Page 250 - Perdana Menteri RI Final
P. 250

72
                           begitu berbeda. Salah satu titik awal perpecahan   sidang yang dilaksanakan di Istana Sukarno                          Walaupun  periode  kepemimpinannya  singkat,   seorang  guru.   Tak  dapat  dipungkiri  bahwa
                           terletak dalam kebijakan negara terhadap  Irian   sendiri  merupakan  sesuatu  yang  tidak  bisa                       Natsir telah berhasil dalam membangun fondasi   Natsir merupakan seorang yang demokrat yang

                           Barat. Berdasarkan perjanjian KMB, otoritas    dimaafkan oleh Sukarno. Natsir yang sepanjang                           untuk menciptakan keamanan sipil yang lebih    bersikap kompromistis, seorang nasionalis yang
                           dan kekuasaan pemerintah Belanda atas Irian    Perang Revolusi merupakan asisten Sukarno telah                         kuat. Pemerintahannya juga berhasil dalam      menerima perbedaan. Tetapi disisi lain, prinsip
                           Barat ini diperpanjang selama 12 bulan sejak   melebihi otoritasnya dalam sistem parlementer.                          menelusuri permasalahan administratif serta    terdalamnya tetap dipegangnya kuat-kuat,
                           penandatanganan KMB. Hal ini berarti bahwa     Kecurigaan Sukarno terhadap Masyumi tidak                               SDM pemerintahan dan ekonomi. Rancangan        jikapun mungkin tampak seolah disembunyikan.
                           berdasarkan KMB, Belanda seharusnya sudah      akan pernah berubah kembali ke arah positif,                            industrial pertama Indonesia berhasil diterbitkan.   Prinsip kuat ini membuatnya jadi tidak punya
                           mengembalikan Irian Barat ke tangan Republik   dan bahkan akan semakin keras sepanjang                                 Semua ini akan bermanfaat dalam pembangunan    rasa takut; perlakuan Natsir terhadap Sukarno
                           Indonesia pada akhir tahun 1950.               dekade 1950an. Perasaan ini akan berakhir pada                          SDM negara Indonesia serta dalam pembuatan     ketika ia menggagalkan pidato maulidnya
                                                                          permintaan Sukarno terhadap Perdana Menteri                             rencana  lima tahun negara. Bisa  dikatakan    menunjukkannya sebagai seorang yang dengan
                           Ketika hal itu tidak terjadi, Sukarno ingin
                                                                          Djuanda Kartawidjaja  untuk  melarang  Partai                           bahwa Natsir berhasil dalam mendorong          penuh akal dan perhitungan, serta tanpa
                           membuat pidato yang mengumumkan bahwa
                                                                          Masyumi dan PSI sebagai pemberontak dan                                 negara Indonesia menjadi negara yang ‘normal’.   menghiraukan perasaan orang yang merupakan
                           Uni Indonesia Belanda akan dihapuskan secara
                                                                          pengkhianat terhadap revolusi Indonesia dalam                           Permasalahannya adalah tujuh bulan tidak cukup   teman dan atasannya guna mendapatkan hal
                           unilateral jika Belanda belum mengembalikan
                                                                          konteks pemberontakan PRRI.                                             untuk benar-benar membangun fondasi yang       yang menurutnya
                           Irian Barat pada 1 Januari 1951. Natsir khawatir
                                                                                                                                                  kuat. Menurut Natsir masalah utama Kabinetnya
                           bahwa tindakan tersebut akan mencoreng         Bergesernya posisi  Sukarno  menjadi  oposan                                                                           Lalu  siapa  Natsir  itu?  Perjuangannya  untuk
                                                                                                                                                  itu terkait dengan lemahnya legitimasi yang
                           nama  baik Republik dimata  internasional. Ia   pemerintahan Natsir ini memperkuat oposisi PNI                                                                        mewujudkan  penerapan  prinsip-prinsip  Islam
                                                                                                                                                  disebabkan karena negeri Indonesia belum
                           menginginkan agar proses penghapusan Uni       dan PKI yang sudah terkonsolidasi. Dari kalangan                                                                       modern  dalam masyarakat  Indonesia  akan
                                                                                                                                                  pernah  melakukan pemilihan umum  untuk
                           Indonesia Belanda dilakukan lewat rapat antar-  oposisi, ada dorongan untuk penghapusan dewan                                                                         dilanjutkan seumur hayatnya. Rasa curiga
                                                                                                                                                  menentukan seberapa populer partai-partai
                           Menteri kedua negara. Natsir meminta naskah    daerah pada tingkat Provinsi yang dibanyak kasus                                                                       terhadap Barat dan lembaga-lembaganya juga
                                                                                                                                                  utama yang bercokol di gedung parlemen. Ada
                           pidato Sukarno, sesuatu yang menyinggung       didominasi oleh partai Masyumi. Pemerintahan                                                                           akan dipegangnya sampai tua; ia disibuki dengan
