuasaan pemerintah Belanda atas Irian Perang Revolusi merupakan asisten Sukarno telah kuat. Pemerintahannya juga berhasil dalam menerima perbedaan. Tetapi disisi lain, prinsip
Barat ini diperpanjang selama 12 bulan sejak melebihi otoritasnya dalam sistem parlementer. menelusuri permasalahan administratif serta terdalamnya tetap dipegangnya kuat-kuat,
penandatanganan KMB. Hal ini berarti bahwa Kecurigaan Sukarno terhadap Masyumi tidak SDM pemerintahan dan ekonomi. Rancangan jikapun mungkin tampak seolah disembunyikan.
berdasarkan KMB, Belanda seharusnya sudah akan pernah berubah kembali ke arah positif, industrial pertama Indonesia berhasil diterbitkan. Prinsip kuat ini membuatnya jadi tidak punya
mengembalikan Irian Barat ke tangan Republik dan bahkan akan semakin keras sepanjang Semua ini akan bermanfaat dalam pembangunan rasa takut; perlakuan Natsir terhadap Sukarno
Indonesia pada akhir tahun 1950. dekade 1950an. Perasaan ini akan berakhir pada SDM negara Indonesia serta dalam pembuatan ketika ia menggagalkan pidato maulidnya
permintaan Sukarno terhadap Perdana Menteri rencana lima tahun negara. Bisa dikatakan menunjukkannya sebagai seorang yang dengan
Ketika hal itu tidak terjadi, Sukarno ingin
Djuanda Kartawidjaja untuk melarang Partai bahwa Natsir berhasil dalam mendorong penuh akal dan perhitungan, serta tanpa
membuat pidato yang mengumumkan bahwa
Masyumi dan PSI sebagai pemberontak dan negara Indonesia menjadi negara yang ‘normal’. menghiraukan perasaan orang yang merupakan
Uni Indonesia Belanda akan dihapuskan secara
pengkhianat terhadap revolusi Indonesia dalam Permasalahannya adalah tujuh bulan tidak cukup teman dan atasannya guna mendapatkan hal
unilateral jika Belanda belum mengembalikan
konteks pemberontakan PRRI. untuk benar-benar membangun fondasi yang yang menurutnya
Irian Barat pada 1 Januari 1951. Natsir khawatir
kuat. Menurut Natsir masalah utama Kabinetnya
bahwa tindakan tersebut akan mencoreng Bergesernya posisi Sukarno menjadi oposan Lalu siapa Natsir itu? Perjuangannya untuk
itu terkait dengan lemahnya legitimasi yang
nama baik Republik dimata internasional. Ia pemerintahan Natsir ini memperkuat oposisi PNI mewujudkan penerapan prinsip-prinsip Islam
disebabkan karena negeri Indonesia belum
menginginkan agar proses penghapusan Uni dan PKI yang sudah terkonsolidasi. Dari kalangan modern dalam masyarakat Indonesia akan
pernah melakukan pemilihan umum untuk
Indonesia Belanda dilakukan lewat rapat antar- oposisi, ada dorongan untuk penghapusan dewan dilanjutkan seumur hayatnya. Rasa curiga
menentukan seberapa populer partai-partai
Menteri kedua negara. Natsir meminta naskah daerah pada tingkat Provinsi yang dibanyak kasus terhadap Barat dan lembaga-lembaganya juga
utama yang bercokol di gedung parlemen. Ada
pidato Sukarno, sesuatu yang menyinggung didominasi oleh partai Masyumi. Pemerintahan akan dipegangnya sampai tua; ia disibuki dengan
anggapan umum bahwa jika pemilu diadakan,
perasaan Presiden Sukarno. Natsir kemudian Natsir setuju untuk menghapus dewan daerah usaha merancang modus vivendi terhadap
71
maka pemenang terbesar akan jadi Masyumi.
meminta Presiden dan Wakil Presiden serta tetapi minta ditunda sampai bisa direncanakan agama Kristen/Katolik di Indonesia. Natsir
Menurut Natsir pemerintahan parlementer yang
anggota dari kabinet untuk menghadiri ‘sidang’ pengganti dewan-dewan tersebut. Salah satu dikenal sebagai orang yang simpatik terhadap
berbasis pada pemilu akan lebih kuat dan lebih
yang dikepalai oleh Natsir sebagai ketua sidang program awal Pemerintahan Natsir adalah perjuangan kaum Kristen dan Katolik dan relatif
stabil – menandakan kuatnya pandangan Natsir
guna membahas mengenai isi pidato tersebut. penyelenggaraan pemilu baik pada tingkat nasional dekat dengan politisi Kristen seperti I.J. Kasimo,
sebagai seorang demokrat – yaitu demokrasi
Dalam hal ini ada beberapa opsi dari pembubaran maupun daerah guna benar-benar mendapatkan pemimpin Partai Katolik. Masyumi sendiri
sebagai sebuah alat yang paling efisien untuk
Uni Indonesia Belanda yang disepakati oleh parlemen dan pemerintahan yang berbasis dikenal sebagai partai yang ‘pro-Barat’; secara
mencapai pembangunan bangsa dan negara.
semua bahwa kegunaannya sudah tidak nampak dukungan rakyat. Tetapi karena ringkasnya umum mereka pro-kapitalis serta mendukung
lagi. Dalam sidang tersebut, Natsir lalu meminta pemerintahannya serta begitu banyak masalah investasi asing. Tetapi Natsir berasal dari sebuah
NATSIR PASCA-PERDANA MENTERI
semua pihak yang ada untuk mengambil suara. yang datang bertubi-tubi, pemerintahannya belum grup politisi Muslim yang dinamakan sebagai
Setelah sidang, Presiden Sukarno membatalkan sempat melakukan tindakan-tindakan menuju Natsir meninggal dunia pada tahun 1993, dan Islam sosialis, sebuah klik kuat dalam Masyumi
pidato maulidnya tersebut. Ia juga menyatakan arah penyelenggaraan pemilu. Oposisi terhadap walaupun peran-sertanya dalam parlemen yang terdiri dari orang-orang seperti Syafruddin
bahwa posisinya sebagai Presiden “tidak lebih dewan daerah semakin menguat dan sehingga ini tetap berlanjut sampai dengan pecahnya Prawiranegara, Jusuf Wibisono dan Burhanuddin
70
dari satu stempel karet.” Tindakan Natsir yang mengurangi kuorum parlemen. Dengan begitu pemberontakan PRRI, karirnya pasca-kejatuhan Harahap yang melihat prinsip sosialisme dengan
begitu publik, dimata hadapan elit pemerintah, banyaknya oposisi kepada pemeritahannya, Natsir Sukarno-lah yang menjadikan namanya terkenal kacamata Islam. Disini mereka menemukan
telah menikung Sukarno dari belakang dan terpaksa mengembalikan mandatnya kepada dalam pergerakan Islam modern sampai kesamaan dengan orang-orang PSI yang
memberikan ultimátum lewat suara kuorum Presiden Sukarno. masa kini. Amien Rais menyebutnya sebagai kebanyakan terdiri dari orang sosialis borjuis
238 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 239