                                                                                                                                                  anggapan umum bahwa jika pemilu diadakan,
                           perasaan Presiden Sukarno. Natsir kemudian     Natsir setuju untuk menghapus dewan daerah                                                                             usaha merancang modus vivendi terhadap
                                                                                                                                                                                           71
                                                                                                                                                  maka pemenang terbesar akan jadi Masyumi.
                           meminta Presiden dan Wakil Presiden serta      tetapi minta ditunda sampai bisa direncanakan                                                                          agama Kristen/Katolik di Indonesia. Natsir
                                                                                                                                                  Menurut Natsir pemerintahan parlementer yang
                           anggota dari kabinet untuk menghadiri ‘sidang’   pengganti dewan-dewan tersebut. Salah satu                                                                           dikenal sebagai orang yang simpatik terhadap
                                                                                                                                                  berbasis pada pemilu akan lebih kuat dan lebih
                           yang dikepalai oleh Natsir sebagai ketua sidang   program awal Pemerintahan Natsir adalah                                                                             perjuangan kaum Kristen dan Katolik dan relatif
                                                                                                                                                  stabil – menandakan kuatnya pandangan Natsir
                           guna membahas mengenai isi pidato tersebut.    penyelenggaraan pemilu baik pada tingkat nasional                                                                      dekat dengan politisi Kristen seperti I.J. Kasimo,
                                                                                                                                                  sebagai seorang demokrat – yaitu demokrasi
                           Dalam hal ini ada beberapa opsi dari pembubaran   maupun daerah guna benar-benar mendapatkan                                                                          pemimpin Partai Katolik. Masyumi sendiri
                                                                                                                                                  sebagai sebuah alat yang paling efisien untuk
                           Uni Indonesia Belanda yang disepakati oleh     parlemen dan pemerintahan yang berbasis                                                                                dikenal sebagai partai yang ‘pro-Barat’; secara
                                                                                                                                                  mencapai pembangunan bangsa dan negara.
                           semua bahwa kegunaannya sudah tidak nampak     dukungan  rakyat.  Tetapi  karena  ringkasnya                                                                          umum mereka pro-kapitalis serta  mendukung
                           lagi. Dalam sidang tersebut, Natsir lalu meminta   pemerintahannya serta begitu banyak masalah                                                                        investasi asing. Tetapi Natsir berasal dari sebuah
                                                                                                                                                  NATSIR PASCA-PERDANA MENTERI
                           semua pihak yang ada untuk mengambil suara.    yang datang bertubi-tubi, pemerintahannya belum                                                                        grup politisi Muslim yang dinamakan sebagai
                           Setelah sidang, Presiden Sukarno membatalkan   sempat melakukan tindakan-tindakan menuju                               Natsir meninggal dunia pada tahun 1993, dan    Islam sosialis, sebuah klik kuat dalam Masyumi
                           pidato maulidnya tersebut. Ia juga menyatakan   arah penyelenggaraan pemilu. Oposisi terhadap                          walaupun peran-sertanya dalam parlemen         yang terdiri dari orang-orang seperti Syafruddin
                           bahwa posisinya sebagai Presiden “tidak lebih   dewan daerah semakin menguat dan sehingga                              ini  tetap  berlanjut  sampai dengan  pecahnya   Prawiranegara, Jusuf Wibisono dan Burhanuddin
                                                70
                           dari satu stempel karet.”  Tindakan Natsir yang   mengurangi kuorum parlemen. Dengan begitu                            pemberontakan PRRI, karirnya pasca-kejatuhan   Harahap yang melihat prinsip sosialisme dengan
                           begitu publik, dimata hadapan elit pemerintah,   banyaknya oposisi kepada pemeritahannya, Natsir                       Sukarno-lah yang menjadikan namanya terkenal   kacamata Islam. Disini mereka menemukan
                           telah menikung Sukarno dari belakang dan       terpaksa  mengembalikan  mandatnya  kepada                              dalam  pergerakan  Islam  modern  sampai       kesamaan dengan orang-orang PSI yang
                           memberikan ultimátum lewat suara kuorum        Presiden Sukarno.                                                       masa kini. Amien Rais menyebutnya sebagai      kebanyakan terdiri dari orang sosialis borjuis





                           238   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  239
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255